
Setelah perdebatan antara Kaila dan Kaisar, kini akhirnya mau tak mau Kaila harus kembali ke Jakarta. Kaisar tidak ingin mengambil resiko lagi, ia takut bila Kaila masih tetap di Jogja maka putri nya akan benar benar rusak.
Sementara itu, Faaz yang tahu bahwa Kaila sudah di bawa ke Jakarta. Ia memilih untuk mendatangi rumah orang tua nya. Ya, Michele dan Aldi sampai membeli rumah di Jogja untuk memantau putra nya. Dan awalnya, rumah itu di peruntukkan untuk Faaz agar tidak tinggal di Asrama, namun Faaz menolak. Karena ingin berkumpul dengan para sahabat nya.
"Ada apa? Tumben datang!" kata mama Michele ketika melihat kedatangan putra nya.
"Dimana Papa?" tanya Faaz seraya mencium punggung tangan ibu nya.
"Di atas!" jawab mama Michele masih dengan ekspresi wajah datar nya.
"Mama masih marah sama Faaz?" tanya Faaz langsung mengerutkan dahi nya menatap sang ibu.
"Menurut kamu?" ucap mama Michele sedikit sinis kepada putra nya sendiri, "Mama itu benar benar gak habis pikir sama kamu. Apa kurang nya Erish sih? dia gadis yang cantik, baik dan juga lembut. Kenapa kamu bisa berpaling dari dia?"
"Ma, inget sama tante Abel gak? sekertaris Papa dulu? dia juga baik, cantik dan juga lembut. Tapi Papa masih tetap milih Mama, kenapa?" balas Faaz yang seketika membuat mata Michele membola dengan sempurna.
__ADS_1
"Faaz!" sentak nya semakin marah dan emosi.
"Ma, hati itu tidak bisa di paksakan. Mau sejuta bidadari sekalipun kalau Tuhan tidak menghendaki kita berjodoh, maka kita tidak akan bisa bersama. Hidup itu saling melengkapi, lihat Papa dia begitu tulus sama Mama. Walau pun Mama—"
"Teruskan bicara kamu Faaz. Teruskan, sebelum mama obrak abrik ini semua nya, hayo teruskan!" ancam mama Michele mulai mengambil ancang ancang.
Sementara itu, dari lantai dua. Aldi yang mendengar perdebatan antara anak dan istri nya, langsung menuruni tangga dan menghampiri kedua nya.
"Ada apa sih ini? masih mau bertengkar hem?" tanya papa Aldi berdecak.
"Pa, sepertinya Faaz sudah tidak bisa berlama lama lagi. Faaz mau menikah sekarang!" ucap Faaz dengan tiba tiba, hingga membuat Aldi maupun Michele langsung terkejut.
"Tapi Faaz sudah merusak Kaila, Pa." ucap Faaz pelan.
"Tunggu! merusak, merusak apa maksud kamu?" seru mama Michele langsung menatap tajam pada putra nya.
__ADS_1
"Faaz sudah merusak Kaila, pacar Faaz. Dan Faaz sudah berjanji akan menikahi dia."
"Kamu pikir menikah itu gampang!" seru mama Michele semakin naik pitam.
"Gampang!" jawab Faaz dengan santai, "Faaz akan mencari pekerjaan setelah menikah. Dan Faaz rasa, tabungan Faaz sudah cukup untuk menghidupi istri Faaz nanti untuk sementara, kalau Papa dan Mama tidak mau memberikan restu sama Faaz."
"Astaga Faaz! otak kamu ini mikirin apa sih? kamu itu masih kuliah, bisa bisa nya kamu mikir mau menikah!" desis mama Michele langsung memijit pelipis nya.
"Bukankah Mama yang udah diem diem nyiapin pesta untuk Faaz dan Erish. Lalu apa beda nya?"
Deg!
Michele langsung mendongakkan kepala nya, ia tidak menyangka bila ternyata rencana nya ke bongkar secepat itu oleh putra nya sendiri.
"Papa akan mendukung kamu!" ucap papa Aldi langsung menepuk bahu sang anak, "Apapun yang terbaik, pasti akan papa dukung."
__ADS_1
"Gak!" tolak Michele dengan cepat. "Gak bisa gitu dong. Bagaimana dengan Erish? Denis? astaga, kenapa kalian membuat ku seperti ini!!"
"Mama aja yang menikah sama mereka. Biar mama tidak terpisahkan!" balas Faaz mencibir.