Fate Story

Fate Story
Penjelasan Fa'az


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Mu, aku sayang sama kamu. Dan aku cinta sama kamu. Aku memang salah, tapi aku bisa pastikan bahwa benar benar tulus dan mencintai kamu. Aku mohon, percayalah,” ucap Fa’az ketika melihat Kaila sudah tidak memberontak lagi.


“Mama ku dan tante Nisa itu sahabat. Dulu, rencana mereka ingin menjodohkan ku dengan Faiz, tapi Faiz menolak karena mencintai suaminya sekarang. Bukankah kamu juga tahu akan hal itu? Ku pikir, perjodohan itu akan usai, aku sudah bernafas lega saat menghadiri acara pernikahan Faiz waktu itu. Tapi ternyata, mama tidak berhenti disitu, Mama kembali merencanakan perjodohan. Menurut mama, bila Faiz tidak bisa, maka Erish bisa menggantikan nya.”


“Anak mama hanya aku Mu. Dulu, aku tidak punya alasan untuk menolak, jadi aku menyetujui nya dengan memberikan beberapa syarat,” jelas Fa’az panjang lebar.


“Syarat apa?” tanya Kaila langsung mendongakkan kepala nya menatap Fa’az.


“Syarat bila aku akan menikah saat aku sudah jatuh cinta sama dia. Dan mama setuju untuk itu. Hanya saja, syarat itu berlaku sampai Erish lulus sekolah, aku tidak ingin menyakiti siapa pun. Apalagi kamu, aku tida jujur sama kamu karena tahu bahwa kamu pasti akan menolak ku.”

__ADS_1


“tentu saja aku akan menolak mu. Kamu tunangan adik ku!” saut Kaila dengan cepat.


“Tapi aku tidak pernah mencintai Erish Mu. Aku hanya bisa menganggap dia seperti adik saja, tidak lebih!” kata Fa’az meyakinkan.


“Benarkah?” tanya Kaila sedikit ragu, “Lalu kenapa kemarin kamu tidak mengejar ku? Kenapa kamu ngebiarin aku pergi sendirian, aku kehabisan bensin dan aku nyasar!” pekik Kaila dengan penuh emosi.


“Maaf, itu juga kesalahan ku. Maaf banget, tapi percaya sama aku Mu, hanya kamu satu satunya cewek yang aku suka dan cinta. Aku dan Erish tidak lebih dari rasa sayang sebatas adik, tidak lebih. Dan aku akan membatalkan perjodohan itu secepatnya, aku akan melakukan segala macam cara untuk bicara lagi sama Mama. Aku mohon, beri aku kesempatan,” ucap Fa’az penuh permohonan.


“Lalu bagaimana dengan Erish?” tanya Kaila bingung.


“Mu, apa kamu tahu, sejak pertemuan kita yang pertama. Wajah kamu sudah membekas disini,” imbuh Fa’az mengambil tangan Kaila dan ia letakkan di dada nya, “Meskipun saat itu aku marah sama kamu, tapi sejak saat itu aku memang tidak bisa melupakan semua kata kata kamu. Terlebih—“

__ADS_1


“Terlebih apa?” tanya Kaila langsung memicingkan sebelah mata nya, “Harusnya aku yang marah, karena saat pertemuan pertama kita, kamu sudah hampir membunuh ku. Kamu mau menabrak ku dengan motor!” Imbuh Kaila ketika mengingat kembali pertemuan pertama nya dulu dengan Fa’az.


“Sebelum itu kita sudah pernah bertemu!” kata Fa’az dengan cepat, seketika membuat Kaila kembali berfikir keras. “Bahkan kamu memberikan hadiah perkenalan yang begitu indah untuk ku!”


“Hadiah apa? Dimana kita bertemu? Bukan Jogja?” tanya Kaila mencoba mengingat ingat dimana lagi dirinya bertemu dengan Fa’az, namun tidak ada bayangan sama sekali.


“Club malam,” jawab Fa’az pelan, “Kamu mabuk dan muntah di jaket ku!”


Deg!


Kaila langsung membulatkan matanya dengan mulut yang menganga lebar. Ia ingat betul bahwa ia sempat muntah di jaket seseorang, namun ia tidak tahu siapa orang itu. Bahkan para sahabat nya juga tidak ada yang mengatakan padanya.

__ADS_1


“Bahkan, untuk pertama kalinya, aku bisa merasakan dada kamu malam itu!” imbuh Fa’az setengah berbisik, seraya tangan nya meremas bahu Kaila, hingga membuat gadis itu seolah mengingat rasa yang pernah ia rasakan akibat tangan Fa’az dan seketika itu juga ia langsung menelan saliva nya dengan susah. Tubuh nya merinding dan jantung nya sudah semakin tidak aman.


...~To be continue ......


__ADS_2