
...~Happy Reading~...
Tok ... Tok ... Tok ....
“Kiano!” Teriak Kaila ketika sudah mengetuk pintu kamar saudara kembar nya beberapa kali, namun tidak mendapatkan jawaban apapun. Karena penasaran dengan apa yang di lakukan saudara kembar nya, akhirnya Kaila pun langsung masuk begitu saja ke dalam kamar.
“Ckcckkc, lagi mandi, pantesan aja,” decak Kaila ketika mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi.
Saat Kaila hendak berbalik dan pergi, tiba tiba saja ia melihat ponsel Kiano yang di letakkan di atas tempat tidur menyala. Sebagai manusia yang memiliki jiwa kepo akut, akhirnya dengan perlahan Kaila berjalan mendekati tempat tidur untuk melihat ponsel Kiano.
‘Whattt! Fayya? “ gumam Kaila terkejut ketika melihat isi chat yang di kirimkan oleh Fayya.
^^^‘Baiklah, aku tunggu besok malam. Tapi bagaimana dengan Kaila?’^^^
Seperti itulah kira kira pesan yang di tulis oleh Fayya. Dan Kaila sangat yakin, bahwa maksud Kiano pasti ingin menjemput atau pergi dengan Fayya, dan meninggalkan dirinya. Itu yang Kaila tangkap. Sebenarnya, Kaila masih penasaran dengan isi isi chat lain nya, namun karena ia tidak memiliki keberanian sebesar itu, akhirnya ia memutuskan untuk pergi.
__ADS_1
‘Mungkin gak sih kalau Kiano sama Fayya ada something?’ gumam Kaila seraya berjalan menuju kamar nya lagi.
Makan malam telah tiba, semua keluarga akan berkumpul di meja makan. Ini akan di manfaatkan oleh Kaila membuat perhitungan dengan sang mama karena ketidak adilan yang dia dapatkan selama ini.
“Halo Jagoan? Gimana tangan kamu? Udah sembuh?” tanya Kaila kepada sang keponakan.
“Udah!” jawab nya dengan sedikit ketus.
“Dih kenapa? Ketus banget, lama lama muka kamu kaya Papa kamu kalau kaya gini, jelek, bin ngeselin. Tukang rusuh!” kata Kaila yang mana seketika ia langsung mendapatkan rangkulan kuat di leher dari sang kakak.
“Baru pulang langsung kasih bisikan setan ke anak gue! Siapa yang biang rusuh sampai harus di ungsiin ke Jogja? Hem?” tanya Ken dengan sedikit kesal.
“Iya iya ampun aduh sakit. Mamaaaaa! Pappaa tolong anak mu ini di aniaya sama kakak!” jerit Kaila meminta pertolongan.
Bukan menolong, justru papa Kaisar dan mama Kiara malah berjalan begitu saja melewati nya dan Ken menuju meja makan.
__ADS_1
“Kakak lepasin dulu. Kaila kan mau protes ke mama, lepas aduhhh!” pekik Kaila berusaha dengan begitu sulit dan ternyata memang sangat sulit.
“Ken, lepasin ih!” seru yang dewa penolong, seketika membuat Kaila langsung terlepas dari jeratan sang kakak.
“Nah kan, ini baru malaikat Kaila. Kak Naura, besok besok iblis nya di kurung aja, jangan di lepas biar gak berbuat jahat ke orang!” kata Kaila kepada sang kakak ipar, lalu berikutnya ia langsung kabur ke meja makan, sebelum mendapatkan jeratan season kedua.
“Kiano, bagaimana kuliah kalian?” tanya papa Kaisar membuka suara. Kini Kaila dan keluarga nya sudah berkumpul di meja makan, termasuk kakak dan kakak ipar nya, juga sang keponakan rusuh nya.
“Lancar Pa,” jawab Kiano seperti biasa, cuek dan datar.
“Mah! Kaila mau protes!” ucap Kaila dengan tiba tiba membuat mama Kiara yang sedang makan tiba tiba langsung tersedak.
Dengan cepat, papa Kaisar memberikan minuman kepada istrinya, dan setelah tenang, barulah mama Kiara langsung memberikan tatapan tajam pada putri nya.
...~To be continue .......
__ADS_1