Fate Story

Fate Story
Selalu bersama


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Sepanjang perjalanan, Kaila terus memeluk Faaz dengan begitu erat. Ia mendengus dan menghirup aroma parfum maskulin di punggung lebar Faaz. Rasa rindu yang selama ini ia tahan, seolah kini terobati sudah setelah memeluk sang kekasih.


"Aku sayang banget sama kamu Bu," gumam Kaila pelan sambil tersenyum.


Faaz hanya tersenyum mendengar kata kata Kaila. Meskipun ia mengenakan helm dan suara Kaila tidak begitu kencang. Namun ia memiliki pendengaran yang sangat baik, hingga mampu mendengar suara Kaila.


"Kapan kamu siap aku nikahin?" tanya Faaz seraya menggenggam jemari tangan Kaila yang melingkar di perut nya.


Lampu merah, Faaz menghentikan motor nya dan bisa menggenggam tangan Kaila.


"Kapan kamu siap nya? Mama kamu gimana?" tanya Kaila sedikit ragu.


"Mama sudah setuju sama hubungan kita. Kamu jangan khawatir," jawab Faaz berusaha meyakinkan kekasih nya.


"Tapi Bu, ... " Kaila menggigit bibir bawah nya, ia masih nampak ragu dan takut untuk bertemu dengan mama Michele setelah apa yang ia dengar setahun yang lalu.


"Jangan khawatir. Mama pasti akan setuju," ucap Faaz lagi dengan yakin, "Setuju atau tidak setuju, aku akan tetap menikahi kamu. Bahkan sampai aku mati aku akan mempertahankan kamu Mu."

__ADS_1


"Cinta aku cuma untuk kamu, Mu. Aku sudah bilang sama Mama. Kalau aku tidak akan menikah kecuali sama kamu! Cuma maut yang bisa memisahkan kita," ungkap Faaz panjang lebar.


Kaila tersenyum dan kembali memeluk Faaz, "Terimakasih Bu, semoga kita akan selalu bersama selama nya... "


"Amin... " gumam keduanya lalu tiba tiba....


Brakkkkkk!


Pyarrrrr!


Tubuh Kiara seketika langsung menegang dan bergetar dengan begitu hebat nya saat ia tanpa sengaja menjatuhkan gelas. Entah mengapa, ia merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan perasaan nya.


"Mama kenapa?" tanya Kiano saat menghampiri sang mama di dapur.


"Ma, mama duduk dulu."


Dengan perlahan, Kiano membantu mama nya untuk duduk di meja makan. Mengambilkan air minum, lalu Kiano memberikan nya kepada sang Mama.


"Minum dulu, mama kenapa?"

__ADS_1


"Perasaan Mama gak enak, No." jawab mama Kiara setelah meminum satu cegukan dari gelas yang di berikan oleh Kiano.


"Kaila mana?" tanya mama Kiara lagi saat baru sadar bahwa Kiano sudah di rumah.


"Kaila masih di belakang. Tadi Kiano pulang duluan, ada apa Ma?" tanya Kiano menatap mama nya dengan ragu.


"Cepat hubungi adik kamu. Mama khawatir sama dia," pinta mama Kiara tiba tiba sudah meneteskan air mata.


"Kaila lagi sama Faaz Ma, Kaila aman. Mama jangan khawatir gitu, mama tenang dulu, oke." ucap Kiano berusaha menenangkan sang mama.


"Cepat Kiano! Telfon adik kamu!" tiba tiba mama Kiara membentak Kiano hingga membuat anak laki laki yang baru beranjak dewasa itu terkejut.


Pasalnya, ia tidak pernah di bentak oleh sang mama. Ia tidak pernah melihat mama nya semarah ini pada nya. Apalagi ini hanya karena masalah telfon.


"Astaghfirullah cepetan Kiano, telfon adik kamu!" kata mama Kiara lagi terus mendesak putra nya.


Kiano seolah tersadar dan segera mengambil ponsel nya di dalam saku jaket. Ia mencari nomor kontak Kaila dan segera menghubungi nya.


Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau sedang berada di luar jangkauan.. Cobalah beberapa saat lagi...

__ADS_1


"Mama denger kan? Dia baru pulang. Mungkin aja dia belum sempet nyalain HP. Kita tunggu aja ya, sebentar lagi juga Kaila datang kok." ujar Kiano berusaha untuk yakin. Walau sebenarnya ia sendiri juga merasa sedikit aneh dengan perasaan nya.


...~To be continue... ...


__ADS_2