Fate Story

Fate Story
Ke rumah Kaila


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Setelah menempuh perjalanan hampir tiga jam. Kini, akhirnya Faaz sudah tiba di Jakarta, tepat nya di depan rumah Kaila.


Setelah menuruni taxi, Faaz terdiam untuk sesaat. Melihat halaman rumah Kaila yang ternyata begitu ramai dengan beberapa mobil di sana.


Awalnya, Faaz merasa ragu saat hendak masuk. Namun, setelah ia menguatkan tekat, akhirnya ia memberanikan diri untuk masuk ke dalam rumah.


"Assalamu'alaikum," ucap Faaz ketika mengetuk pintu utama yang tidak tertutup sepenuh nya.


"Walaikumsalam," jawab seorang wanita yang membukakan pintu lebih lebar, "Loh, Faaz kamu kesini?" tanya nya sedikit terkejut.


"Tante Nisa," gumam Faaz pelan.


"Kebetulan kamu kesini, ayo masuk. Mumpung semua keluarga sedang berkumpul," ujar tante Nisa segera mengajak Faaz untuk masuk ke dalam rumah.


"Maaf Tante, saya, saya kemari mau bertemu dengan—"


"Loh, kak Faaz kesini?" tanya seorang gadis yang langsung menghampiri Faaz dan tante Nisa di ruang tamu.


"Erish!" gumam Faaz semakin terkejut.

__ADS_1


"Nah kan, kalian lanjutkan ngobrol. Biar tante buatkan minum ya," kata tante Nisa tersenyum dan menyuruh putri nya agar mengajak Faaz duduk.


"Ada apa kakak kesini?" tanya Erish membuka suara, "Kakak kok tahu kalau Erish disini? kak Kaila lagi sakit, makanya Erish dan mama kesini buat jengukin kak Kaila."


"Kaila sakit apa?" tanya Faaz langsung terkejut dan seketika hendak berdiri.


Untuk sesaat Erish sempat terdiam, ia bingung mengapa ekspresi wajah Faaz terlihat begitu khawatir saat mendengar kabar Kaila sakit.


"Kak Kaila—"


"Erish," panggil Faaz langsung menghela napas nya berat, "Ada sesuatu yang ingin ku katakan sama kamu! dan aku rasa aku tidak bisa menunda nya lebih lama lagi."


"Ada apa Kak?" tanya Erish mengerutkan dahi nya.


Pyarrrr!


Mendengar suara gelas pecah, seketika itu juga membuat Erish dan Faaz langsung mengalihkan pandangan nya.


"Kak Kaila!"


"Mumu," gumam keduanya terkejut ketika melihat seorang gadis yang membawa nampan berisi minuman. Namun, minuman itu kini sudah jatuh berhamburan ke lantai.

__ADS_1


Kaila tidak tahu bahwa ternyata tamu yang di maksud oleh tante Nisa adalah Faaz. Ia mengira, tamu Erish adalah teman nya.


Dengan cepat, Faaz segera beranjak dari tempat duduk nya. Ia menghampiri Kaila dan menggenggam tangan nya, namun Kaila justru malah menepis tangan Faaz.


"Mu, kamu sakit? Kenapa kamu tidak mengangkat telfon ku atau membalas WA ku. Kenapa?" tanya Faaz pelan, sangat terlihat dengan jelas bagaimana laki laki itu begitu khawatir pada nya.


"Kak, ini—" gumam Erish ikut berdiri dan menghampiri Kaila dan Faaz.


"Rish, dulu aku sudah pernah bilang sama kamu. Kita jalani ini tapi kalau aku tidak bisa mencintai kamu. Maka perjodohan ini batal, dan sekarang aku pastikan bahwa perjodohan kita batal. Aku tidak bisa terus menyakiti Kaila. Aku sangat mencintai nya dan aku tidak mau kehilangan dia. Maafkan aku Erish, tapi memang kita tidak bisa bersama."


"Aku yakin kamu pasti akan menemukan laki laki yang jauh lebih baik dari ku. Dan aku minta maaf kalau memutus perjodohan sebelum waktu nya." jelas Faaz panjang lebar seketika membuat Erish dan Kaila membulatkan matanya dengan sempurna.


"Kak, tapi... "


"Rish, maafin aku." ucap Faaz lagi menatap Erish.


"Kak Kaila bagaimana?" tanya Erish menatap Kaila dengan begitu sedih.


Tak bisa di pungkiri bahwa Erish juga sudah menyukai sosok Faaz. Siapa yang tidak akan jatuh cinta pada laki laki seperti Faaz? Tampan, baik hati, pengertian dan begitu lembut kepada perempuan. Dan wajar bukan bila Erish bahagia dan jatuh cinta saat di kenalkan dan di jodohkan dengan Faaz?


"A—aku... " gumam Kaila menggigit bibir bawah nya karena bingung.

__ADS_1


"Mu, ingat semua yang kita lakukan bersama. Jangan buat usaha ku sia sia," bisik Faaz di telinga Kaila yang semakin membuat Kaila merasa dilema.


...~To be continue... ...


__ADS_2