
...~Happy Reading~...
“B—Bu, ini beneran gapapa kaya gini?” Tanya Kaila yang semakin mengeratkan cengkraman selimut nya, “A—aku beneran takut.”
“Sssttt kamu tenang aja. Aku janji gak akan ngapa-ngapain kamu. Emmm maksud ku gimana ya? Mungkin hanya megang sedikit gapapa ya?” kata Faaz dengan senyum menyeringai menatap kekasih nya.
Bug!
“Aduhh sakit Mu!” pekik Faaz tergelak ketika sebuah bantal melayang dan menabrak wajah nya.
Kaila menghela napas nya dengan begitu berat, menandakan bahwa gadis itu masih begitu gugup, “Ya udah ayo buruan!”
“Gak sabar banget sih? Mau cepet ngerasain ya?” kata Faaz lagi dengan senyum menggoda.
“Jangan sampai aku timpuk pakai lampu ya Bu, karena bantal nya udah habis!” cetus Kaila menatap kekasih nya dengan begitu tajam, hingga membuat Faaz langsung tergelak.
__ADS_1
“Menurut kamu, kamera nya taruh dimana?” tanya Faaz menimbang nimbang kamera yang ia pegang akan di taruh dimana.
“Coba di sana,” ucap Kaila menunjuk ke arah kursi di mea rias, “Tapi kursi nya agak deketin kesini.”
Faz menganggukkan kepala nya, lalu mulai mengatur posisi kamera yang pas agar bisa merekam dirinya dan Kaila. Ini adalah rencana tergila yang pernah terlintas di otak Faaz. Bahkan, ia sediri tidak menyangka bisa memiliki ide secemerlang ini dalam hidup nya.
“Oke Mu, udah jelas. Selimut kamu naikin dikit. Jangan sampai kelihatan itunya!” ucap Faaz lagi memberikan instruksi kepada Kaila, setelah semua sesuai, ia pun segera membuka kaos nya dan mendekati Kaila.
“B- Bu, tunggu dulu,” kata Kaila berusaha untuk tidak tertawa.
“Sumpah Bu, aku gak kuat hahahaha!” dan tawa Kaila pun pecah ketika melihat Faaz ikut naik ke tempat tidur.
“Mu, jangan bercanda. Aku serius, buruan dong.” Ucap Faaz sedikit berdecak kesal.
“Oke oke ayo,” kata Kaila menarik napas nya dalam, lalu ia menatap wajah Faz dengan begitu intens, “Bu, kayaknya kita pakai foto aja deh, jangan video, aku gak bisa.”
__ADS_1
Tak ingin membuang waktu lagi, kini tiba tiba Faaz langsung menindih tubuh kaila di atas selimut. Bila tadi posisi Kaila setengah duduk, kini Faaz langsung merebahkan kepala Kaila hingga tertidur di kasur. Matanya menatap intens pada wajah Kaila dan mengunci nya di sana. Seolah terhipnotis dengan pandangan mata Faaz, Kaila pun ikut hanyut dan seketika itu juga ia memejamkan matanya saat merasakan sebuah benda kenyal nan basah itu kembali hinggap di bibir nya.
“Percaya sama aku, dan nikmati setiap rasa nya,” bisik Faaz setelah melepaskan ciuman nya.
Kaila langsung membuka mata nya dan hendak menanyakan kembali apa maksud Faaz, namun dengan cepat laki laki itu kembali membungkam bibir nya. Mencium nya dengan begitu lembut dan menyesap nya sedikit kuat. Tak sampai di sana, Faaz juga memberikan gigitan gigitan kecil pada bibir Kaila hingga membuat gadis itu langsung membuka mulut nya.
‘Balas, Sayang,” bisik Faaz lagi hingga membuat Kaila merasa ingin terbang saat itu juga.
Kaila langsung mengeluarkan tangan nya dari dalam selimut, lalu ia kalung kan di leher Faaz, ia membalas setiap pergerakan lidah dan bibir yang Faaz berikan hingga keduanya terlibat ciuman yang begitu panas.
“Eugghh, Bubu ... “ lenguh Kaila ketika ciuman Faaz kini mulai turun menyusuri leher jenjang nya. Tak hanya itu, bahkan tangan laki laki itu sudah mulai menyentuh area dada nya, meskipun masih dengan berbalut selimut tebal, namun Kaila masih bisa merasakan remasan itu.
...~To be continue .....
...Bubar woy bubarrr!...
__ADS_1
...Jangan ada yg komen, mereka belum nikah kok uah ngelakuin itu. Plis, jangan komen begitu, tidak semua anak harus baik ya, dan selagi tidak melewati batas jebol gawang, jangan di bully. Kasihan anak Mommy nanti mewek. #Kaborrrr .......