
...~Happy Reading~...
“Kai, siang ini gue harus balik ke Jogja. Lo gimana? Mau ikut sekarang atau—“
“Gue mau di rumah dulu,” rengek gadis itu masih dalam mode manja, karena datang bulan. Terlihat seperti siang ini, gadis itu tengah menyandarkan kepala nya di dada sang ayah sambil memainkan ponsel nya.
“Kenapa buru buru, No?” tanya papa Kaisar menatap putra nya namun tangan nya sejak tadi terus mengusap rambut Kaila.
Begitulah, Kaila bila dalam mode manja di rumah nya. Ia tidak akan bermanja kepada sang mama, melainkan sang papa. Dan hari ini, karena Kaila tidak keluar kamar hingga jam sembilan pagi, papa Kaisar sampai tidak ke kantor lantaran khawatir dengan keadaan putri nya.
“Ada tugas penting Pa,” jawab Kiano ikut mendudukkan diri nya di sofa.
__ADS_1
“Lo balik sama siapa? Yang lain juga balik hari ini?” tanya Kaila tanpa menatap ke arah Kiano.
“Gak tahu, tapi kayaknya Victor, Vito sama Faaz masih agak lama di Jakarta. Karena kakak nya mau menikah, lo kalau takut balik sendiri, nanti bisa bareng mereka.”
“Oke siap!” jawab Kaila semangat empat lima.
...🍁🍁🍁...
Hari berganti hari dengan begitu cepat. Kini tanpa terasa sudah satu minggu lebih Kaila di Jakarta. Dan baru beberapa hari kemarin tamu bulanan nya pergi, sehingga gadis itu bisa kembali beraktifitas seperti biasa. Hari ini, tujuan nya ia akan mengunjungi rumah sahabat sekaligus sepupu nya, tentu saja ia ingin mengunjungi lantaran ia mendengar kabar bahwa sepupu nya itu kini tengah mengandung dan tinggal di rumah orang tuanya.
“Enggak Ma, Kaila mau numpang sarapan di rumah om Abas,” jawab Kaila terkekeh, lalu segera mencium pipi kanan dan kiri sang mama, “Duluan ya Ma.”
__ADS_1
“Jangan pulang malam malam, Kai!” teriak mama Kiara yang hanya di balas lambaian tangan dari putri nya, membuat wanita paruh baya itu hanya mampu menggelengkan kepala nya saja.
Kaila sudah menyiapkan beberapa kado yang ingin ia berikan kepada Faiz. Kado yang sempat ia cari beberapa hari yang lalu saat jaaln ke mall berdua dengan kekasih nya. Ya, selama di Jakarta, Kaila dan Faaz sudah tiga kali bertemu dan jalan bareng, tentu saja mereka juga membicarakan tentang keberangkatan ke Jogja. Acara pernikahan kakak nya Faaz sudah usai kemarin, dan niatnya besok sore, mereka akan kembali ke Jogja bersama. Sementara Victor dan Vito akan pergi hari ini.
Jalanan cukup macet, karena memang ini masih cukup pagi dan bertepatan orang berangkat kerja atau anak anak sekolah. Entah apa yang ada di pikiran Kaila, mengapa ia begitu semangat pagi ini untuk menemui Faiz ketika tahu bahwa wanita itu tengah hamil.
“Kira kira kapan ya gue hamil juga? Hihihi,” gumam Kaila terkekeh sendiri sambil mengusap perut datar nya.
“Boro boro hamil, nikah aja belum. Astaga, sabar Kaila. Eh salah, sabar ya calon anak ku, entah benih darimana kamu nanti, bunda akan selalu menjaga kamu saat kamu ada,” imbuh Kaila yang semakin terkekeh geli.
“Hay calon anak anak Bunda kalian bisikan kepada calon ayah kalian, agar segera menikahi bunda ya?” gumam Kaila lagi sambil terkekeh geli sendiri.
__ADS_1
Ia pun menggelengkan kepala nya lalu melanjutkan perjalanan karena macet sudah sedikit berkurang. Dan setelah beberapa saat, akhirnya kini ia sudah tiba di kediaman rumah om kesayangan nya.
...~To be continue......