
...~Happy Reading~...
"Sini Bu." Kaila langsung melambaikan tangan nya kepada Faaz, lalu dengan cepat ia menariknya hingga membuat laki laki itu kini menindih tubuh nya.
"Kamu aja deh yang mulai, aku takut hehehe," kata Kaila menyengir tanpa dosa, seraya mengusap lembut rahang kokoh milik sang suami.
Sementara itu, Faaz hanya bisa menahan tawa nya. Saat melihat nyali Kaila yang tiba tiba menciut. Sangat berbeda dengan beberapa saat yang lalu.
"Kenapa begitu cepat hilang, nyali kamu hem?" tanya Faaz terkekeh lalu mengecup bibir Kaila.
"Bukan gitu, aku baru inget kata Faiz. Kalau untuk pertama kali gitu, katanya sakit banget. Makanya aku takut, nanti kalau udah kedua ketiga ke empat atau seterusnya, baru aku berani mimpin." jelas Kaila kembali membuat Faaz terkekeh.
"Apakah kami yakin, sudah siap? Kalau memang belum, aku masih sanggup menahan nya," ujar Faaz dengan lembut, merapikan anakan rambut yang hinggap di wajah Kaila.
"Aku udah siap dari kemaren kemaren, hanya saja tamu sialan itu datang tiba-tiba," jawab Kaila langsung memanyunkan bibir nya dengan kesal.
Dan tanpa berlama lama, karena Faaz sendiri sebenarnya juga sudah tidak bisa menahan diri sejak saat baru melihat penampilan Kaila.
Laki laki itu langsung mencium bibir Kaila dengan begitu lembut. Melu mat nya dan memasukkan lidah nya untuk bergelut manja di dalam sana. Kaila yang memang sudah fasih pun, tak tinggal diam, ia juga langsung membalas ciuman panas yang di berikan oleh Faaz.
Tangan yang sejak tadi berada di rahang kokoh Faaz, kini beralih merangkul ke leher, dan sesekali ia gunakan untuk mere mas kuat rambut suami nya.
__ADS_1
Eugghh
Kaila mendongakkan kepala nya ke atas, saat ciuman Faaz mulai turun dan beralih ke leher jenjang nya. Menyesap nya di beberapa tempat hingga meninggalkan beberapa jejak tanda cinta di sana.
Sementara itu, tangan Faaz juga tidak bisa tinggal diam. Tangan itu sudah merayap dan berjelajah untuk menarik tali tipis yang berada di bahu Kaila hingga terlepas.
Mere mas, mengecup dan bermain sebentar di sana, hingga membuat sang empu nya terus mengeluarkan suara suara nyanyian yang begitu merdu di telinga Faaz.
Dan setelah beberapa saat bermain, kini entah sejak kapan keduanya sudah sama sama toples. Faaz kembali naik ke atas dan menindih tubuh Kaila. Seolah bersiap untuk memulai pertempuran yang sesungguhnya.
"Apa kamu siap?" tanya Faaz sekali lagi, walaupun sebenarnya ia sudah sangat tidak sabar untuk langsung memasuki wanita di bawah nya.
"Huum," jawab Kaila menganggukkan kepala nya dengan napas yang sudah memburu hebat.
Kaila langsung menarik napas nya panjang dan memejamkan mata nya begitu erat. Saat merasakan adanya sesuatu yang mulai mencoba menerobos masuk ke daerah terlarang nya.
Tak ingin berteriak, gadis itu hanya bisa menggigit bibir bawah nya seraya mencengkram kuat bahu Faaz dengan sangat kuat.
"Huaaaaaaa sakittttt!" teriak Kaila pada akhirnya karena tidak sanggup menahan rasa yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
"Maaf, tahan sedikit lagi, oke." ucap Faaz yang juga tengah meringis menahan sakit.
__ADS_1
Jangan kira, laki laki itu tidak merasakan sakit. Justru laki laki itu merasakan sakit yang luar biasa, tak hanya di bagian inti nya, namun juga bagian bahu nya yang ia yakini sepertinya berdarah karena cakaran kuku dari istri nya.
"Gak mau! Lepas dulu Bu, sakit banget hiks hiks. Sakit, aku gak kuat, rasanya kaya mau mati! Bubu lepasiiiinn!" teriak Kaila menangis histeris.
Faaz masih mencoba untuk mendorong agar masuk sepenuh nya seraya membungkam bibir Kaila dengan ciuman. Namun, tiba tiba. ..
Tok.. tok.. tok...
Deg!
Seketika itu juga, kedua insan itu langsung terdiam dan saling menatap satu sama lain. Siapa yang mengetuk pintu kamar nya. Apakah suara Kaila begitu kencang, hingga membangunkan orang? Tapi kamar itu kedap suara? Batin kedua nya bingung.
...~To be continue... ...
Faaz : Mommy ada dendam apaan sih! #Menatap marah.
Mommy : Apaan sih Faaz, anak ganteng nya Mommy.
Faaz : Nanggung Mom, sedikit lagi! #Mengusap wajah frustasi
Mommy : Apanya Az yang nanggung? #๐คจ
__ADS_1
Faaz : Jangan belagak polos Mom! ๐ค
Mommy : Dih, kenapa sih ah. Marah marah mulu, udah ah, jangan ganggu lagi! Mom mau tidur! Ini malam jumat! #๐๐๐๐