Fate Story

Fate Story
Cemburu kah?


__ADS_3


Drrttt ... Drrtt .. Drrtt ...


Kaila langsung menghela napas nya dengan berat, ketika baru membuka ponsel nya dan melihat begitu banyak notifikasi masuk dari saudara kembar nya.


“Hal—“


“Lo itu kemana aja sih Kai, astaga. Gue panik dari pagi nyariin elo gak ada, Asrama gak ada, kampus juga gak ada. Lo dimana hah!” seru Kiano dari ujung sana karena sudah sangat khawatir dengan keadaan saudara kembarnya. “Besok besok, gak bakal gue bawa lo pergi pergi lagi. Nyusahin tahu gak!” imbuh Kiano langsung mengusap wajah nya dengan kasar.


“Hiks hiks hiks, Jangan marah marah huk huk hik.” Gumam Kaila sambil terisak, “Gue kecelakaan hiks kaki gue sekarat!”


Deg!


Seketika itu juga, wajah Kiano langsung terlihat pias. Kaila kecelakaan, setelah tragedi ulat bulu. Tentu saja, rasa bersalah nya kembali memuncak. Bayangan demi bayangan beberapa tahun yang lalu, saat dirinya mencelakai Kaila, seketika itu langsung terbayang kembali.


“Se- sekarang lo dimana? Rumah sakit mana?” tanya Kiano terdengar begitu panik.


“Gue baru aja balik dari rumah sakit. Sekarang di asrama, perut gue laper hiks hiks, gue gak bisa jalan. Mau ambil minum aja gak bisa, gue mesti gimana No?” tanya Kaila seperti biasa penuh drama.

__ADS_1


“Baiklah, gue ke sana sekarang. L mau makan apa?” tanya Kiano mengalah dan sudah meredam emosi nya.


“Apa aja, yang penting ikhlas.” jawab Kaila masih dengan suara isak tangis nya.


Kiano langsung mengiyakan dan memutus sambungan telfon. Ia mengurungkan niat untuk masuk ke dalam kelas, karena saat ini keadaan saudara kembar nya jauh lebih penting dari pada kuliah nya. Dan untuk pengumpulan tugas, karena itu per kelompok, hadiah Kiano meminta kepada faaz untuk mempresentasikan nya sementara dirinya akan menemui Kaila.


Ya, sebelum Kiano menghubungi Kaila, ia sudah bertemu dengan Faaz, dan laki laki itu terpaksa berbohong seperti yang di perintahkan oleh Kaila. Sungguh aneh memang, dirinya bukanlah orang yang mudah untuk di suruh apalagi dalam hal berbohong. Namun, entah mengapa, berbeda ketika ia di suruh oleh Kaila.


“Kiano mau kemana?” tanya Fayya ketika melihat Kiano tengah berjalan terburu buru menuju parkiran.


“Ke asrama, kamu mau kemana?” jawab Kiano yang juga balas bertanya.


“Mau bareng?” tanya Kiano memberikan penawaran.


“Gapapa emang? Nanti ada yang—“


“Siapa sih yang marah?” tanya Kiano langsung memotong ucapan Fayya dengan cepat.


“Cewek kamu lah, yang waktu itu aku lihat,” kata Fayya dengan tersenyum lebar.

__ADS_1


“Lihat dimana?” tanya Kiano mengerutkan dahi nya.


“Iks, waktu kita baru sampai di Jogja, aku lihat ada cewek yang nyium kamu. Tapi itu bukan Kaila, tapi aku juga gak tahu dia siapa. Emang dia siapa? Badan nya lebih kecil, tapi muka nya gak kelihatan.” Jawab Fayya menjelaskan sambil berusaha mengingat.


Untuk sesaat Kiano berfikir dan mengingat siapa gadis yang di maksud oleh Fayya. Hingga tiba tiba ia mengingat siapa gadis itu dan langsung tersenyum getir sambil menggelengkan kepala nya.


“Ckckck, sudahlah, ayo naik,” ucap Kiano memberikan helm kepada Fayya dan menyuruh nya agar segera naik motor.


“Beneran nih aku naik? Nanti—“


“Gak ada yang marah Fay. Kecuali kamu udah punya cowok, mungkin nanti baru akan ada adu jotos,” saut Kiano dengan cepat.


Bug!


“Sembarangan kalau bicara!” cetus Fayya langsung memukul punggung lebar milik Kiano dan memanyunkan bibir nya kesal.


Kiano tidak menjawab lagi, is justru terkekeh. Entah mengapa, mendengar pertanyaan Fayya yang mengingatkan nya akan ciuman itu membuat hatinya sedikit berbunga. Apakah itu berarti Fayya cemburu? Batin Kiano sedikit bersorak, sampai melupakan kegentingan nya tadi ketika menelfon Kaila. Karena kini di hatinya sudah tergantikan oleh perbincangan nya dengan Fayya.


...~To be continue .... ...

__ADS_1


__ADS_2