Fate Story

Fate Story
Calon rentenir


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Sudah cukup!” seru papa Kaisar melerai perdebatan kedua anak nya.


Laki laki tiga anak dan satu cucu itu, hanya bisa menghela napas nya dengan kasar. Lalu kemudian sedikit melirik ke arah istri nya yang memiliki ide untuk memberikan pelajaran kepada Kaila. Awalnya, papa Kaisar tidak setuju, namun karena keputusan sang istri yang ingin Kaila lebih mandiri dan sadar diri tentu nya. Akhirnya papa Kaisar menurut, selama beberapa bulan ini, memang ia sangat jarang mendengar kabar negatif tentang Kaila selama kuliah di Jogja. Papa Kaisar menghela napas nya lega karena berfikir bahwa keputusan istrinya adalah jalan benar.


Namun, siapa sangka setelah berbulan bulan kini kedua anak nya pulang ke Jakarta, dan malah membuat perdebatan seperti itu.


“Kalau Papa ikut bela Kiano dan Mama, berarti fiks Kaila anak pungut! Kaila akan pergi dari rumah!” cetus gadis itu langsung mendudukkan dirinya dengan kasar di sofa.


“Kamu mau pergi kemana?” tanya Kenzo yang sejak tadi diam ikut angkat bicara.

__ADS_1


“Kemana aja, asal gak di rumah! Kaila bisa pergi ke rumah om Abas. Setidaknya, di sana Kaila tidak akan di perlakukan tidak adil!” balas nya mendengus.


“Jadi, kamu mau nya gimana?” tanya mama Kiara pada akhirnya ikut mengalah, “Kamu mau bawa mobil juga ke sana? Kalau motor, mama tidak akan setuju!”


“Gak mau! Kaila gak mau mobil. Kaila mau uang jajan Kaila di balikin seperti biasa, berikut juga dengan denda dan bunga nya selama delapan bulan ini!” jawab Kaila dengan tegas dan yakin.


“Denda? Bunga?” gumam Kenzo dan Naura secara bersamaan lantaran bingung.


“Apalagi itu budek?” tanya Kenzo menggaruk tengkuk nya.


“Adalah makanan di sana. Kakak mana paham! Yang jelas, Kaila di sana tersiksa, gak bisa makan enak kalau gak di traktir. Belum lagi setiap akhir minggu bunyi token listrik itu sangat menyiksa Kaila. Gendang telinga Kaila rasanya mau pecah kalau sudah mendengar suara itu! Menyebalkan! Sementara Kiano, mana pernah dia ngerasain kaya gitu. Dia akan anak emas, anak kesayangan papa sama Mama!” ungkap nya panjang lebar meluapkan segala unek unek nya selama ini.

__ADS_1


“Itu gudeg Kaila,” desis Kiano langsung memijit pelipis nya yang mendadak pusing.


“Sama saja!” balas Kaila enggan mengakui kesalahan nya.


“Terserah!” ucap Kiano, lalu laki laki itu segera beranjak dari sofa dan hendak kembali ke kamar. “Ah satu lagi, kalau lo minta bunga ke Mama dan Papa, maka gue juga akan minta denda sama lo. Daftar utang lo ke gue, bakal gue list dan kirim lewat wa.” Imbuh nya dengan senyum menyeringai menatap Kaila.


“Tuh kan, mama sama papa denger sendiri apa yang di bilang Kiano. Dia aja minjemin Kaila sampai minta bunga segala! Anak kesayangan mama itu mau jadi rentenir kali, sama saudara sendiri sampai minta bunga!” seru Kaila langsung mendengus dan melemparkan bantal sofa ke arah Kiano.


Sementara itu, orang tua serta kakak Kaila hanya mampu menghela napas nya kasar. Tidak ada yang menyaut atau menjawab perkataan Kaila. Bukan tidak bisa menjawab, melainkan sudah jengah dengan ocehan Kaila. Bagaiman bisa, gadis itu mengatai saudara kembar nya seorang rentenir hanya karena meminta bunga atas uang yang selama ini di pinjamkan ke Kaila.


Lalu bagaimana dengan Kaila yang meminta denda beserta bunga kepada orang tua nya, lantaran sudah memangkas uang jajan selama beberapa bulan?

__ADS_1


...~To be continue .......


__ADS_2