
...~Happy Reading~...
Cklek!
Ketika pintu ruang UGD terbuka, Kiano dan Fayya pun segera bangkit dari tempat duduk nya dan menghampiri sang dokter.
“Bagaimana keadaan adik saya Dok?” tanya Kiano dengan penuh kekhawatiran.
“Pasien mengalami Hipotermia, tapi syukurlah kondisi nya sudah stabil. Beruntung, pasien segera membawa nya kemari dan lekas mendapatkan pertolongan, karena kalau tidak ... saya tidak bisa memprediksi nya lagi,” ujar dokter itu dengan suara lemah.
“Jadi, apakah kami bisa menemuinya Dok?” tanya Fayya.
“Belum bisa. Biarkan pasien istirahat dulu sampai kondisinya benar benar stabil. Dan Pasien akan segera di pindahkan ke ruang perawatan, baru nanti kalain bisa menemui nya.” Jawab Dokter memberikan penjelasan, Kiano dan Fayya pun mengangguk paham dan kembali menunggu di ruang tunggu.
“Tenanglah No, Kaila udah gapapa. Dia gadis yang kuat kok, jangan khawatir lagi,” ucap Fayya meraih tangan Kiano dan menggenggam nya, mencoba untuk menenangkan laki laki tersebut.
__ADS_1
“Iya, kamu benar. Dia gadis yang kuat, meskipun terkadang ceroboh, manja dan menyebalkan tapi dia gadis yang sangat kuat,” gumam Kiano lirih, kini ia menyandarkan kepala nya di bahu Fayya, dan seketika itu juga tangan Fayya spontan langsung mengusap kepala Kiano.
“Sebentar lagi pasti dia sadar, dan kita bisa segera menemui nya,” ujar Fayya lagi yang langsung di balas anggukan kepala oleh Kiano.
"Terus berdoalah, dan pikirkan yang baik baik. Percaya sama Tuhan bahwa Kaila akan baik baik saja," imbuh Fayya mengusap lembut rambut kepala Kiano.
Sementara itu, di tempat yang berbeda, kini Faaz juga tengah bersiap untuk mengemasi pakaian nya. Tadi ia mendapatkan kabar dari Victor, yang mengatakan bahwa Kaila kritis di rumah sakit. Entah apa dan bagaimana bisa Kaila sudah berada di Jogja dan kritis, yang jelas kini ia harus segera pergi dan menemui Kaila.
“Faaz, kamu mau kemana? Ini sudah malam!” tanya mama Michele ketika melihat putra nya menuruni tangga dengan langkah terburu buru.
Bukan hanya langkah kaki yang terburu buru yang Michele membuat nya penasaran, melainkan karena anak nya itu kini membawa sebuah ransel yang berarti Faaz akan pergi dari rumah, atau malah akan kembali ke Jogja? Malam malam begini? Batin Michele bingung.
Dan benar saja, Michele pun langsung memejamkan mata nya dan menghela napas nya berat.
“Faaz, mama sudah minta maaf. Kenapa kamu harus pergi? Ini sudah malam,” kata mama Michele menyesal, “Mama benar benar reflek tadi Faaz. Jangan begini dong.”
__ADS_1
“Ma! Bukankah dari awal, Faaz sudah bilang kalau Faaz tidak mau di jodohkan? Mama yang terus memaksa Faaz. Dan tentu saja Mama ingat bagaimana perjanjian awal kita bukan?” Tanya Faaz langsung membalik tubuh nya dan menatap sang mama.
“Kalau Faaz tidak bisa mencintai Erish, maka perjodohan ini batal!” imbuh Faaz penuh penekanan.
“Tapi perjanjian kita sampai Erish lulus sekolah. Dan sekarang dia belum lulus, jadi ini belum berakhir, bisa saja nanti, besok, lusa atau kapan kamu bisa mencintai Erish kan? Mama tahu kalau saat ini kamu sedang dilema, perasaan kamu masih ragu, tapi mama yakin kalau—“
“Mah!” seru Faaz langsung memotong ucapan sang mama, “Faaz capek menuruti semua permintaan Mama! Sekarang, Faaz sudah putuskan, kalau Faaz tidak akan pernah menikah kalau bukan dengan pacar Faaz. Dan Faaz akan melakukan segala macam cara sampai mama berhenti menjodohkan Faaz dengan Erish!” imbuh nya lalu ia segera pamit pergi meninggalkan rumah.
"Faaz tunggu dulu! Faaz, mama belum selesai bicara!" pekik mama Michele dengan begitu kesal.
Faaz tidak memperdulikan panggilan sang mama. Ia seolah sudah menulikan telinga nya dan terus nekat pergi dengan mengendarai mobil nya cukup kencang menuju bandara, karena tadi ketika mendapatkan kabar, ia segera mencari tiket pesawat dan beruntung, ia mendapatkan penerbangan malam ini langsung.
...~To be continue .......
...Hari ini Mommy libur loh yah... Dan hari ini kita akan ketemu sama Yaya. Jangan lupa mampir yah, ke kamar Yaya dan Reva 🥰😍😍😍...
__ADS_1
...Klik profil Mommy dan scrol ke bawah sampai ketemu kamar Yaya di Chat story 🥰🥰...