
“Astaga Kai, kok kaki kamu bisa jadi mumi gini sih?” tanya Fayya yang begitu terkejut ketika memasuki kamar Kaila dan mendapati gadis itu tengah terbaring di tempat tidur dengan kedua kaki yang di perban.
“Gimana ceritanya kamu bisa luka kaya gini? Kecelakaan kaya gimana yang lo maksud?” tanya Kian mengerutkan dahi nya.
Ia berfikir bahwa Kaila terluka karena tertabrak atau terserempet mobil. Namun ia salah, melihat kondisi tubuh Kaila, ia nampak tidak kenapa kenapa, hanya kaki nya saja yang terluka. Tidak ada bekas goresan atau sedikit lebam di bagian tubuh yang lain.
“Kiano sakit!” seru Kaila ketika Kiano menyentuh kaki nya yang di perban.
“Gue cuma mau mastiin,” ucap Kiano dan segera membuka perban Kaila.
“Sumpah, lo gila No. Bisa bisa nya lo buka perban gue Cuma buat mastiin! Setan lo No!” pekik Kaila sampai meneteskan air mata nya ketika Kiano menggunting perban yang sudah di pasang nya oleh Faaz.
__ADS_1
“Kiano, jangan begitu. Kaila kesakitan!” sambung Fayya langsung memukul bahu Kiano.
“Astaga Kai, ini kenapa?” tanya Fayya sedikit terkejut ketika melihat luka di telapak kaki Kaila.
“Hiks hiks hiks, pergi lo!” seru Kaila langsung mendorong tubuh Kiano dari tempat tidur nya.
Rasanya ia sudah lelah menangis karena menahan sakit. Susah payah ia berdebat dan berteriak karena Faaz bahkan sampai tangan dan kaki nya di ikat kain oleh Faaz. Namun kini dengan mudah nya Kiano justru malah membuka paksa perban itu.
‘Emang dasar saudara lucknat kaya gitu! Titisan setan!’ umpat Kaila dalam hatinya.
“Kita ke rumah sakit!” ucap Kiano kembali panik dan hendak menggendong Kaila, namun dengan cepat gadis itu menolak dan mendorong kasar tubuh saudara kembar nya.
“Gak mau!” pekik Kaila masih dengan isak tangis nya, “Lo kalau gak mau ngurusin gue ya udah. Gak usah sampai kaya gini. Lo jahat tau gak! Saudara gak ada akhlak, gak punya perasaan dan gak punya rasa per perisaudaraan! Pergi aja lo sono, pergi!” usir Kaila terus melemparkan bantal ke arah Kian.
__ADS_1
“Oke gue minta maaf. Gue minta maaf,” ucap Kiano begitu menyesal, ia segera mengambil bantal dari tangan Kaila dan segera memeluk nya. “Udah tenang, gue udah minta maaf. Jangan nangis lagi, udah.”
"Permintaan maaf lo gak bakal bisa bikin perut gue kenyang, No! Tujuan lo kesini mau buat apa hah? Mau nganterin makanan atau mau ngeraguin gue hah! Jahat banget gue punya saudara kaya lo! "
“Kaki gue sakit No hiks hiks, kaki gue sakit. Gue semaleman gak bisa tidur, lo malah enak enakan nuduh gue. Sekarang gak cuma fisik gue yang luka, tapi hati gue juga luka. Tertekan gue lama lama punya saudara kembar kaya elo hiks hiks hiks.” Gumam Kaila terisak di pelukan Kiano.
“Iya gue salah, sorry. Gue minta maaf, udah ya. Lo mau apa, gue beliin sekarang. Tadi gue lupa karena terlalu khawatir sama lu." Bujuk Kiano sedikit berbohong dan masih berusaha menenangkan Kaila.
Sementara itu, Fayya yang melihat perdebatan dan adu mulut antara Kaila dan Kiano hanya mampu diam dan menghela napas nya sedikit berat. Dalam hati ia juga banyak bertanya tanya. Bagaimana bisa Kaila tertekan memiliki saudara sebaik Kian? Lantas apa kabar Kiano yang memiliki saudara kembar seperti dirinya? Batin Fayya bingung.
Namun, di luar itu semua. Fayya juga begitu salut, karena Kiano begitu sabar dan dewasa dalam menghadapi sikap dan sifat Kaila. Kagum? Tentu saja, Fayya sangat kagum. Siapa yang tidak kagum pada sosok Kiano? Tampan, baik hati, suka menolong, asik, lembut, dan juga penyayang. Bukankah itu laki laki idaman? Batin Fayya dalam hatinya, hingga tanpa sadar ia menyunggingkan senyum.
...~To be continue .......
__ADS_1
...Jadi disini siapa yang tertekan punya saudara kembar? Kaila apa Kiano?...