Fate Story

Fate Story
Kata adalah doa


__ADS_3


...Yang udah baca part ini, mohon untuk baca ulang di part sebelumnya. Karena isi part sebelumnya sudah mom ganti. Atas ketidaknyamanan nya mommy ucapkan Maaf. karena udah salah upload isi bab 🙏🙏😭😭😭...


🍁🍁🍁🍁


Fa’az menghentikan motor nya di sebuah warung makan sederhana yang memiliki beberapa tempat lesehan. Ya, bagi Kaila dan Fa’az tentu saja sederhana, namun bagi orang biasa, rumah makan itu terlihat cukup bagus karena memiliki beberapa saung yang di gunakan untuk lesehan.


“Kita sarapan dulu, habis itu kamu minum obat nya dan kita pulang,” ucap Fa’az yang entah ke berapa kali nya, hingga membuat Kaila mendengus.


“Ternyata kamu melebihi Kiano, cerewet nya,” cetus Kaila memberengut kesal.


“Terserah,” balas Fa’az nampak acuh dan cuek, lalu ia segera memesan beberapa menu untuk nya dan Kaila sarapan.


Keduanya makan dengan cukup hikmat, hingga setelah beberapa saat Kaila sudah menghabiskan makanan nya, lantas ia segera meminum obat nya agar gatal yang ia rasakan tidak berlarut larut.


“Aku mau ke toilet dulu,” ucap Kaila berpamitan kepadaFa’az.


Laki laki itu hanya menganggukkan kepala nya dan kembali melanjutkan makan nya. Hingga tiba tiba suara dering ponsel dari tas Kaila sedikit mengganggu nya. Awalnya, Fa’az ingin mengabaikan nya namun karena Kaila tak kunjung kembali, akhirnya ia penasaran dan langsung mengangkat panggilan telfon itu.

__ADS_1


‘Sayang kamu dimana? Kamu tahu, aku benar-benar gila tanpa kamu. Sayang, aku mohon kita kembali lagi, kita bisa mengulang lagi semuanya, Kaila aku sangat mencintai mu, aku mohon plis come back. Aku—“


“Kaila sedang ada di toilet, ada yang bisa saya bantu?” tanya Fa’az dengan suara datarnya.


“I—ini siapa? Di kamar mandi? Heh lo apain cewek gue bangsaat!” pekik seorang laki laki dari seberang sana yang terdengar begitu murka.


“Menurut mu?” tanya Fa’az begitu santai.


“Anjingg, dimana kalian sekarang! Jawab!” bentak nya lagi membuat Fa’az hanya mampu tersenyum sinis.


“Apakah benar kamu seorang laki laki? Coba periksakan diri mu lagi bro. Laki laki sejati tidak akan berselingkuh apalagi bermain gila, lebih baik periksakan diri kamu terlebih dulu, apakah masih pantas di sebut laki laki atau tidak.” Ucap Fa’az begitu santai, dan tanpa pikir panjang, ia segera mematikan sambungan telefon secara sepihak ketika melihat Kaila sudah berjalan ke arah nya.


Dengan cepat, Fa’az memblokir nomor laki laki itu dan menghapus log panggilan agar Kaila tidak tahu. Dan bertepatan dengan itu, tiba tiba sebuah panggilan kembali masuk namun dari Kiano.


‘Fa’az, bagaimana keadaan Kaila? Kami baru turun, tapi huajn deres banget sekarang. Dia gapapa kan? Kalian dimana sekarang?” tanya Kiano terdengar begitu panik ketika mendengar kabar dari Salsa dan Bella bahwa Kaila sudah turun lebih dulu karena terkena ulat bulu.


Namun, ketika Kiano dan yang lain sudah tiba di parkiran dan bersiap pulang, hujan deras tiba tiba mengguyur daerah pegunungan hingga membuat mereka belum bisa langsung pulang.


“Kiano gue sekarat!” seru Kaila langsung merebut ponsel nya dari tangan Fa’az.

__ADS_1


“Kai, dimana kamu sekarang? Disini hujan deres, aku gak bisa langsung ke sana. Kamu—“


“Hiks hiks jahat banget lo, sumpah.” Ucap Kaila terisak kembali.


“Sorry, aku minta maaf. Jadi katakan gimana kamu sekarang? Apakah parah?” tanya Kiano lagi dengan nada yang belum bisa tenang.


“Kaila sudah gapapa. Aku sudah membawa nya ke klinik, dan dia sudah makan juga minum obat, Jangan khawatir,” saut Fa’az menjawab kekhawatiran Kiano.


Dan benar saja, setelah mendengar jawaban dari Fa’az, kini Kaila dan Fa’az bisa mendengar suara helaan napas lega dari Kiano.


“Syukurlah, Fa’az, aku titip Kaila sebentar, begitu hujan disini reda, aku pasti akan langsung pulang,” ujar Kiano masih terdengar sedikit khawatir.


“Tenang aja.” Jawba Fa’az yang mampu membuat kaila berdecak dan menatap nya tajam.


“Kan gue bilang, kalau gue sekarat! Kenapa lo bilang gue gapapa sih!” ucap Kaila langsung protes kepada laki alki di depan nya.


“Setiap kata itu doa, kamu mau beneran sekarat?” tanya Fa’az menatap Kaila begitu lekat.


“Ya gak mau lah!” jawba nya langsung memanyunkan bibir nya kesal.

__ADS_1


“Ya udah, mulai sekarang bicara yang baik baik. Buang itu perkumpulan setan apalagi binatang yang tidak bersalah kamu ikut sertakan, ucapkan yang baik baik agar kamu bisa lebih baik lagi. Terima dan jalani semuanya dengan ikhlas, maka kamu tidak akan tersiksa lagi. Nikmati setiap waktu nya, karena setiap waktu yang sudah terbuang tidak akan bisa kembali lagi,” tutur Fa’az panjang lebar, yang mana mampu membuat kaila seketika langsung terdiam.


...~To be continue .......


__ADS_2