Fate Story

Fate Story
Undangan Victor


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Seperti janji Faaz, ketika bis sudah mulai berjalan beberapa saat. Ia pun juga sudah menyelesaikan perbincangan nya dengan sang mama, kini Faaz mulai turun dari tempat duduk nya dan ikut masuk ke dalam tempat duduk Kaila.


Sementara itu, Kaila yang tadi sudah bisa tertidur kini di buat terkejut oleh kedatangan sang kekasih nya. Bukan marah, gadis itu justru merasa senang dan berbunga tentu nya. Ia sedikit bergeser dan segera memeluk tubuh Faaz dengan begitu erat.


“Masih sakit?” tanya Faaz pelan agar suaranya tidak terdengar oleh Bella yang duduk di barisan belakang Kaila. Entah Bela atau Salsa, Faaz tidak tahu karena yang ia tahu kursi itu milik mereka.


Jangan bingung, mengapa Faaz bisa mendapatkan tempat duduk di sebelah Kaila, padahal saat pertama naik Bis, Faaz duduk di belakang bersama Kiano dan yang lain. Demi Kaila, Faaz sampai rela membayar sepuluh kali lipat untuk membayar kursi itu agar ia bisa berada di dekat Kaila. Beruntung, orang yang sudah duduk lebih awal tidak rewel dan langsung mau bertukar kursi dengan Faaz.


“Udah mendingan sih sejak minum obat dari Bella tadi. Tapi masih sedikit nyeri kalau di buat banyak gerak,” kata Kaila seperti biasa. (Manja)


“Mau di usapin?” tanya Faaz, dan langsung di balas anggukan kepala oleh Kaila.

__ADS_1


“Kasih minyak ini deh, tadi di usapin sama Fayya enak banget,” gumam Kaila memberikan botol minyak kayu putih kepada Faaz,


Dengan telaten, perlahan juga penuh perhatian, Faaz mulai menuangkan minyak ke telapak tangan nya untuk ia oleskan ke perut Kaila. Jangan tanyakan bagaimana perasaan nya saat ini, karena ia sejak tadi hanya mampu diam dan menurut sambil sesekali menahan napas.


Meskipun Faaz pernah menyentuh bahkan meremas area dada Kaila, namun saat itu masih terbungkus kain. Sementara kini? Ia benar benar menyentuh kulit Kaila, khusus nya perut. Traveling? Come on, hanya laki laki tidak normal yang tidak akan traveling. Apalagi kini posisi Faaz tengah memeluk Kaila dari belakang sambil menatap ke arah jendela.


“Sudah?” tanya Faaz yang sesekali harus menelan saliva nya.


Setelah beberapa jam kemudian, kini bis yang di tumpangi oleh mereka sudah tiba di sebuah terminal. Semuanya turun begitu pun dengan Kaila dan Faaz yang sudah bersiap sejak tadi.


“Oke, jadi kita pisah disini ya?” ujar Kiano meminta tas milik Kaila dari tangan Faaz.


“Ketemu lagi besok malam.” Sambung Victor yang langsung di balas anggukan oleh Kiano dan yang lain nya.

__ADS_1


“Kai, besok kamu datang kan? Aku jemput ya?” tanya Victor menghampiri Kaila hingga membuat gadis itu terkejut, dan spontan langsung melirik ke arah Faaz yang sudah menatap nya dengan ekspresi datar.


“Hemm, gue—“


“Biar besok dia bareng sama gue,” ujar Kiano langsung memotong jawaban Kaila, “Lo tenang aja, gue pastiin Kaila bakal datang sama gue.”


“Bener Vic, gak mungkin lo bisa jemput Kaila. Ini acara orag tua elo, masa lo malah mau kelayapan?” kata Vito ikut bersuara dan di iringi oleh decakan.


“Hemm, ya sudah. Aku jemput kamu di edpan pintu aja besok,” ucap Victor tersenyum kepada Kaila, “Kamu akan menjadi tamu spesial ku besok.”


“Ini acara orang tua lo, apa elo sih?” tanya Kaila dengan berdecak kesal, karena sejak tadi ia sudah mendapatkan tatapan tajam dan menusuk dari kekasih nya, seolah laki alki itu melarang nya untuk datang.


...~To be continue ,.......

__ADS_1


__ADS_2