
...~Happy Reading~...
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam. Kini akhirnya Victor, Vito dan Faaz sudah tiba di rumah sakit. Ketiga nya bergegas untuk langsung masuk ke dalam, karena menurut bunda Anna. Sang ayah sudah di tangani oleh dokter.
"Bunda, bagaimana keadaan Ayah?" tanya Victor ketika sudah tiba di depan ruangan sang ayah.
"Ayah gapapa. Bunda hanya panik tadi," jawab bunda Anna menghela napas nya sedikit berat, "Perusahaan mengalami masalah, dan ayah kamu—"
"Masalah apa Bun?" tanya Victor mengerutkan dahi nya.
"Bunda kurang paham. Tapi, tadi saat om Gani datang dan mengobrol, tiba tiba ayah pingsan."
Baik Victor, maupun dua sahabat nya hanya mampu terdiam mendengarkan cerita sang bunda. Setidaknya, kini kondisi sang ayah sudah lebih baik.
"Bun, kakak sudah di beritahu?" tanya Victor mengalihkan pembicaraan.
Bunda Anna pun menggelengkan kepala nya pelan. Dengan cepat, Victor pun mencoba untuk menghubungi sang kakak. Namun ternyata nomor nya tidak aktif.
__ADS_1
Mencoba lagi, dan hingga beberapa kali, nomor sang kakak tidak dapat di hubungi.
"Gak aktif Bun, kakak kemana?" gumam Victor sedikit mengerutkan dahi nya, "Az, memang kak Mike masih di Jakarta?"
"Aku gak tau," jawab Faaz menggelengkan kepala nya. Karena memang dia sudah hampir dua bulan tidak pulang ke Jakarta. Dan ia juga sangat jarang memegang ponsel.
"Dari kemarin ayah kamu sudah mencoba menghubungi kakak, tapi gak bisa," ujar bunda Anna begitu lemah.
"Nanti, Victor coba datang ke rumah kakak ya Bun," ujar Victor mencoba menenangkan sang bunda.
Sebenarnya, Victor sendiri juga heran, mengapa nomor sang kakak bisa tidak aktif. Padahal, biasanya kakak nya paling rajin mengisi daya ponsel. Jadi, sangat tidak mungkin bila sampai Chila kehabisan batrei.
"Sepi banget Az," gumam Victor pelan, saat sudah tiba di kediaman rumah sang kakak.
"Biasanya jam segini kak Chila lagi duduk di sana," sambung Faaz yang juga merasa aneh, "Atau mungkin lagi di butik?"
"Tapi kalau di butik, kenapa nomornya gak aktif? Kita coba masuk dulu, kalau gak ada, berarti iya lagi di butik." ucap Victor yang langsung di balas anggukan oleh Faaz.
__ADS_1
Rumah itu benar benar sangat sepi, bahkan pembantu yang biasa membantu di sana pun tidak terlihat. Membuat Victor dan Faaz semakin bertanya tanya. Hingga, pada akhirnya keduanya memutuskan untuk datang ke Butik.
"Hah, gak ada? lalu kakak dimana?" tanya Victor langsung memekik kaget saat mendengar penuturan salah satu karyawan butik, yang mengatakan bahwa kakak nya sudah beberapa hari tidak datang ke Butik.
"Vic, kayaknya ada yang gak beres," gumam Faaz pelan sambil berfikir keras.
"Kakak menghilang, coba kamu hubungi om kamu Az?" ucap Victor memberikan perintah kepada Faaz.
Faaz menganggukkan kepala nya, ia segera menghubungi Mike, namun nomor tidak mendapatkan jawaban. Faaz cukup mengerti, mungkin Mike sedang sibuk bekerja.
"Mungkin gak sih kalau kak Chila ikut om Mike?" tanya Faaz menatap Victor.
"Bisa jadi sih, karena kan beberapa hari kemarin kak Mike pulang. Bisa aja kak Chila ikut ke sana sekalian liburan. Tapi—"
"Tapi apa?" tanya Faaz.
"Tapi kenapa gak pamit sama Bunda?" jawab Victor sedikit bingung, pasalnya tadi bunda juga mengatakan bahwa Chila tidak bisa di hubungi.
__ADS_1
...~To be continue......