
🍁🍁🍁
“Huaaaaaaaaaaaa!” teriak Kaila ketika pagi hari membuat seluruh orang yang berada di camp itu langsung terkejut dan mendekati tenda Kaila.
“Ada apaan sih Kai?” tanya Salsa dari arah luar tenda.
“Ada ulet bulu!” pekik Kaila yang langsung menghambur keluar hingga membuat kaki nya terserimpet tenda dan berakhir menubruk orang yang di depan nya.
Brukk!
Untuk sesaat, mata keduanya saling menatap, dengan posisi tubuh Kaila yang berada di atas tubuh seorang laki laki yang tadinya hendak membantu Kaila untuk membuka tenda. Namun siapa sangka bahwa ternyata justru ia di tubruk oleh gadis itu.
Ehemmm!
Mendengar suara deheman dari teman teman nya, seketika membuat Kaila dan Faaz langsung tersadar. Kaila segera bangkit dan kembali bergidik membayangkan bagaimana ulet bulu itu berjalan di depan mata nya.
__ADS_1
Seketika itu juga, Kaila merasa seluruh tubuh nya gatal gatal, dan hampir menangis.
“Kiano mana? Gue mau pulang hiks hiks hiks,” tanya Kaila kepada dua sahabat nya sambil terus menggaruk seluruh badan nya.
“Kiano, Fayya, Victor sama Vito belum balik. Mereka masih di atas,” jawab Bella membuat tangis Kaila semakin pecah, bahkan kini gadis itu sudah terduduk di tanah dengan tangan yang masih terus mengusap tangan dan kaki nya.
“Mandi gih, abis itu kita turun,” ucap Salsa memberikan saran.
“Gak mau, gue mau pulang pokoknya hiks hiks,” kata Kaila tetap pada pendirian nya.
“Sebentar lagi mereka juga balik, tunggu sebentar lagi. Sekalian kita beres beres dulu,” ujar Faaz dengan ekspresi wajah datar nya seperti biasa.
“Kai, jangan gila deh. Masa gara gara ulat bulu doang lo sampai kaya gini?” tanya Salsa tak habis pikir.
“Terserah, kalian disini aja, tungguin mereka!” kata Kaila enggan berkomentar lebih, ia menghapus air matanya dan bersiap untuk pergi, namun lagi lagi tangan nya di tahan oleh seseorang.
“Aku ambil tas dulu,” ucap nya menatap Kaila memohon, lalu segera berlari ke tenda nya untuk mengambil tas dan peralatan lain nya.
__ADS_1
“Kalian tunggu mereka datang. Dan bilang kalau kami turun dulu, kalian jangan kemana mana,” ucap Faaz dengan tegas kepada dua gadis di depan nya.
“Ckckc, tidak perlu khawatirkan kami. Khawatirkan itu si ratu rusuh yang lagi ngambek!” kata Bella menghela napas nya kasar.
“Menurut lo wajar gak sih, kalau Kiano darah tinggi ngadepin Kaila. Kita aja yang jarang ketemu bisa darting selalu, apalagi Kiano. Lo bisa bayangin gak?” tanya Salsa kepada Bella.
“Mungkin ini salah satu alasan Kiano dulu memilih sekolah di luar negri. Tapi apes nya kini kuliah dia harus disini lagi gara gara Kaila,” kata Bella terkekeh.
“Ckckck, gue penasaran dulu tante Kiara salah ngidam kali ya. Perasaan dua kakak Kaila gak gini gini amat deh,” ucap Salsa menggelengkan kepala nya.
“Iya, kak Ken dan Kiano baik, ganteng dan kalem semua. Tapi kenapa Kaila malah kaya gitu ya?” gumam Bella juga ikut menggelengkan kepala nya.
(Mommy be like : mereka gak kenal akang rusuh yang sesungguhnya 😎 )
“Kaila sama Faiz kayaknya mereka yang kembar deh harusnya. Jangan jangan Faiz sama Kiano ketukar lagi pas di rumah sakit. Jadi sebenarnya, Kiano itu anaknya om Bastian, dan Faiz itu saudara kembar Kaila. Mungkin!” pekik Salsa terkejut sendiri.
“Si begokk, umur mereka beda woy! Lagian gak mungkin banget Faiz sama Kiano ketukar, ckckck. Otak halu lo itu udah terlalu jauh berkelana, udah yok ah, mending kita mandi. Biar nanti mereka datang kita bisa langsung pulang,” ucap Bella yang langsung di balas anggukan kepala oleh Salsa.
__ADS_1
...~To be continue .....
...Jadi menurut kalian Kaila, Kiano dan Faiz ketuker gak?...