Fate Story

Fate Story
Kehancuran Fa'az


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Dengan langkah perlahan namun pasti, Faaz mulai memasuki ruangan Jenazah, menghampiri satu buah brankar yang terletak di ujung ruangan. Kain putih yang menutup tubuh seseorang di bawahnya,kini terlihat sedikit kotor dengan noda darah.


Dalam hati, Faaz sangat berharap bahwa itu benar bukan kekasih nya. Faaz berharap bahwa orang orang itu salah, Kaila baik baik saja. Gadis itu sudah berjanji tidak akan meninggalkan nya, mereka akan selalu bersama selama nya.


Faaz mengepalkan tangan nya dengan kuat, air mata sudah berusaha mati matian ia bendung. Dan dengan tangan bergetar ia berusaha membuka kain penutup berwarna putih itu dengan sangat pelan. Hingga saat ia sudah berhasil membuka bagian wajah itu, ia langsung menatap tak percaya.


Deg!


Air mata yang sejak tadi ia tahan dan bendung, kini nyatanya berhasil lolos saat ia sudah melihat dengan jelas siapa yang berada di bawah kain putih itu.


“Gak! Gak mungkin, ini bukan Kaila ini, ini bukan kamu kan Mu? Ini bukan kamu hiks hiks. Kamu gak mungkin ninggalin aku, gak mungkin!” Laki alki itu langsung terjatuh ke lantai, lutut nya terasa sangat lemas, dengan tangan yang terus mencengkram sisi brankar dengan kuat.

__ADS_1


Gadis yang sangat ia cintai, yang ia tunggu tunggu selama ini. Kini tengah terbaring lemah tak berdaya di bawah selimut berwarna putih.


Rambut yang tadi tergerai begitu indah kini sudah terlihat begitu berantakan dengan beberapa bekas noda darah di kepala nya. Wajah yang semua berseri dengan memancarkan senyuman cantik, kini terlihat begitu pucat dengan beberapa luka lebam dan jahitan di beberapa bagian.


“Mu, gak mungkin. Kamu gak mungkin ninggalin aku secepat ini kan? Gak mungkin,” racau nya dengan tubuh yang sudah bergetar hebat.


Aaarrkkkkhhhhhhh!


“Sayang, bangun. Mumu, bangunlah ayo bangun aku mohon hiks hiks hiks. Kamu bilang, kita mau menikah, ayo bangun aku akan langsung menikahi kamu. Kita menikah sekarang, a—aku ... aku akan menyiapkan semua nya, aku sudah bekerja aku sudah punya uang sendiri. Kita bisa segera menikah, dan aku, a—aku akan buat kamu bahagia.”


“Ayo Mu bangunlah. Kamu bilang gak akan ninggalin aku, kita tidak akan terpisahkan, kenapa sekarang kamu ninggalin aku, ku mohon bangunlah. Jangan jadi orang jahat Mu, ini gak lucu. Kamu bilang kita tidak akan terpisahkan!”


“Hey, bangunlah Sayang. Aku mohon.”

__ADS_1


Faz terus meracau dan memohon kepada jasad di depan nya, berharap mata yang tertutup itu akan terbuka. Namun sekuat apapun ia memohon, nyatanya gadis itu tidak juga membuka mata.


“Faaz, sudah cukup Nak, biarkan Kaila tenang di sana.” Ujar seorang wanita paruh baya yang berdiri di belakang Faaz.


“Enggak Tante, Kaila hanya tidur. Sebentar lagi dia akan sadar dan bangun. Faaz yakin, sebentar lagi Kaila akan bangun kok,” ujar Faaz masih menggenggam tangan kekasih nya.


“Faaz, ... “


“Faaz bilang enggak ya enggak Tante! Jangan ganggu Faaz dan Kaila. Faaz masih ngebujukin Kaila biar bangun! Lebh baik tante Nisa keluar saja, Kaila malu kalau Faaz godain di depan orang,” kata nya dengan air mata yang tak henti mengalir membasahi wajah nya.


Sementara itu, di ambang pintu, beberapa orang yang melihat keterpurukan Faaz, hanya bisa menatap nya penuh iba. Terlebih Kiano dan Kenzo, dada nya terasa begitu nyeri. Jangan tanyakan dimana mama Kiara, karena wanita itu sudah jatuh pingsan saat pertama kali memasuki ruang jenazah.


...~To be continue ......

__ADS_1


__ADS_2