Fate Story

Fate Story
Penyesalan Michele


__ADS_3

...~Happy Reading~...


"Hiks hiks hiks, Faaz jangan tinggalin Mama. Jangan tinggalin Mama hiks hiks."


"Bangun Sayang, bangun. Jangan tinggalin Mama hiks hiks."


"Faaz!"


Napas Michele begitu memburu saat ia sudah membuka mata nya. Bulir bulir keringat sebesar biji jagung sudah membasahi wajah nya. Padahal kamar nya ber-AC.


Bayangan demi bayangan, dimana ia melihat jasad putra semata wayang nya yang berlumuran darah. Pemakaman dan isak tangis serta cacian dari semua orang pada nya, membuat kepala Michele terasa sangat berdenyut dan mengundang air mata nya untuk terus mengalir deras.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Aldi yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Tanpa menjawab pertanyaan dari suami nya, Michele pun segera beranjak dari tempat tidur nya dan berlari keluar kamar.


"Sayang!" teriak Aldi, tentu saja ia begitu terkejut melihat istri nya bangun tidur dengan keadaan terisak lalu kabur begitu saja.


Tujuan Michele saat ini ialah kamar putra nya. Ia berharap, bahwa ia benar benar mimpi. Ia berharap, putra nya benar masih ada di kamar nya.


Brakkkk!


"Astaga Mama!" pekik seorang laki laki remaja yang begitu terkejut kala pintu kamar nya di dobrak begitu saja oleh sang Mama.


Tes...

__ADS_1


Melihat sosok putra nya yang masih mengenakan celana pendek dan bertelanjang dada karena habis mandi. Membuat air mata Michele seketika langsung luruh.


Tanpa pikir panjang, ia pun kembali berlari dan langsung memeluk putra nya dengan sangat erat.


"Mama kenapa?" tanya sang anak sangat bingung.


"Hiks hiks hiks, maafin Mama. Maafin Mama hiks hiks maafin Mama, jangan tinggalin Mama. Mama mohon, jangan tinggalin Mama hiks hiks." ujar Michele semakin mengeratkan pelukan nya.


Ia benar benar merasa lega, sangat lega saat dirinya bisa membuka mata dan kembali melihat putra nya.


"Ma? Mama mimpi?" tanya nya seraya melepaskan pelukan sang mama.


"Hiks hiks hiks, maafin mama." ucap wanita itu kembali terisak.


"Mama mimpi apa?" tanya nya penasaran.


"Lebih baik, mama segera mandi. Sebentar lagi kita akan berangkat," ujar nya menyuruh sang mama keluar dari kamar nya.


"Mau kemana? hiks hiks hiks," tanya Michele yang masih terisak.


"Mama lupa?" tanya nya tak percaya.


Untuk sesaat, Michele langsung terdiam dan kembali berfikir. Akan kemana ia hari ini, dan setelah beberapa saat, tiba tiba matanya membulat dengan sempurna.


"Mama gak akan berubah pikiran lagi kan?" tanya Faaz sedikit takut.

__ADS_1


"Enggak! Mama gak akan mengubah apapun! Mama akan mendukung apapun yang terbaik untuk anak Mama." Jawab Michele dengan cepat.


"Mama akan bersiap." Michele kembali memeluk putra nya dan mengecup wajah nya, lalu segera bergegas pergi keluar dan bersiap.


Di dalam kamar, ia sudah di sambut wajah bingung dari sang suami.


"Darimana? Bangun tidur bukan langsung mandi, malah kabur. Kemana?" tanya Aldi langsung menatap istri nya saat membuka pintu.


Grep!


Tanpa menjawab pertanyaan dari suaminya, Michele langsung ber hambur memeluk sang suami.


"Maafin aku kalau selama ini masih belum bisa dewasa. Maafin aku yang terkadang masih ke kanak-kanakan dan sangat egois. Maafin aku hiks hiks." gumam Michele terisak di pelukan suami nya.


"Sayang, ini masih pagi. Kamu kesambet apaan?" tanya Aldi sedikit mengerutkan dahi nya.


Bug!


"Aduh, sakit!" pekik Aldi langsung mengusap lengan nya yang habis terkena pukulan dari istri nya.


"Lagian kamu, aku lagi serius malah di bencandain!" cetus Michele dengan kesal.


"Ya lagian, kamu itu kenapa? Bukannya bersiap, Mama sama Papa udah nunggu loh dari tadi. Noh, HP kamu bunyi terus dari tadi," ujar Aldi menunjuk ke arah ponsel Michele yang berada di meja masih menyala.


"Iya iya, kamu angkat. Bilang aja aku lagi bersiap, lima menit lagi siap!" kata Michele lalu ia segera berlari memasuki kamar mandi.

__ADS_1


Sementara itu, Aldi hanya mampu menghela napas nya dengan berat. Bagaimana ia bisa mengatakan pada mertua nya bahwa Michele sidah bersiap dan meminta waktu lima menit. Pada kenyataannya Michele baru saja mandi, dan mereka akan butuh waktu kurang lebih, paling cepat itu dia jam.


...~To be continue......


__ADS_2