Fate Story

Fate Story
Pengorbanan Kiano


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Kaisar langsung mengusap wajah nya dengan cukup kasar, ketika mendengar penjelasan dari Kiano. Ya, setelah mengantarkan Kaila ke Asrama, kini Kaisar tidak langsung kembali ke Hotel tempat nya menginap. Melainkan, ia menemui putra nya di asrama, untuk meminta penjelasan mengenai masalah Kaila.


Dan betapa terkejutnya Kaisar, ketika mengetahui bahwa ternyata Fa’az adalah tunangan dari Erish, anak dari adik nya. Kaisar sebenarnya sudah tahu, ia pernah mendengar cerita dari Bastian bahwa Nisa ingin menjodohkan Erish dengan anak teman nya.


Namun, Kaisar tidak tahu, bahwa anak dari teman Nisa itu adalah Fa’az. Bingung, dan dilema, tentu saja itu yang ada di hati Kaisar saat ini.


“Bagaimana kalau menurut kamu?” tanya Kaisar kepada putra nya.


“Kiano gak tahu Pa, mereka saling mencintai. Tapi orang tua Fa’az tetap kekeuh untuk meneruskan perjodohan itu. Dan—“


“Dan apa?” tanya Kaisar langsung mengerutkan dahi nya menatap Kiano.


“Tujuan mereka ke Hotel, itu untuk membuat, emmtt—“ Kiano benar benar bingung, apakah ia harus mengatakan kepada papa nya mengenai niat Fa’az dan Kaila. Atau memilih untuk diam dan berpura pura tidak tahu.

__ADS_1


Kiano kini seperti memakan buah simalakama. Ini masalah yang cukup berat menurut nya, karena menyangkut tiga keluarga besar. Terutama perasaan dua gadis yang Kiano sayangi kini sedang di pertaruhkan.


“Katakan Kiano!” kata papa Kaisar mendesak putra nya.


“Mereka memang tidak melakukan hal sejauh itu Pa. Tapi bukan berarti mereka tiak melakukan apa apa,” ujar Kiano sedikit pelan, yang membuat papa Kaisar semakin bingung.


“Apa maksud kamu? Jangan berbelit Kian!” desis nya yang sudah pusing dengan masalah putri nya.


“Pah, kalau saran dari Kiano. Lebih baik Papa merestui hubungan mereka, atau bila perlu papa segera menikahkan mereka,” tutur Kiano pada akhirnya di sertai helaan napas berat.


“Kaila sudah di rusak oleh Fa’az Pa. Sedangkan Erish, sama sekali belum di sentuh oleh Fa’az. Jadi, kalau Papa mendukung hubungan mereka berakhir dan membiarkan perjodohan antara Fa’az dan Erish lanjut, maka Kaila akan—“


“Jadi benar mereka melakukan semua itu?” seru paa Kaisar menatap tajam pada Kiano.


Kiano mengepalkan tangan nya engan cukup kuat. Ia menarik napas panjang, lalu menganggukkan kepala nya, “Dan sebenarnya, ini bukan kali pertama.” Imbuh nya lirih.

__ADS_1


Bug!


Seketika itu juga, Kiano langsung mendapatkan pukulan maut dari sang ayah. Tentu saja Kaisar begitu marah dan menghajar Kian, karena selama ini Kaisar sudah mempercayakan Kaila kepada nya. Lalu bagaimana bisa, hal sebesar ini Kiano tidak mengatakan pada nya? Batin Kaisar emosi.


“Begini cara kamu menjaga Kaila hah!” bentak papa Kaisar semakin marah.


Kiano berusaha bangkit dari lantai, menyentuh bibir nya yang terluka akibat pukulan dari ayah nya. Sakit, memang, jangan di tanya. Namun, Kiano menerima nya demi sahabat dan adik nya.


Kiano berfikir, tak apa bila perjodohan Fa’az dan Erish berakhir, toh tidak akan ada yang di rugikan. Namun, bila Fa’az dan Kaila berakhir, maka bisa di pastikan adik nya akan menjadi pasien rumah sakit jiwa.


Selain Kaila sangat mudah terpuruk patah hati, namun Fa’az juga suah menyentuh Kaila, meskipun belum sampai tahap inti. Namun, Fa’az sudah melihat semua isi tubuh Kaila. Dan Kiano sebagai kakak, tentu saja tidak terima akan hal itu.


Jadilah kini Kiano memilih untuk ikut terjun dalam kebohongan mereka.


...~To be continue ......

__ADS_1


__ADS_2