
...~Happy Reading~...
“Bagaimana kalau Kiano tahu, hah! Lo udah nyakitin saudara kembar nya. Bagaimana Az, lo bisa ngerusak persahabatan kita!” pekik Victor seraya mengepalkan tanan nya kuat.
“Aku akan tetap mempertahan kan hubungan ku dengan Kaila. Karena sampai kapan pun, gue hanya mau sama dia!” jawab Faaz dengan raut wajah datar nya.
“Tapi apa Kaila masih mau sama lo?” tanya Vito dengan sinis, “Gue yakin, Kaila juga akan mikirin perasaan Erish.”
“Aku tidak perduli! Mau tidak mau, terima dan tidak terima, sebesar apapun rintangan nya, aku akan tetap mempertahankan hubungan ku dengan Kaila. Sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan nya!” kata Faaz, hingga membuat Victor langsung menatap ke arah nya.
Sakit? Tentu saja, namun Victor juga bukanlah orang yang egois. Ia cukup sadar diri bagaimana dinding yang menghalangi jarak antara dirinya dan Kaila, yang tidak akan mungkin bisa ia lewati.
Victor tetap akan mendukung hubungan Kaila dan Faaz, asal gadis itu bahagia. Hanya saja, ia juga bingung bagaimana dengan Erish? Tante Michele, tante Nisa. Karena ini sudah menyangkut dua keluarga besar. Dan tentu saja itu tidak akan mudah untuk di lalui, terlebih Erish dan Kaila adalah saudara yang cukup dekat.
__ADS_1
Prok ... Prok ... Prok ...
Ketiga laki alki remaja itu langsung mengalihkan pandangan nya ketika mendengar suara tepuk tangan dari seseorang.
“Kiano ... “ gumam nya pelan karena terkejut dengan kedatangan Kiano.
“Gue salah sudah percaya sama lo, Az. Gue salah nitipin adek gue sama lo, dan gue salah sudah nganggep lo sahabat gue!” ucap Kiano dengan raut wajah datar nya, bukan hanya datar namun mereka tahu bahwa Kiano tengah menyimpan sebuah amarah yang cukup besar pada Faaz.
“Kalau dari awal kamu tidak memberikan ku ruang untuk selalu berdua dengan Kaila, tentu saja aku tidak akan bisa jatuh cinta padanya. Dan aku, tentu juga sudah akan melupakan dia! Gadis ceroboh yang sangat ku benci, namun kini sangat aku cintai!”
Deg!
“Kenapa lo benci sama Kaila?” tanya Victor penasaran.
__ADS_1
“Tidak ada! Hanya sebuah kesalahpahaman. Yang jelas, pertemuan ku di Jogja dengan Kaila bukan lah yang pertama.” Jawab Faaz mencoba menjelaskan, “Sejak awal, dia memang sudah memiliki daya tarik tersendiri, kaila berbeda, dia istimewa jadi wajar kalau aku bisa jatuh cinta padanya!”
“Cuihh cinta? Cinta tidak akan saling menyakiti! Apalagi sampai membohongi seperti ini!” cibir Kiano masih mencoba meredam emosi nya, “Apa lo sadar, sikap lo yang kaya gini bisa ngehancurin hubungan Erish dan Kaila!”
“Aku tahu!” jawab Faaz dengan cepat, “Tapi aku masih akan tetap mempertahankan Kaila. Bahkan bila nyawaku taruhan nya, aku tidak akan perduli!”
“Gue gak akan kasih izin lo untuk ketemu Kaila lagi!” Ucap Kiano langsung memotong ucapan Faaz, “Jadi lebih baik lo pulang sekarang, sebelum gue juga akan menghajar lo disini!” ancam Kiano yang begitu enggan untuk berkelahi.
“Silahkan! Hajar aku, pukul aku atau bunuh aku sekalipun, aku tidak perduli! Tujuan ku kesini untuk menemui Kaila, bukan kalian!” setelah mengatakan itu, Faaz pun langsung berjalan meninggalkan para sahabat nya begitu saja di depan rumah sakit. Ia segera mencari kamar Kaila dan berharap Kaila mau menemui nya, agar ia bisa menjelaskan semuanya.
‘Kamu harus kasih aku kesempatan, Mu. Harus! Apapun yang terjadi, kamu milikku, dan aku akan berjuang itu itu!’ gumam Faaz dalam hati nya.
...~To be continue .......
__ADS_1