Fate Story

Fate Story
Suara siapa?


__ADS_3


Pagi harinya, Kiano dan yang lainnya memutuskan untuk langsung pulang. Sekitar pukul delapan pagi, mobil yang di bawa oleh Vito dan yang lainnya sudah tiba di asrama putri. Tentu saja, karena lady first. Kiano pun juga ikut turun untuk melihat keadaan Kaila. Namun ternyata ia tidak menemukan siapapun di kamar Kaila.


“Gak ada,” kata Kiano dengan raut wajah bingung nya.


“Mungkin aja dia udah mendingan dan langsung kuliah. Tapi masa iya dia serajin itu?” saut Salsa ikut bingung.


“Astaga, iya anjir! pagi ini ada kelas! Sumpah si Kaila gak sohib banget ninggalin kita!” pekik Bella langsung memukul kening nya. “Kiano, Vito dan Victor, makasih atas tumpangan nya. Sorry kita gak bisa ngasih tawaran untuk mampir jadi kita masuk dulu!” imbuh Bella dan langsung menarik tangan Fayya dan Salsa agar masuk ke dalam kamar masing masing.


“Telfon gak bisa?” tanya Victor yang sebenarnya juga khawatir.


“Gak di angkat,” jawab Kiano masih bingung.


"Mungkin bener Kaila udah ke kampus dan kalau memang benar lagi di kelas. Jadi wajar kalau gak angkat telfon," ucap Victor mencoba berfikir positif.

__ADS_1


“Atau coba telfon Fa’az,” imbuh Victor dan Kiano pun langsung menghubungi nomor Victor, namun sama tidak ada jawaban.


“Kita balik dulu. Siapa tahu dia masih tidur,” ucap Vito mengajak kedua sahabat nya untuk segera kembali ke asrama.


Kiano dan Victor pun mengangguk setuju. Dan ia segera merebut kunci mobil di tangan Vito untuk ia kendarai.


“Kalian pasti capek, jadi gantian aja,” kata Kiano seolah mengerti arti tatapan kedua sahabatnya.


“Halah, bilang aja karena lo tadi mau deketin Fayya. Modus banget lo No, sumpah!” saut Vito menggelengkan kepala nya dan langsung di balas cengiran oleh Kiano.


Tidak butuh waktu lama, kini mobil Fa’az yang di bawa Kiano dan dua sahabat nya sudah tiba di halaman parkir untuk penghuni asrama. Ketiga nya turun dengan membawa beberapa barang nya, dan berjalan melewati kamar Fa’az. Seketika itu juga langkah ketiga nya berhenti ketika mendengar suara sesuatu.


“Masa sih? Tapi gak mungkin deh kayaknya,” jawab Victor mengerutkan dahi, “Lagian bukannya dia sekolah, gak mungkin dia bisa ke jogja, di hari biasa kaya gini?"


“Terus dia sama siapa ege! Gak mungkin dia selingkuh kan?” tebak Vito menatap Victor dengan raut wajah yang sulit di tebak.

__ADS_1


‘Az udah hiks hiks sakit.’ Gumam suara perempuan dengan suara yang begitu serak hingga membuat ketiga anak laki laki itu semakin bingung, karena tidak mengenali suara tersebut.


“Sedikit lagi. Tahan dulu.’ Balas Fa’az seperti menahan sakit


‘Gak kuat, perihhhh. lepasin dulu' Terdengar suara gadis itu merintih menahan sakit, hingga membuat Vito dan Victor menelan saliva nya.


‘Semalem aja bisa tahan kok.’ Kata Fa’az yang terdengar seperti berdecak, ‘Kalau kamu tutupin makin susah masuk nya. Nanggung!'


‘Ya tapi nya sakitt hiks hiks.’


“Sumpah, merinding gue pagi pagi,” celetuk Vito langsung menyingkap lengan jaket nya dan memperlihatkan beberapa bulu halus di tangan nya yang berdiri akibat mendengar suara yang menurut nya sangat ambigu.


“Udah lah, biarkan dia mau ngapain sama siapa. Ayo, sebentar lagi kita juga ada kelas! gue harus nemuin Kaila di kampus.” saut Kiano tidak ingin ikut campur dan memilih mengajak dua sahabat nya untuk masuk ke dalam kamar.


Masalah selingkuh atau tidak, Kiano tidak ingin ikut campur. Karena itu adalah masalah Fa’az dan keluarga nya. Lagipula, Fa’az bukan anak kecil, dan wanita pilihan orang tuanya belum tentu menerima juga.

__ADS_1


Ya, Kiano tahu bahwa Fa’az sudah di jodohkan oleh orang tuanya. Dan Fa’az sempat mengatakan ia juga menyukai gadis itu karena begitu lembut dan anggun, sangat sesuai dengan kriteria gadis idaman nya. Jadi, menurut Kiano kalau Fa’az hendak berselingkuh, Kiano rasa itu bukan sikap Fa’az sekali. Jadi, ia serahkan semua kepada yang menjalani.


...~To be continue ......


__ADS_2