
...Flashback on ... ...
Saat itu keluarga Kiano sedang liburan ke puncak, mengadakan camping di vila keluarga. Saat itu, Kiano dan Kaila masih berada di bangku sekolah dasar, sedangkan Kenzo berada di bangku SMP. Ma dan Opa lah yang mengajak mereka untuk berlibur ke puncak, tidak hanya keluarga Nolan saja yang ikut, melainkan sahabat sang kakak yang tak lain kini sudah menjadi kakak ipar nya, juga ikut dalam acara itu.
Awalnya, acara berjalan dengan cukup lancar. Semua menikmati acara, meskipun Kenzo dan Kaila selalu heboh berdebat dan bertengkar. Namun Kiano begitu menikmati acara dengan membakar jagung bersama Naura, sahabat Kenzo saat itu.
“Kaila bisa diem gak sih!” pekik Kiano yang begitu kesal lantaran sejak tadi Kaila terus berlari di depan nya ke sana sini hingga membuat jagung nya sellau jatuh ke tanah.
“Ssstt sudah,” tegur Naura langsung merangkul Kiano berharap anak itu tidak marah lagi terhadap Kaila. Walaupun sebenarnya dalam hati Naura juga kesal dengan tingkah Kaila yang sebelas dua belas dengan Kenzo.
“Kakak lihat itu jagung Kiano, udah berapa yang jatuh!” seru Kiano menghela napas nya dengan kasar.
__ADS_1
“Nih punya kakak,” ucap Naura tersenyum memberikan jagung nya untuk Kiano, namun belum sempat Kiano menerima jagung itu, dengan cepat Kenzo sudah merebut jagung dari tangan Naura dan memakan nya.
“Kennn!” seru Naura menatap kesal pada Kenzo.
“Udah sih bakar lagi. Biar Kaila aku yang urus,” ucap Kenzo dengan begitu santai lalu pergi kembali mengejar Kaila.
Kiano yang kesal dengan kelakuan dua saudara rusuhnya akhirnya memilih untuk masuk ke dalam tenda dan tidur dengan perasaan kesal bercampur marah.
Pagi harinya, Kiano bangun lebih dulu. Keluarga nya tengah sibuk berbincang dan bercengkerama sambil mengopi. Kenzo dan Naura pergi untuk berlari pagi, sementara Kaila masih berada di alam mimpi nya.
Entah setan dari mana yang hinggap di pikiran Kiano saat itu. Ia kesal dengan Kaila dan berniat untuk balas dendam, bertepatan dengan itu ia juga melihat ada puluhan ulat bulu yang berada di salah satu pohon yang entah dia sendiri juga tidak tahu pohon apa itu, mengapa bisa memiliki begitu banyak ulat.
Dengan berani dan menahan rasa takut nya, Kiano mengambil beberapa tangkai daun itu dan memasukkan nya ke dalam tenda Kaila. Kurang lebih ada puluhan ulat bulu yang Kiano masukkan ke dalam tenda Kaila lalu ia tinggalkan pergi begitu saja.
__ADS_1
Dan tidak berapa lama, Kiano bisa mendengar suara teriakan dari tenda Kaila. Semua orang terkejut mendengar teriakan itu, dan saat hendak menghampiri tenda Kaila, tiba tiba gadis itu sudah keluar dan terus berteriak meloncat dan bahkan ia berlari sambil terus mengibaskan ulat ulat di tubuh nya.
Satu penyesalan yang Kiano rasakan hingga saat ini adalah, ia melihat dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana Kaila yang sedang berlari berusaha membuang ulat ulat itu hingga tanpa sadar ada sebuah mobil yang melaju dengan cukup kencang hingga membuat tubuh Kaila terserempet.
“Kailaaa!” pekik semua orang langsung bergegas dan berlari menghampiri kaila.
Tubuh Kaila sudah tergeletak di pinggir jalan. Meskipun tidak tertabrak, namun anak itu pingsan karena tubuh nya terserempet dan terbentur trotoar jalan. Meskipun tidak luka parah, namun karena insiden itu, Kaila tidak bisa berjalan hingga beberapa minggu.
Tangisan dari Oma dan mama nya selalu terngiang ngiang di kepalanya, dan sejak saat itu Kiano tidak lagi berani membalas perbuatan Kaila. Dan karena kejadian itulah Kiano akhirnya memutuskan untuk ikut Oma dan Opa nya ke Vietnam dan melanjutkan sekolah di sana. Hingga saat ia kelas dua SMA , Kiano baru pulang dan melanjutkan sekolah di Indonesia.
...Flashback Of .... ...
...Huhh, sumpah Mommy nulis ini merinding. Karena Mommy juga phobia sama binatang itu 😭😭...
__ADS_1