
...~Happy Reading~...
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit, kini motor yang di tumpangi oleh Faaz dan Kaila sudah tiba di tempat yang di inginkan oleh Faaz.
“Bu, kita ngapain kesini?” tanya Kaila langsung mengerutkan dahi nya ketika melihat gedung di depan nya.
“Kamu percaya kan sama aku?” tanya faaz dengan raut wajah serius menggenggam tangan kaila.
“P—percaya, tapi mau ngapain kita ke Hotel?” tanya Kaila yang seketika merasakan detak jantung nya semakin kencang.
Mungkin Kaila sudah terbiasa menginap di Hotel, namun itu bila dengan saudara nya, sahabat nya atau keluarga nya. Ia tidak akan ada masalah, namun kali ini. Faaz? Oh Tuhan, sungguh kini otak Kaila sudah tidak bisa di ajak berfikir positif, untuk apa Faaz mengajak nya ke Hotel? Berbagai pikiran kotor hinggap di kepala Kaila.
“Kita masuk.” Faaz segera menggandeng tangan Kaila dan mengajak nya untuk masuk, namun tiba tiba Kaila menahan tangan Faaz.
“Bu, aku takut.” Gumam nya pelan dengan menggigit bibir bawah nya.
“Kamu gak percaya sama aku?’ tanya Faaz langsung mengerutkan dahi nya.
“Bukan aku gak percaya sama kamu. Tapi—“
“Tapi apa? Hanya ini satu satu nya cara agar mama ku tidak memaksa ku untuk menikah dengan Erish lagi.” Ucap faaz dengan mantap.
“Kamu yakin? A—apa tidak ada cara lain lagi? Kenapa harus kesini sih? Beneran aku takut Bu,” kata Kaila semakin gugup, namun dengan cepat Faaz langsung menganggukkan kepala ya.
__ADS_1
“Percaya sama aku Mu.” Dan tanpa menunggu penolakan dari Kaila lagi, akhirnya Faaz segera mengajak Kaila dengan sedikit paksa memasuki Hotel.
Setelah melakukan chek in, Faaz segera membawa Kaila menuju kamar yang sudah ia pesan. Tubuh Kaila semakin menegang dan bergetar tak karuan, bahkan kini kaki nya terasa begitu lemas sampai tak kuasa untuk melangkah.
“Jangan takut, aku janji gak akan nyakitin kamu apalagi ngecewain kamu.” Ucap Faaz dengan yakin, lalu ia menggendong tubuh Kaila ala bridal style saat memasuki lift.
Glek.
Deg, deg, deg
Jantung Kaila semakin berdetak tak karuan, ia ingin menjerit namun seolah lupa bagaiman cara nya. Ia benar benar sudah tidak sanggup mengeluarkan sepatah kata apapun. Otak nya sibuk traveling mengelilingi dunia yang tidak jelas.
Cklek!
Faaz membuka pintu kamar nya dengan perlahan, lalu menurunkan tubuh Kaila di atas tempat tidur.
“Bu, kita pulang aja yuk. Kita cari cara lain, aku takut beneran deh,” gumam Kaila begitu gelisah.
“Apa yang kamu takutkan hem? Kamu sedang bersama ku, bukan orang lain.”
“Justru karena sama kamu, aku takut Bu,” saut Kaila dengan cepat dan langsung memanyunkan bibir nya kesal.
“Kenapa takut? Memang nya kamu tidak ingin mengulangi rasa yang pernah kamu ciptakan dulu?” tanya Faaz dengan senyuman menyeringai membuat Kaila seketika langsung merona karena menahan malu.
__ADS_1
Tentu saja Kaila tahu maksud dan tujuan dari pertanyaan Faaz. Mengulang rasa yang pernah di ciptakan. Sudah pasti itu adalah rasa dimana saat pertemuan mereka dulu saat di club malam. Bahkan, Kaila tidak ingat bagaimana rasanya, bagaimana caranya ia bisa mengulangi nya coba? Batin Kaila berdecak.
“Kamu mau buka sendiri atau aku bukain?” tanya Faaz seketika membuat lamunan Kaila langsung ambyar. Gadis itu langsung mendongak dan menatap tajam kepada Faaz, namun laki laki itu seolah tak sabar dan dengan cepat membantu Kaila untuk membuka kancing baju nya satu per satu.
...~To be continue ......
...💃...
...💃...
...💃...
...💃...
Mommy : Eh eh eh eh bambang, kalian mau ngapain woy!
Faaz : Emak2 di larang ikut campur.
Mommy : Faaz jangan macem2 ya
Faaz : Sstt diem aja Mom, ikut mojok aja sama kaya readers noh di pojokan. Udah jangan ganggu!
Mommy : Anak setan berdua
__ADS_1
Kaila : Kita ciptaan mommy, kalau lupa. Jadi setan nya siapa?
Mommy : #Diam Tanpa Kata.