
...~Happy Reading~...
“Izinkan aku untuk selalu berada di dekat kamu,” ucap Faaz sekali lagi memohon kepada Kaila.
“Az, ta—tapi gue takut,” gumam Kaila begitu lirih sambil menundukkan kepala nya.
“Apa yang kamu takutkan?” tanya Faaz mengerutkan dahi nya.
“Lo tahu jelas, apa yang buat gue bisa sampai di usir dan di asing kan disini,” ucap Kaila lalu menghela napas nya berat, “Gue masih takut untuk sakit hati. Gue akui, perasaan gue ke elo pun sama, hanya saja gue berusaha menekan. Gue masih takut untuk melangkah ke depan, yang mana akan membuat perasaan ini terus berkembang. Gue takut kecewa dan terluka untuk kesekian kali nya Az, dan gue gak mau ngeletakin lo di antara barisan para mantan gue.” Jelas Kaila panjang lebar.
“Kalau begitu, jangan pernah letakkan aku di barisan itu, letakkan aku di barisan yang sama dengan mu. Yang akan selalu berada di samping untuk menjaga mu dan melindungi mu. Memanjakan mu juga menyayangi mu.” Balas Faaz masih berusaha meyakinkan Kaila.
“Kai, cuma kamu, cewek yang bisa buat aku tertarik sampai seperti ini. Dan asal kamu tahu, aku baru kali ini menyatakan perasaan pada seseorang, dan entah kenapa aku harus bisa memiliki kamu, aku tidak akan bisa kalau melihat kamu bersama orang lain. Apalagi Victor, enggak Kai. Aku tidak akan sanggup melihat itu,” Imbuh Faaz.
__ADS_1
“Faaz,”
“Kaila plis. Aku tahu kamu pun juga punya perasaan yang sama pada ku, aku mohon. Berikan aku kesempatan, bahwa aku benar tulus dan serius sama kamu.”
“Tapi Kiano tidak akan membiarkan kita menjalin hubungan,” ucap Kaila menghela napas nya dengan berat.
Deg!
Benar, Kiano. Faaz baru terpikirkan dengan laki laki yang menjadi saudara kembar Kaila tersebut. Untuk sesaat, Faaz berfikir dengan keras, bagaimana caranya untuk mengatakan pada Kiano. Dan Faaz ragu bila Kiano akan setuju, ia malah yakin bila Kiano tahu justru mereka akan baku hantam karena Kiano akan menolak keras perasaan nya kepada Kaila.
“Kamu yakin?” tanya Faaz memastikan dan kurang yakin, namun gadis itu justru dengan cepat mengangguk antusias, “Baiklah, yang penting aku bisa terus sama kamu.”
Setelah itu, Faaz segera bangkit dan ikut duduk di tepi tempat tidur Ia kembali memeluk tubuh mungil Kaila dengan begitu erat.
__ADS_1
“Tapi janji, jangan sakiti gue Az, gue capek.” Gumam Kaila begitu lirih di telinga Faaz.
“Aku janji, sebisa mungkin kita pertahankan hubungan ini sampai lulus, agar kita bisa menikah,” ucap Faaz yang membuat Kaila seketika melepaskan pelukan nya.
“Lo kejauhan gak sih ngomong nya? Kita baru jadian belum ada satu menit, terus udah ngomongin nikah?” tanya Kaila langsung menatap tak percaya pada Faaz.
“Kenapa? Apakah ada yang salah?” kata Faaz balik bertanya, “Setiap kata yang kita ucapkan itu sama dengan doa. Dan aku memang berharap kita bisa segera lulus dan menikah, agar kita bisa hidup bersama selamanya. Membangun keluarga kecil yang bahagia, bersama anak anak kita kelak,” imbuh Faaz langsung tersenyum lebar.
“Sumpah, lo bener bener jauh banget ngomong nya,” cetus Kaila menggelengkan kepala nya dan menutup wajah nya karena merasa malu.
Bagaimana bisa, Faaz sudah membicarakan pernikahan bahkan anak? Oh my god, rasanya kini jantung Kaila semakin tak aman. Ia merasa tubuh semakin terasa panas akibat terlalu bahagia.
“Tapi aku serius Kai, aku ingin kita menikah,” ucap Faaz dengan pelan namun terdengar begitu tegas dan yakin, lalu berikut nya, laki laki itu kembali memeluk tubuh Kaila dan memberikan nya ciuman di kepala.
__ADS_1
...~To be continue .......
...Hayooo, kalian mau yang manis manis dulu atau langsung ke inti nih gess? Langsung munculin target utama gak wkwkwkkw...