
...~Happy Reading~...
“Mamaaaaaaa!” teriak Kaila ketika taxi yang ia tumpangi bersama Kiano sudah tiba di halaman rumah nya.
Gadis itu segera berlari memasuki rumah dna mencari keberadaan sang mama. Hingga tiba tiba ia melihat keberadaan sang kakak yang baru sedang menuruni tangga.
“Astaga Kai, masuk rumah itu ucap salam. Bukan teriak teriak begitu, ini rumah bukan hutan!” kata Kenzo yang langsung menatap adik nya denan begitu tajam.
“Kakak, dimana mama?” tanya Kiala mengabaikan omelan sang kakak.
“Gak ada!” jawab nya ketus
“Kak!” seru Kaila menatap kesal.
“Mama lagi gak ada di rumah! Kalau gak percaya teriak aja terus, bila perlu pakai toa sekalian!” jawab Ken yang tak kalah seru dari adik nya.
“Assalamualaikum,” ucap Kiano yang baru saja masuk ke rumah dengan membawa dua tas di punggung dan tangan nya.
“Walaikumsalam,” jawab Ken dan Kaila bersamaan.
“Kok tumben baru sampai? Bukannya kalian berangkat pagi?” tanya Ken mengerutkan dahi nya.
__ADS_1
“Ketinggalan pesawat,” jawab Kiano menghela napas nya berat, lalu berjalan menaiki tangga menuju kamar.
"Tuh kamu lihat Kiano. Harusnya kamu bisa kaya dia, bukan rusuh dan bar bar begini, inget kamu itu perempuan Kai!" cetus Ken berdecak.
"Dih, kakak gak sadar diri?" balas Kaila tak kalah ketus.
"Sesama biang rusuh jangan saling menyalahkan!" saut Kiano dari atas tangga sebelum pada akhirnya ia masuk ke dalam kamar dan mengunci nya.
"Daripada lo, manusia kulkas!" teriak Kaila dengan kesal, “Kak, mama kemana?” tanya Kaila yang masih ingin merecoki kakak nya.
“Astaga Kai, kakak gak tahu. Kamu ada HP kan? Telfon aja mama kamu!” jawab Ken dengan kesal, lalu ia melanjutkan jalan nya menuju ruang kerja.
Ia sedang ada masalah dengan istrinya, dan berakhir di usir dari kamar. Baru keluar masih dengan rasa kesal yang hinggap di hatinya, kini ia di pertemukan dengan adik bungsu nya, yang mana membuat mood nya semakin hancur berantakan.
Sementara itu Fa’az sudah tiba di rumah nya. Ia langsung tidak langsung istirahat, melainkan memilih untuk mandi dan membersihkan diri. Seharian di perjalanan membuat tubuh nya terasa sangat lengket dan membuat nya tidak betah.
Dan setelah beberapa saat, ia sudah menyelesaikan ritual mandi nya. Fa’az hendak istirahat, namun, ketika ia akan membaringkan dirinya di tempat tidur, tepat saat itu pintu kamar nya di ketuk dari luar.
Bangkit dari tempat tidur, Fa’az berjalan menuju pintu dan membuka nya.
“Fa’az,” panggil sang mama dengan begitu lembut.
__ADS_1
“Ada apa Ma?” tanya Fa’az mengerutkan dahi nya,entah mengapa kini ia merasa bahwa kedatangan mama nya seperti ada yang tidak beres.
“Karena kamu sudah disini, jadi besok kamu gantiin Mama ya?”
“Gantiinn apa nih?” tanya Fa’az curiga.
“Temani Erish mencari gaun untuk di pakai besok malam di acara tante Anna,” tutur mama Michele masih dengan tersenyum.
“Tapi Mah—“
“Pliss ... “
Menghela napas nya dengan cukup kasar, akhrinya Fa’az menganggukkan kepala nya dan menerima permintaan sang mama.
“Beosk kamu jemput di sekolah nya dulu. Habis itu kamu antarkan ke butik langganan mama, kamu sudah tahu kan?” tanya mama Michele sekali lagi memastikan.
“Kenapa harus jemput ke sekolah?” pekik Fa’az seolah tak setuju.
“Kalau pulang ke rumah dulu akan kelamaan. Waktunya sudah mepet, belum ke salon, belum segala macem. Duh ribet pasti, makanya kamu jemput dia di sekolah. Jadi bisa menghemat waktu, lagipula hitung hitung pendekatan, oke sayang!” kata mama Michele dengan begitu antusias, lalu segera pergi dari kamar putra nya.
Sementara itu, Fa’az hanya mampu menghela napas nya dengan berat dan mengusap wajah nya dengan cukup kasar.
__ADS_1
...~To be continue ... ...