
...~Happy Reading~...
“Kai, kamu makan ya?” tanya Fayya yang sejak tadi menawari makanan untuk Kaila, namun gadis itu hanya diam dan merenung dengan pandangan mata yang begitu kosong.
“Kaila ... “ panggil nya lagi dan kini Kaila merespon.
“Hemm,” jawab nya seperti orang bingung, “Gue gak laper, Fay. Gue udah makan,” jawab Kaila lemah.
“Kai, jangan gini dong. Kalau memang ada masalah, kamu bisa cerita sama aku. Jangan memendam nya sendiri, ya?”
“Gue gak ada masalah apa apa Fayya.” Jawab Kaila langsung menghela napas nya berat, “Gue kemarin pingsan karena kelaperan aja, niat nya kemarin sore gue mau mandi habis itu cari makan. Tapi ternyata malah kepala gue pusing, dan gue pingsan. Gue beneran gapapa Fay, udah deh gak usah lebay!” kata Kaila masih mencoba untuk tersenyum.
“Gapapa, tapi lo hampir mati Kai!” saut Salsa menggelengkan kepala nya melihat bagaimana keras kepala nya Kaila.
Ya, pagi pagi tadi Salsa dan Bela sudah datang ke rumah sakit untuk membawakan makanan untuk Fayya dan Kiano, juga Kaila tentu nya. Hanya saja, Kaila menolak dan enggan untuk makan. Orang tua Kaila juga sudha dalam perjalanan, hanya saja hingga kini belum sampai, karena mereka menggunakan mobil menuju Jogja.
“Kepaala gue pusing lagi denger omelan kalian, gak bisa apa ya kalau ngomel nya di tunda dulu. Setidaknya sampai gue sembuh dan bisa bales omelan elo pada!” balas Kaila yang masih terlihat begitu lemah.
__ADS_1
“Kalian ngalah dulu, bisa kan?” imbuh Fayya menatap dua sahabat nya yang lain.
“Ya udah, kita mau ke kampus dulu. Fayya gimana?” tanya Bella hendak pergi.
“Aku—“
“Fayya pergi aja gapapa. Gue bisa sendiri, gue udah gapapa. Lagian bentar lagi orang tua gue juga datang kok. Jangan sampai kalian gak kuliah karena gue. Gue gak mau berbagi kebodohan sama kalian,” ucap Kaila yang seketika membuat ketiga teman nya mendengus kesal.
“Ya udah, nanti kalau ada apa apa hubungi aku ya. Pulang kuliah, kita pasti langsung kemari lagi,”” ujar Fayya tersenyum dan segera bangkit pamit untuk pergi kuliah.
Seperginya trio kwek kwek, kini Kaila benar benar merasa kesepian di dalam kamar nya. Bayangan demi bayangan akan kata kata Faiz pagi itu kembali terngiang di kepala nya. Terus berputar hingga seperti putaran kaset rusak.
Cklek!
Pandangan Kaila kembali teralihkan ke arah pintu. Ia mengira bahwa Fayya atau dua sahabatnya kembali lagi. Namun ternyata ia salah, ia pun langsung membulatkan mata nya dengan sempurna saat melihat kedatangan sosok yang sebenarnya tidak ingin ia temui untuk saat ini.
“Mu... “
__ADS_1
“Ngapain lo kesini?” tanya Kaila segera memalingkan wajah nya ke samping agar tidak bisa melihat sosok itu.
“Mu, aku ingin jelasin semuanya. Kasih aku waktu sebentar saja,” pinta Faaz memohon.
“Semua nya udah jelas kan? Lebih baik lo pergi dari sini, jangan buat gue makin hancur, Az!” jawab Kaila dengan nada sedikit bergetar.
“Mu, sekali saja. Kasih aku kesempatan untuk jelasin semuanya.”
“Hampir satu tahun kita bersama Bu, kenapa lo gak cba bicara sama gue? Atau jelasin sama gue tentang hubungan lo sama Erish, hah!” pekik Kaila pada akhirnya yang langsung bangun dan menatap tajam pada Faaz, “Harusnya lo bilang sama gue sejak awal. Atau setidaknya setelah kita menjalin hubungan. Kenapa harus nunggu gue tahu sendiri baru lo akan jelasin sama gue, selama ini lo kemana hah!”
“Mu aku—“
“Lo laki laki brengsek Bu. Lo juga sama brengsek nya kaya Roki, Dewa, Samuel, Thomas dan yang lain nya. Lo gak lebih baik dari mereka! Buat apa tujuan lo datang ke hidup gue? Berpura pura jadi pahlawan untuk nyembuhin luka gue, tapi sekarang, lo hantam jantung gue dengan rasa sakit yang jauh luar biasa dari sebelum nya!” seru Kaila dengan mengabsen semua mantan mantan yang sudah menyakiti nya.
Tak tega melihat kekasih nya berteriak dan menangis seperti itu, Faaz pun segera mendekat dan langsung memeluk nya dengan erat. Ia tidak perduli bagaiman Kaila memberontak berusaha melepaskan diri, ia justru akan semakin mengeratkan pelukan nya dan terus mengucapkan permintaan maaf.
Sudah sejak malam, Faaz ingin menemui Kaila. Namun, karena belum sadarkan diri dan di hadang oleh Kiano akhirnya Faaz mengalah dan pergi. Barulah pagi ini ia kembali karena mengetahui Kiano ada kelas pagi.
__ADS_1
...~To be continue ......