
...~Happy Reading~...
Setelah menempuh perjalanan hampir tiga puluh menit dengan menggunakan motor. Kini Faaz sudah tiba di Bandara internasional Soekarno Hatta. Dengan cepat, ia masuk dan memarkirkan asal motor sport milik om nya. Ia tidak perduli bila nanti akan menjadi masalah ke belakang. Yang jelas saat ini ia harus berhasil mengejar cinta nya. Ia harus bisa bertemu dengan Kaila sebelum pergi.
“Mumu!” teriak Faaz saat melihat Kaila hendak memasuki boarding pass.
Sementara itu, Kaila yang mendengar suara kekasih nya, gerak tangan nya langsung terhenti. Ia memutar badan nya dan melihat sosok laki laki yang memang sangat ia harapkan untuk datang. Hingga tanpa sadar, air mata nya menetes kala melihat alki laki itu berlari ke arah nya.
“Mama ... “ gumam Kaila pelan melirik ke arah sang mama.
Untuk sesaat, Kiara juga ikut menatap ke arah sang suami. Setelah Kaisar menganggukkan kepala nya, Kiara pun akhirnya ikut menganggukkan kepala. Dan saat itu juga, Kaila langsung berlari menghampiri Faaz.
“Hiks hiks hiks.” Tangis Kaila langsung pecah saat laki alki itu memeluk nya dengan begitu erat. “Aku pikir kamu tidak akan datang hiks hiks.”
“Kenapa kamu tidak bilang kalau akan pergi sepagi ini? Segitu ingin kah kamu pergi dari ku hem?” tanya Faaz yang juga ikut menangis.
Kaila melepaskan pelukan nya, ia menatap wajah laki alki di depan nya, “Maaf ... Maafin aku hiks hiks.”
“Ssttt, jangan meminta maaf. Aku yang salah,” ujar Faaz menghapus air mata Kaila.
__ADS_1
“Aku harap, kamu bisa bahagia hiks hiks,” tutur Kaila dengan berat hati.
“Aku akan tetap menunggu kamu. Tidak perduli selama apapun dan sejauh apapun kamu pergi, aku akan tetap menunggu kamu disini. Dan aku akan pastikan cinta itu masih utuh untuk kamu. Aku tidak akan memberikan hati ku pada siapapun.” Ujar Faaz menggenggam tangan Kaila.
Namun, Kaila segera menggelengkan kepala nya, “Kamu harus membahagiakan mama kamu Bu. Kamu harus—“
“Mu, kamu boleh meninggalkan ku. Kamu boleh memutuskan hubungan kita dengan sepihak, tapi jangan paksa aku untuk bahagia bersama orang lain. Karena bahagia ku hanya dengan kamu. Dan aku harap, kamu pun begitu.” Ucap Faaz dengan begitu tulus.
“You still love me? (Kamu masih mencintai ku?)” tanya Faaz menatap Kaila dengan penuh harap.
“Forever, that feeling will still be the same, (Sampai kapan pun, perasaan itu akan tetap sama)” jawab Kaila kembali meneteskan air mata nya.
Kaila menggigit bibir bawah nya, berusaha menahan rasa sesak yang ia rasakan. Begitupun dengan Faaz, walau pun laki alki itu tersenyum, namun mata nya tak bisa berbohong, keduanya merasakan sesak dan sakit yang luar biasa. Cinta tanpa restu yang membuat keduanya harus berpisah.
“Aku sayang sama kamu,” gumam Kaila terisak.
“Aku sangat menyayangi kamu, sangat sangat menyayangi kamu dan mencintai kamu.” Balas Faaz, dan laki alki itu langsung memeluk Kaila dengan sangat erat.
Keduanya menangis dalam pelukan yang terasa begitu singkat. Hingga setelah beberapa saat, Faz melepaskan pelukan nya, ia mengangkat dagu Kaila agar menatap ke arah wajah nya.
__ADS_1
Cup! Satu kecupan singkat berhasil mendarat di bibir tipis milik Kaila.
“Kaila!” panggil mama Kiara dari jarak beberapa meter dari tempat nya dan Faaz bersama.
“Kenapa sesakit ini hiks hiks hiks.” Gumam Kaila semakin terisak seolah enggan untuk berpisah.
“Ingat pesan aku, aku akan selalu menunggu kamu disini. Setelah lulus, kita akan bertemu dan menikah. Entah kamu yang akan kembali ke sini atau aku yang akan menjemput kamu di sana. Aku pastikan, saat itu tiba aku akan membuat kamu menjadi wanita paling bahagia di dunia ini. Tolong jaga hati di sana untuk ku,” ujar Faaz kembali mengecup tangan Kaila dengan begitu lembut.
“Kamu juga harus jaga hati, hiks hiks. Ponsel ku di tahan sama Papa, aku gak akan bisa menghubungi kamu. Tapi aku harap, aku bisa menghubungi kamu suatu saat nanti hiks hiks hiks.”
“Jangan khawatirkan itu, selama Kiano masih bersama ku, maka akan ada banyak cara untuk kita bisa berhubungan, cup.” Lagi dan lagi Faaz mengecup bibir Kaila bahkan ia tidak perduli bahwa tante Kiara dari ujung sana menatap ke arah nya dan Kaila dengan mata membulat sempurna.
“Aku pergi hiks hiks hiks.”
“Hati hati, i love you,” ujar Faaz setelah Kaila pergi, benar benar pergi meninggalkan nya.
Sesak, namun ia juga merasa sedikit lega karena di beri kesempatan untuk bertemu dan meyakinkan kekasih nya bahwa mereka tidak akan putus sampai kapan pun. Saat ini, Faaz hanya ingin fokus dengan kuliah nya, dan setelah lulus agar ia bisa menjemput Kaila. Itulah target dalam hidup nya kini.
...~To be continue .......
__ADS_1