Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 11


__ADS_3

"Nggak, itu cuma luka kecil" jawab Areksa enteng


"Kecil Lo bilang.? Ini harus segera di obati Sa.!" Ucap Zayna khawatir


"Lo khawatir sama gue.?"


"Ya jelas lah khawatir..." Ucap Zayna tanpa sadar


"Mana kotak P3K.?" Tanya Zayna


Areksa hanya menunjuk lemari berwarna putih di samping ranjangnya, Zayna segera membawa Areksa ke kasur untuk duduk, lalu ia mencari kotak obat itu.


.


.


.


Setelah selesai mengobati luka di tangan Areksa, kini Zayna duduk di samping Areksa.


"Lo kenapa sih, kok bisa tangannya luka gitu.?" Tanya Zayna


"Udah biasa"


"Ya tapi jangan lukai diri Lo sendiri kali Pak.! Pak" ketus Zayna


"Apa.? Lo manggil gue apa tadi.? Coba Lo ulang.?" Kesal Areksa


"Ohh Pak.? Iya kan Pak Areksa.?" Canda Zayna


"Ck. Gue masih muda, masih 25 tahun. Coba umur elo berapa.?"


"23 tahun" jawab Zayna


"Kita cuma terpaut 2 tahun, ngapain Lo manggil gue Pak.? Emang gue kelihatan tua.?" Kesal Areksa

__ADS_1


"Kan elo laki-laki masak di panggil mbak gitu.?"


Areksa menjadi geram dengan Zayna. Kini Zayna berdiri tetapi tangannya di tarik oleh Areksa.


Bruukkk


Kini posisi mereka sangat intim, Areksa di bawah dan Zayna di atas tubuh kekar lelaki tampan itu. Kedua jantung mereka berdetak tak karuan, hembusan nafas mereka berdua dapat mereka rasakan masing-masing.


Areksa tadi menarik tangan Zayna hingga mereka berdua malah terjatuh di atas kasur king size milik Areksa .


Keduanya sama-sama belum menyadari Posisi mereka saat ini.


Yang bisa Areksa lihat hanya mata Zayna yang berwarna abu-abu, tak bosan ia memandang mata milik Zayna. Sebaliknya, Zayna juga tak bosan menatap wajah tampan milik Areksa.


"Iihhh... Ini gara-gara elo" ketus Zayna, ia membenarkan posisinya.


Jantungnya tidak aman, saat berdekatan dengan Areksa.


"Kenapa hmmm.?" Tanya Areksa membuat Zayna merinding, karena suaranya yang lembut dan sedikit serak.


Ada getaran aneh di hati Zayna, Entah lah Zayna juga tidak tau getaran apa itu.?


Areksa mengukung tubuh Zayna, mungkin kalau Zayna tidak menggunakan cadar, ia akan di cium ------ Ohh lupakan.


"Sebentar lagi, elo akan jadi milik gue seutuhnya" bisik Areksa di telinga Zayna dengan suara seraknya.. seperti dengan menahan sesuatu.


"Iissshh.. Minggir, badan Lo berat tau" decak Zayna lalu mendorong tubuh Areksa menjauh.


Zayna memposisikan dirinya duduk, lalu menetralkan detak jantungnya yang masih berdegup kencang tak karuan.


Areksa ikut duduk di samping Zayna, ia meraih tangan Zayna, sedangkan Zayna langsung menoleh cepat.


Kenapa saat Areksa menyentuh tangannya detak jantungnya malah bertambah cepat.?


Areksa menatap Zayna yang juga menatapnya. Mereka saling pandang.

__ADS_1


"Sorry...." Lirih Areksa sembari memegang kedua tangan Zayna


"Untuk.?" Zayna mengerutkan keningnya


"Gara-gara gue, elo harus masuk ke dalam kehidupan gue" ucap Areksa


Cup


Lalu ia mengecup tangan kanan Zayna sekilas. Zayna sudah salah tingkah hanya di perlakukan seperti itu oleh Areksa. Ia tidak percaya jika Areksa mencium tangannya. Membuat Zayna tersenyum kecil di balik cadarnya.


"Areksa"


"Apa hmm.?" Sahut Areksa lembut


"Gue ikhlas bantu Lo, jadi jangan minta maaf" ucap Zayna


"Gue janji, gue akan .... Serius dengan hubungan ini.! Bagaimana.? Apa elo setuju jika kita tunangan dan menikah beneran.?" Tanya Areksa membuat Zayna terdiam


"I-iyaa gue setuju, Tapi kita tidak saling cinta. Bagaimana dengan hubungan ini kedepannya.?" Tanya Zayna


"Cinta bisa datang kapan saja Na"


Zayna menatap wajah tampan Areksa, apa bener yang di katakan Areksa.? Sebenarnya Areksa sudah menaruh hati pada Zayna saat pertama kali mereka bertemu, ada getaran aneh di dalam hatinya.


Apakah itu benih-benih cinta.? Pikirnya


Dan saat itulah Areksa menyadari jika ia memiliki perasaan terhadap Zayna.


Apakah Zayna juga mempunyai perasaan yang sama terhadapnya.? Atau sebaliknya.?


Ia menyembunyikan perasaan ini dulu, setelah ia yakin dengan perasaannya, ia mengatakan 'CINTA' kepada Zayna.


"Ohh iyaa.. kenapa elo tadi cium tangan gue.?" Ketus Zayna, sebenarnya Zayna malu sih membahas tentang kejadian tadi. Tetapi entah mulutnya tidak bisa di ajak kompromi.


"Emang kenapa.? Emang nggak boleh cium tangan tunangannya.?" Tanya balik Areksa

__ADS_1


__ADS_2