
Setelah itu, Zayna mengakhiri panggilan telpon secara sepihak. Nanti malam ia ke markas.? Yang benar saja, ia baru pulang dari rumah sakit.! Dan nanti malam akan ke markas.?
Ting
Zayna kembali meraih ponselnya yang berada di atas nakas, sebuah pesan dari Areksa.
[ Udah sampai baby.? ] Zayna tersenyum geli pada panggilan Areksa untuknya
[ Sudah ]
[ Baby harus istirahat.! Nggak boleh terlalu capek, nanti aku ke sana ] ucap Areksa dengan balasan chat.
Zayna hanya membalasnya dengan emoji senyuman.
Ting
Zayna kembali membuka pesan dari Areksa.
[ Ya udah, kalo gitu selamat istirahat baby.! ] balas Areksa dengan emoji senyum lalu terdapat love
Zayna tidak membalas pesan itu lagi, ia hanya tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila. Karena ulah Areksa yang membuatnya seperti itu. Padahal hanya sebuah pesan kan.?
"Zayna.! Kenapa sih elo jadi sedikit-sedikit salting.?" gumamnya geram pada dirinya sendiri.
.
.
__ADS_1
.
Kini Zayna sedang makan malam dengan orang tuanya. "Ayah, Bunda" panggil Zayna ketika sudah selesai makan.
Sontak kedua orang tuanya menoleh. "Apa.?"
"Emm Zayna malam ini mau ---- ketemu sama temen Zayna" ucap Zayna
"Dimana.? Tapi kamu baru saja pulang dari rumah sakit.! Apa kamu sudah baik-baik saja.?" tanya Indra dan di angguki oleh Anis
"Udah kok, Yah.! Zayna udah sehat" jawabnya cepat.
"Apa mau Ayah sama Bunda anter.?" tawar Anis, ia merasa trauma dengan kejadian kecelakaan waktu itu.
"Nggak perlu kok Bund.! Nanti Zayna di jemput sama temen Zayna, katanya mau ke cafe"
"I-ituu Bund, ada yang mau Zayna omongin sama temen Zayna" dustanya
"Nggak.! Anak gadis nggak boleh keluar malem-malem begini.! Bahaya.!" tolak Anis membuat garis wajah Zayna menjadi kendor.
"Bund, pliis.! Zayna mau ngomong penting sama temen Zayna.!"
"Kalau mau ngomong penting kan bisa besok saja, ini udah malem, Na. Bunda nggak mau ya kamu kenapa-napa lagi" ucap Anis tetap tidak memperbolehkan Zayna pergi
"Udahlah.! Nggak papa Zayna kalo mau pergi.! Tapi janji cepet pulangnya ya.?" ucap Indra akhirnya yang sedari tadi menyimak ikut menimpali.
"Lohh.? Kok Mas malah mendukung yang nggak bener.? Nanti kalo terjadi sesuatu sama Zayna gimana.?" protes Anis tak setuju.
__ADS_1
"Udah.! Zayna kami boleh pergi tapi dengan satu syarat.! Nggak boleh pulang terlalu malem"
Sedang Zayna.? Ia tersenyum dalam hati mendapat ijin dari Ayahnya. Ayahnya memang tau aja keadaannya, tidak seperti Bundanya yang selalu mengekangnya.
"Beneran Yah.?"
Indra mengangguk. "Mas.! Kok kamu ijinin sih.? Itu anak gadis kita loh Mas.!" ucap Anis tak suka.
Indra hanya menghela nafas lalu mengajak istrinya ke dalam kamar. Mungkin istirahat.
Zayna segera bersiap-siap di kamarnya. Ia melepas cadar nya di dalam kamarnya. Lalu meraih kaos putih lengan pendek. Menyisir rambutnya di depan cermin, Zayna sangat tidak percaya dengan dirinya jika tidak memakai cadar dan hijab. Ia seperti bebas.
Rambut sebahunya di biarkan tergerai begitu saja, terlihat indah lalu menyisirnya perlahan. Setelahnya, ia mengikat rambutnya dengan ikat rambut bermotif kelinci. Sangat lucu.
ia menguncir rambutnya menjadi satu, membentuk kuncir kuda. Itu lebih nyaman baginya, lalu tak lupa. Ia memoleskan sedikit cream di wajahnya agar terlihat tidak kering.
Lalu liptin merah jambu untuk bibirnya. Ia hanya memoles wajahnya dengan bedak setipis mungkin. Ia tak suka make up berlebihan seperti Fanya.
"Sempurna.!" gumamnya mematut dirinya di depan cermin rias. Lalu ia membuka lemari bajunya. Ia mengambil jaket hoodie hitam kesayangannya. Lalu mengambil celana jeans robek di bagian kedua lututnya. Ia segera memakainya.
Tak butuh waktu lama, Zayna sudah selesai dengan penampilan khasnya. Ia sangat nyaman dengan penampilannya sekarang. Lalu ia memakai masker warna hitam dan memakainya. Tak lupa penutup kepala hoodie ia kenakan.
Terlihat tomboy tetapi keren.
'Maafin Zayna, Ayah, Bunda' batin Zayna. Ia belum sepenuhnya berubah. Ia masih berbohong dengan kedua orang tuanya. Tetapi ia juga tidak mau meninggalkan hobinya ini. Dulu saat Zayna masih SD saja ia ingin belajar naik motor.
Tetapi kedua orang tuanya tidak memperbolehkannya. Yang benar saja anak SD sudah belajar naik motor.? Ya memang ada sih jaman sekarang anak SD sudah bisa mengendarai motor matic atau yang bergigi.
__ADS_1