
Luna pun menghampiri Sagara dan mengabaikan kedua temannya.
"Hai Sagara" sapa nya ketika ia sudah berada di samping lelaki itu.
Sedangkan Sagara hanya acuh, ia masih fokus menggosok giginya yang ke lima kali. "Elo kenapa gosok giginya nggak selesai selesai.?" tanya Luna. Tetapi cowok itu masih bungkam, lalu setelahnya ia berkumur-kumur.
"Sagara.! Lo... Nggak mau ngulangi emmm... Adegan yang tadi.?" tanya Luna tanpa malunya
Sagara menaikkan sebelah alisnya membuat jantung Luna berdetak lebih cepat. "Firk kiss" jawab Luna malu-malu sambil menata rambutnya.
Sagara memutar bola mata jengah. "Inget ya.! Gue ngelakuin itu tadi karena atas perintah di adegan film, bukan kemauan gue sendiri" desisnya lalu beranjak pergi. Tetapi pergelangan tangannya di tahan oleh gadis itu. "G-Gue cuma..."
"Ohh iyaa... Seharusnya firk kiss tadi itu untuk orang yang gue sayang dan cintai selama ini.! Jadi, jangan berharap lebih" desis cowok itu lagi.
Luna melepaskan cekalan tangannya. Rasanya kecewa, ia tidak terima semua ini. Sagara telah membuatnya terobsesi pada pandangan pertama.
"Emang siapa yang elo sukai.?"
Sagara tertawa kecil, sangat tampan saat tertawa seperti itu. "Lo siapa.? Jangan banyak tanya.! Lo itu orang yang nggak punya malu, tau nggak.?" setelah mengatakan ucapan pedas itu, Sagara pergi. Sedang Luna.? Ia tidak percaya dengan apa yang di katakan Sagara barusan.
__ADS_1
Kedua temannya yang sedari tadi hanya melihat saja, sekarang berjalan ke arahnya. "Hati adek sakit Abang" ucap Lala berusaha meledek sahabatnya.
"Iyaa... Ternyata firk kiss tadi aslinya milik gadis yang dia cintai.! Utututu...." tambah Tea
Luna memasang wajah garangnya kepada kedua temannya. "Diem deh Lo berdua" desisnya.
"Kalem Lun, kalem napa.? Gue nggak habis pikir deh, dugaan gue bener kan kalo Sagara gosok gigi karena jijik sama mulut elo.?" tebak Tea
"Gue jadi penasaran, secantik apa sih cewek yang di sukai Sagara.?" gumam Lala
"Yang pasti lebih cantik gue dari pada cewek yang di sukai sama Sagara" celetuk Luna super PD
Kedua temannya sontak menoleh, Ya emang bener sih Luna Queenla ini bisa di bilang cantik. Banyak cowok yang naksir sama Luna, tetapi ia tolak karena wajah-wajah para cowok yang menyukai nya pas-pasan. Pikir Luna.
"Afaa iyaa.? Kalo lebih cantikan elo, seharusnya dia milih elo dari pada cewek itu" timpal Tea
"Hehh... Katanya kan cinta nggak mandang fisik, bisa aja cewek yang di sukai sama Sagara itu gendut, jelek, iiww.. pokoknya jijik gitu" ucap Luna tak mau kalah
"Cinta nggak mandang fisik.? Lahh elo.? Banyak cowok yang naksir sama elo tapi Lo tolak semua.? Karena apa.? Karena mereka wajahnya pada nggak ganteng, gitu kan.?" sarkas Lala
__ADS_1
"Itu gue... Gue kan anak berkelas gitu, Dann... Gue juga cantik.! Masa iya gue pacaran sama anak yaa gituu deh... iihh no.. no.. gak level" pungkas Luna sambil bergidik
Kedua temannya geleng-geleng kepala. Memang Luna ini terlalu pilih-pilih dalam mencari pasangan, yang bur1k di lempar, yang ganteng di sikat. Cewek model apaan si Luna ini.?
"Dah lah.. gue mau pergi.! Dan gue nggak rela kalo Sagara suka sama cewek lain selain gue.! Awas aja tuh cewek kalo gue ketemu, gue rundung" cerca Luna
"Emang Lo tau cewek yang di sukai Sagara.? Nggak kan.?" tanya Lala
"Gue akan cari tau, ko bisa gue sewa seorang hacker untuk mencari tau keberadaan cewek itu" setelah mengucapkan itu, Luna pergi.
_______________
Malam hari telah tiba, Zayna bersiap akan pergi ke markas Lady Bugs. Sekarang ia sedang mengendarai motornya di tengahnya malam, untuk membahas tentang perlombaan yang akan melawan ketua Black One. Yang di segani di khalayak pembalap. Katanya ketua Black One itu terkenal curang. Dua hari lagi perlombaan akan tiba.
Zayna masih kepikiran siapa yang mengirimkan foto tidak jelas itu kepada Areksa. Yang memasang filter dengan wajahnya. Seketika senyum di bibir gadis itu terlihat misterius di balik helm full face nya.
'Bianca.! Tunggu pembalasan gue' batinnya.
Sedangkan kini, Areksa datang ke basecamp karena di suruh untuk teman-temannya datang. Sebenarnya ia malas, tetapi terus saja si Alvin dan Aldi memaksanya.
__ADS_1
Setelah sampai, Areksa memarkirkan motor sport merahnya di depan tempat perkumpulannya bersama temannya.
"Good job, Sa.! Akhirnya Lo dateng" sorak Alvin