
"Lo beneran nggak kenal gue Zayna Aghnia" bisik lelaki itu tepat di telinga Zayna.
Zayna mengernyitkan dahinya. Siapa lelaki ini.? Sok kenal, sok misterius, pikirnya. Lelaki itu masih menatap Zayna membuat gadis itu risih.
"Siapa Lo.? Jangan sok kenal, sok akrab deh" ketus Zayna, ia segera pergi dari tempat itu. Tetapi sebuah tangan kekar itu kembali menarik tangannya membuat Zayna kaget.
"Lepas.! Apa-apaan sih Lo.?" gertak Zayna pada cowok yang menurutnya menyebalkan.
"Nia" panggilnya membuat Zayna mendelik, bagaimana tidak.? Itu panggilannya dengan ----,.
Belum sempat Zayna bertanya siapa ia sebenarnya. Lelaki itu menariknya ke suatu tempat. Lelaki itu saat melewati kerumunan menunduk sembari membenarkan topinya agar menutupi wajahnya.
Kini Zayna dan lelaki itu berada di sebuah taman dekat mall tersebut. Zayna semakin bingung di buatnya. Mengapa ia di bawa kesini.?
"Ngapain Lo.?"
Lelaki itu tak menjawab, ia menatap Zayna dalam membuat gadis itu sedikit gugup. "Jangan lihatin gue terus.!"
Lelaki itu berjalan mendekat kearahnya. Membuat Zayna berjalan mundur ketika lelaki itu melangkah mendekat.
"Gue teriak kalo elo macem-macem" ancam Zayna
Tetapi lelaki itu hanya tersenyum kecil di balik maskernya. "Ternyata elo udah lupa sama gue" ucap lelaki itu terkekeh. Lalu melepaskan masker dan topinya. Terlihatlah wajah tampan bak dewa Yunani di hadapan Zayna. Hampir menyaingi ketampanan Areksa.
Kalau Areksa itu lebih mirip Xukai, jika lelaki ini lebih mirip member salah satu BTS karena lelaki ini dulu pergi ke Korea.
Zayna seperti tidak asing dengan wajah lelaki di depannya ini. Ia berusaha mengingat siapa lelaki ini. Kemudian Zayna membulatkan matanya sempurna.
__ADS_1
"Lo.... Sagara.? Iyaa kan.?" tanya nya memastikan. Lelaki itu mengangguk lalu tersenyum setelahnya.
"Nia"
"Gara"
Mereka berdua saling pandang. "I-Ini beneran Lo kan.?" tanya Zayna masih tak percaya.
"Iyaa Nia"
"Kenapa elo pake topi sama masker.? Sok misterius banget.?" ketus Zayna
"Hmmm elo pasti udah tau jawabannya "Ohh... Pasti karena elo nggak mau ketahuan identitas elo kan.?" tebaknya
Lelaki itu mengangguk
"Hmmm.?" Zayna mendongak menatap lelaki tampan di depannya.
"Kangen....."
Zayna mendelik mendengar kalimat itu, yang benar saja.? Kalau ada yang melihatnya bagaimana.? Memang sih di sini sepi, tapi tetep aja malu. Apalagi ia sekarang sudah menjadi tunangannya Areksa.
"Kenapa.?"
Lamunan Zayna buyar, lalu menatap lelaki itu. Ingin sekali ia melepas rindu pada lelaki di depannya ini. Tetapi.....
"Kelamaan" lelaki itu langsung memeluk Zayna tanpa menunggu persetujuan darinya.
__ADS_1
Sedang Zayna.? Gadis itu nampak terkejut mendapat pelukan tiba-tiba seperti ini. Sagara meletakkan dagunya di bahu gadis itu. Menghirup aroma vanila dari gadis itu. "Gue.... Akhirnya bisa nemuin lo lagi" bisiknya membuat Zayna geli.
"Gar.! Lepas.!"
Bukannya melepas pelukan itu, lelaki itu malah memeluk erat tubuh gadis itu.
"G-Gue kangen masa kecil kita Nia" kini Sagara melepas pelukannya, lalu menatap netra abu-abu itu.
"Gar.! Elo kembali ke Indonesia.?" tanya Zayna.
"Gue kembali ke Indonesia karena... Pengen ketemu sahabat kecil gue yaitu elo.!" ucap Sagara menatap Zayna dalam.
Flash Back On
Seorang anak berusia sekitar 10 tahunan itu sedang bermain sepeda di pinggir jalan. Karena ia terlalu kurang fokus mengayuh sepedanya. Membuat gadis kecil itu terjatuh dari sepedanya. Karena ia tak melihat ada batu berukuran sedang di pinggir jalan.
"Aauuuhhh...." Gadis kecil itu memegang sikunya yang terasa perih karena terbentur oleh aspal jalanan. Tiba-tiba ada seseorang berjongkok di hadapannya. "Kamu nggak papa Nia.?" tanya seorang anak cowok menatap gadis itu khawatir.
"Gara,! A-akuu.... Nggak papa.!" jawab gadis itu sembari menyentuh sikunya yang sedikit mengeluarkan darah.
"Itu sikunya berdarah, aku obatin ya.?" anak cowok berusia 12 tahunan blasteran Korea itu mulai menyentuh siku gadis itu.
"Aauuuhhh... Jangan di sentuh tau.!" protes gadis kecil itu kesal.
"Iyaa iyaa, sorry Nia.!" Kemudian anak cowok itu menuntun gadis yang di panggil Nia olehnya yang tak lain adalah Zayna Aghnia.
"Den Sagara kok malah di sini.?" tiba-tiba seorang bodyguard Sagara datang. Sagara memutar bola matanya jengah. Deddy nya ini terlalu berlebihan, ia kadang malu karena jika keluar sedikit harus di kawal seperti ini.
__ADS_1
"Ambilkan kotak p3k di mobil.!" perintah Sagara kecil pada bodyguard nya