Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 40


__ADS_3

Selain Fanya yang menyukai Areksa, Bianca juga menyukai Areksa tetapi dalam diam. Ia tak berani mengutarakan isi hatinya pada Areksa. Ia takut jika di tolak. Ia lebih memilih memendam perasaan ini sendiri.


Areksa memang waktu SMA ia selalu mendapat perhatian kecil dari Bianca, tetapi Areksa tidak pernah menatap ke arahnya. Berbagai cara sudah Bianca lakukan untuk mendapatkan cinta dari seorang Areksa dalam diam.


Tetapi semua rencana konyolnya itu bagai angin lalu. Nyatanya Areksa Gabriel Sigh tak pernah tersentuh dengan yang namanya wanita.


Lalu apa yang Bianca lihat saat di rumah sakit tadi.? Areksa menyuapi seorang gadis.? Apakah Areksa sudah mempunyai kekasih.? Pikir Bianca


[ Fanya saja masih ada, malah datang lagi Bianca.? Bagaimana hubungan Areksa dan Zayna nantinya.? 🤔🤔 ]


Areksa tidak menghiraukan ucapan Bianca, ia memang dari dulu tidak pernah peduli dengan gadis itu. Ia tau jika Bianca menyukai nya dalam diam, perhatian kecil yang sering Bianca berikan pada Areksa, membuat Areksa yakin jika Bianca menyukai nya.


Areksa hanya acuh, lalu melangkah pergi meninggalkan Bianca.


"Areksa.! Tunguu..." Bianca mengejar lelaki itu


Bianca hendak meraih lengan lelaki itu, tetapi dengan cepat, Areksa menghindar.


"Jangan sentuh gue.!" peringat Areksa seperti sebuah ancaman


"Areksa.! Dengerin gue dulu, elo masih ingat kan sama gue.? Bianca.?"


"Temen SMA elo.!"


Areksa tak menghiraukannya, ia tetap melangkah pergi.


"Apa elo udah punya kekasih.?" Ucapan itu terlontar dari mulut Bianca. Membuat langkah Areksa terhenti, lalu menoleh sekilas.


"Apa urusannya sama Lo.?" Lalu Areksa melangkah pergi dan tak menghiraukan Bianca

__ADS_1


Ceklek


Areksa masuk ke dalam ruangan yang di tempati oleh Zayna. Lalu berjalan mendekat ke arah gadis itu.


Zayna yang mendengar suara langkah kaki mendekat pun menoleh. "Areksa.?"


"Dari mana aja.? Katanya ke toilet" ketus Zayna sedikit kesal


Areksa tidak menjawab, ia duduk di kursi samping Zayna. "Tadi aku beli sesuatu.!" ucapnya


"Apa.?"


Zayna mendengus kesal, mood nya sudah di rusak oleh perawat tadi. Sekarang, Areksa yang membuatnya ahh entah lah..


Areksa memberikan bunga yang ia simpan di balik punggungnya. Zayna mengernyitkan dahinya heran. "Untuk mu by" ucap Areksa


"H-hah.? Jadi kamu beli bunga ini untuk aku.?" tanya Zayna tak percaya


"Makasih" Zayna dengan jantung yang berdebar menerima bunga tersebut. Areksa tadi memanggilnya dengan sebutan By.? Akhh rasanya Zayna ingin melayang saat ini juga.


"Kamu tau, bunga itu seperti mu. Cantik di mata ku" ucap Areksa


"Idiihh.. pinter gombal ya.?"


Padahal menurut Areksa ia tidak sedang menggombal, ia bicara sesuai kenyataan. Tetapi bagi Zayna itu sebuah gombalan.


Areksa hanya menghela nafas, lalu memberikan paper bag pada Zayna.


"A-Apa lagi ini.?"

__ADS_1


Areksa tak menjawab, karena gadis itu penasaran. Zayna pun membuka paper bag tersebut.


"Astaga.! J-jadi elo beliin gue ponsel.?" kagetnya saat mendapati kotak ponsel yang berlogo apel di gigit.


"Aduuhh.. makasih ya. Padahal gue nggak minta.!" ucap Zayna cengengesan, tetapi kalau di pikir-pikir lumayan juga hehehe


"Simpan terima kasih mu, nanti kalau setelah kita sah akan ku tagih" ucap Areksa tersenyum smirk


"Apaan.?" tanya Zayna tak peka


"Ck, nanti tau sendiri"


Beberapa menit, keduanya akhirnya terlelap. Areksa tidak tidur di sofa, melainkan di samping Zayna. Posisinya duduk di kursi lalu tangan kanannya memeluk perut rata Zayna.


.


.


.


Keesokan harinya, Zayna menggeliat. Merasakan tubuhnya berat seperti tertindih sesuatu, perlahan matanya mengerjap.


"Areksa tidur di sini.?" gumamnya melihat lelaki itu tangannya tengah memeluk nya.


Zayna mengamati wajah tampan lelaki ini. Tampan, bahkan dengan keadaan masih tidur saja tampan.


"Kok gue kayak nggak asing sama wajah Areksa ya.? Pernah lihat tapi dimana.?" gumamnya lagi.


"Ohh iya, Areksa mirip seperti Xukai. Apa jangan-jangan dia saudaranya.? Tapi kan Xukai orangnya lemah lembut, murah senyum. Lah ini.?" dumelnya seorang diri

__ADS_1


"Pantesan si ondel-ondel ngejar Areksa, orangnya aja kalau di lihat tam---" ucapan Zayna terhenti


"Udah puas lihatinnya.?" suara berat nan serak itu berhasil membuat Zayna terciduk. Karena ketahuan telah memandangi wajah milik Areksa.


__ADS_2