
Aaakkkhhh
"Lo kenapa sih.?" Tanya Zayna bingung melihat Areksa seperti frustasi
"Nggak"
Areksa kemudian menoleh ke Arah Zayna "Na" panggil Areksa
Gadis bermata abu-abu itu langsung menoleh ketika namanya di panggil.
"Apa.?"
Areksa ingin mengatakannya tetapi ia sangat ragu, ia ini lelaki bergengsi tinggi.
"Apa.?" Tanya Zayna lagi saat Areksa malah diam menatapnya
"Emm... Gue mau ngomong sesuatu sama Lo" ucap Areksa dengan mode seriusnya.
"Lo mau nggak jadi... G-gadis bayaran.?" Tanya Areksa ragu sekaligus gugup
Ia akan mencoba untuk meminta tolong pada Zayna, karena hanya Zayna yang saat ini dekat dengannya. Jika nanti Zayna menolak, terpaksa ia harus mencari gadis lain.
"Haaahhh" Zayna menganga tidak percaya, karena tidak menyangka, sekaligus tidak paham akan pembicaraan Areksa.
Areksa menghela nafas, lalu ia pelan-pelan menceritakan tentang pertunangannua yang sama sekali tidak ia harapkan.
"A-apa.? Jadi, Lo nyuruh gue buat jadi kekasih sandiwara Lo gitu.?" Tanya Zayna
"Gue minta tolong sama Lo" ucap Areksa
__ADS_1
"Tunggu... Tapi saat Lo telpon sama orang tua Lo tadi, Lo bilang kalau Lo udah punya kekasih" ucap Zayna
Areksa menggeleng "Gue cuma bohong"
Zayna kemudian memandang Areksa dengan tatapan intens. Ia tahu menerima Areksa menjadi kekasih sandiwaranya.
"Gue bayar berapa pun" ucap Areksa lagi
"Gue nggak bisa, emang gue kekurangan biaya gitu.? Asal Lo tau Sa! Kekasih itu bukan untuk main-main, bukan untuk sandiwara.! Mending Lo cari gadis lain aja deh, gue nggak bisa. Karena gue maunya cowok yang benar-benar tulus sama gue.! Bukan hanya sandiwara" peringat Zayna membuat Areksa terdiam
"Jadi.. kalo gue nggak jadiin Lo kekasih sandiwara Lo mau.?" Tanya Areksa balik
"Gue nggak cinta sama Lo" ketus Zayna
Baru kali ini ada gadis yang terang-terangan berbicara seperti itu pada Areksa.
"Okey.! Gue nggak akan paksa Lo" ucap Areksa kemudian pergi dari hadapan Zayna, membuat Zayna bingung dengan sikap Areksa.
"Tunggu..." Zayna memegang tangan Areksa
"Apa.? Kan udah nggak ada yang mau di ceritain" ucap Areksa dingin, tanpa menatap ke arah Zayna
"Dengerin gue dulu.! Iya gue mau deh jadi kekasih sandiwara Lo, tapi gue nggak butuh di bayar, dan... Kalau sampai orang tua Lo nyuruh Lo buat nikahin gue, Lo harus cari gadis pengganti gue yang juga bercadar.! Karena gue nggak mau nikah sama Lo.!" Ucap Zayna
"Mencari pengganti.? Nggak" tolak Areksa cepat
"Kenapa.? Maunya ko gimana.?" Tanya Zayna
Areksa tersenyum devil ke arah Zayna, lalu membisikkan sesuatu pada Zayna.
__ADS_1
"langsung nikah" bisik Areksa membuat merinding
"Katanya Lo cuma jadiin gue kekasih sandiwara.! Kok tiba-tiba nikah sih.?"
"Lo sendiri yang bilang, kalau elo nggak mau bermain-main dengan hubungan seperti ini.! Jadi... Gue akan serius" ucap Areksa tersenyum miring ke arah Zayna.
.
.
.
.
Malam harinya, Zayna sedang merebahkan dirinya di atas kasur king size miliknya.
Ia sedang memikirkan apakah keputusannya sudah bulat untuk menjadi kekasih Areksa.? Ya, mereka berdua sudah sepakat tetapi Areksa memintanya untuk menjadi kekasih tetapnya.
Padahal Zayna sudah berbicara pada Areksa, kalau ia dan Areksa tidak saling mencintai, tetapi entah mengapa Areksa memohon kepadanya. Karena Zayna tidak tega, akhirnya ia pasrah saja, walau entah ke depannya bagaimana.?
Triing
Suara notifikasi dari ponsel Zayna, tanda ada yang mengirim pesan padanya. Lalu ia pun meraih ponselnya yang berat di atas nakas.
[ Lo main ke markas nggak ]
Zayna. Membaca pesan dari sahabatnya yaitu Airin, memang Zayna memiliki Genk bernama Ladybughs. Yang terdiri 3 gadis yaitu Zayna Aghnia ketua Genk Ladybughs, Airin dan Lisa sahabatnya.
Pasti kalian bertanya-tanya bukan, mengapa Zayna memakai cadar tetapi sifatnya seperti itu.? Karena Zayna ketahuan memiliki Genk seperti itu, orang tuanya menyuruhnya untuk berubah.
__ADS_1
Dan hal yang tak terduga, Zayna si gadis bar bar dan juga Queen Rancing terpaksa harus menuruti kemauan orang tuanya, kemudian orang tuanya menyuruhnya untuk berubah dan memakai cadar.
Mau tidak mau Zayna harus menerima permintaan dari sang Ayah dan Bundanya, karena ia tidak mau membantah perkataan orang tuanya.