Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 93


__ADS_3

Zayna mulai bercerita mengenai masa lalunya.


Areksa tertegun sejenak, tunggu.! Ia seperti tidak asing dengan nama `Sagara` apa ia sudah pernah mendengar sebelumnya.? Lelaki itu baru ingat saat dulu Zayna pernah menyebut nama laki-laki lain.


"Tapi, kita terpisah saat SMA kelas satu, karena dia pergi bersama orang tuanya ke Korea melanjutkan pendidikannya di sana" gadis itu kembali bercerita.


"Sampai akhirnya gue ketemu kembali sama dia, Sagara"


Entah mengapa hati Areksa semakin memanas alias cemburu ketika Zayna menceritakan masa lalunya dengan laki-laki lain. Tapi ia tetap mendengarkan.


"Gue sama Sagara itu dulu akrab banget deh, main berdua terus.! Pokoknya seru deh...." gadis itu melirik lelaki di sampingnya.


Areksa yang mendengar itu langsung menggeram kesal. "Kenapa.? Cemburu ya.? Haayyooo.... Ngaku deh" gadis itu menggoda Areksa yang sedang terbakar api cemburu.


"Nggak" jawab Areksa cepat


"Idiihh... Gak percaya gue.! Sagara itu emang cinta sama gue" Zayna memang sengaja memancing Areksa agar cemburu, seru aja gitu di cemburuin lelaki seganteng Areksa yang lebih tepatnya seperti pemeran drakor kesukaannya. Ia jadi terbayang menjadi pemeran gadisnya.


Sedang Areksa, ia sudah tak tahan dengan apa yang ia dengar dari mulut gadisnya. Lalu tanpa aba-aba lelaki itu menatap gadisnya tajam.


"Hahaha.... Bercanda kali, jangan natap gue se...." Zayna terkejut saat wajah lelaki itu mendekat. Hembusan nafas lelaki itu tercium aroma mint.

__ADS_1


"M-mau apa.?" Zayna gugup dan memundurkan kepalanya. Apalagi di dalam mobil ini mereka tidak sendiri, melainkan ada sopir pribadi Areksa.


Sopir itu melirik dari kaca spion dalam mobil, lalu tersipu malu sendiri melihat kelakuan Tuannya. Lalu sopir itu kembali menatap lurus ke depan berusaha tidak menggangu Tuannya . Bisa-bisa ia nanti kena hukum.


"Lo m-mau ap...." mata gadis itu membulat ketika Areksa tiba-tiba menarik tengkuk lehernya dan mencium bibir gadis itu. Zayna tentu saja shock dan terkejut.


Zayna berusaha melepas ciuman tersebut. Tetapi Areksa malah memperdalam ciuman itu. Gadis itu memukul-mukul dada bidang cowok itu.


Tetapi usahanya sia-sia, ia juga menikmati permainan yang di berikan oleh Areksa. Tanpa mereka sadari, sang sopir pribadi Areksa yang melihat itu senyum senyum sendiri. Tetapi setelah itu ia tak berani melihat lagi.


Firk Kiss Zayna sudah di ambil begitu saja oleh Areksa. Sama, Areksa juga itu adalah ciuman pertamanya untuk gadis yang ia cintai.


Areksa ******* bibir ranum gadis itu yang selalu tertutup cadar tetapi sekarang tidak. Lalu mengabsen setiap inci deretan gigi gadis itu. Melum*tnya dengan lembut, melilitkan lidahnya pada gadis itu.


Areksa yang sadar pun langsung melepas pagutan tersebut. Akhirnya Zayna bisa bernafas lega dan menghirup udara segar dengan rakus.


"L-lo... K-keterlaluan, Sa" geram gadis itu terbata mengusap sisa saliva milik Areksa yang masih berada di bibirnya.


Areksa tersenyum miring. "Tapi elo juga menikmatinya tadi" ucap Areksa tenang.


Zayna ingin sekali mencakar wajah lelaki tampan ini. "Lo tau.? Itu firk kiss gue tau gak.?" Zayna memberi tatapan permusuhan pada Areksa.

__ADS_1


Areksa tersenyum lagi. Berarti dia adalah laki-laki yang menciumnya pertama kali.? Betapa senangnya lelaki itu saat mendengarnya.


"Emang kenapa.? Besok juga kita udah nikah, dan gue akan lakuin hal yang lebih dari ini" laki-laki itu tersenyum smirk, membuat Zayna menjadi gelisah membayangkan malam pertamanya besok.


__________


Keesokan harinya, Zayna masih setia bergelut dengan selimutnya. Setelah tadi malam ada adegan kiss Areksa mengantarkan Zayna pulang.


Hingga jam 02.30 dini hari Zayna baru tidur. Ketukan pintu kamarnya tidak ia dengar.


Tokk


Tokk


Tokk


"ZAYNA BUKA PINTUNYA" suara Anis menggelegar, sampai Zayna terbangun dengan mata sayup-sayup.


"Hahh.... siapa tadi yang manggil gue.? Apa jangan jangan s-setan...." gumamnya


"ZAYNA AGHNIA.! CEPAT BUKA ATAU BUNDA AKAN DOBRAK PINTUNYA"

__ADS_1


Zayna menoleh cepat ke arah daun pintu, knop pintu itu bergerak-gerak. "Apa itu Bunda.? Bukannya bunda masih di luar kota.?" gadis itu turun dari ranjang lalu dengan langkah gontai ia membuka pintu.


Ceklek


__ADS_2