Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 87


__ADS_3

Gadis itu menitikkan air mata. Areksa yang melihat itu mengusap wajahnya kasar. "Heii... Kenapa malah nangis.? Lo harusnya tau gue kecewa sama Lo" desisnya.


"Lo tau.? Lo itu gadis Na.! Lo salah pergaulan hingga seperti ini"


Zayna menunduk lagi dengan air mata yang membanjiri wajahnya. Masih diam tak berani bicara.


"Gue kecewa sama Lo" mata lelaki itu memerah berusaha meredam emosinya.


Keadaan malam ini sangat mencekam bagi gadis yang sekarang tertunduk sedang merenungi nasibnya malam ini.


Perlahan kepalanya mendongak menatap lelaki tampan di depannya. "S-sekarang terserah Lo, mau sampai sini juga nggak papa" ucap Zayna dengan suara lirih


Lelaki dengan paras tampan, mata yang tajam bak elang. Sedangkan mata gadis itu sudah mulai meredup, pasrah dengan jawabannya lelaki yang berstatus tunangannya.


"Apa maksud Lo.? Lo minta hubungan kita sampe sini.?" tanya lelaki itu dengan nada dingin.


Zayna hanya bisa menunduk, tak berani lagi menatap lelaki yang ada di depannya ini. "I-iyaa... Keputusan sekarang ada di tangan Lo.! Setelah elo tau gue yang sebenarnya.! Lo nggak pantes dapetin gue, Sa" gadis itu kembali terisak dalam diam.


Rahang Areksa mengeras begitu saja, kedua tangannya sudah mengepal erat.

__ADS_1


"Aaaaakkkhhhh....." Lelaki itu meninju pohon yang berada di sampingnya, sampai tangan lelaki itu terluka.


Zayna yang melihat itu terkejut. Areksa berjalan mendekat ke arah gadisnya dengan tangan terluka.


"Lo pikir gue akan lepasin Lo setelah gue tau identitas Lo.?" Lelaki itu berbicara dangan intonasi tinggi


Zayna mengangguk pelan


"Nggak.! Gue nggak akan lepasin Lo" setelah mengatakan itu, lelaki itu pergi meninggalkan gadis itu sendiri dengan perasaan yang hancur.


Gadis itu bersandar di pohon, tubuhnya sudah merosot ke bawah. Gadis itu menangis sejadi-jadinya, apa Areksa marah padanya.? Tidak usah di tanya.! Pasti lelaki itu bukan hanya marah tapi kecewa juga.


Zayna menenggelamkan wajahnya di lipatan kakinya. Malam yang begitu sunyi, bahkan ia tidak tau Areksa pergi kemana. Tapi ia masih memikirkan kata terakhir yang di ucapkan oleh Areksa.


"Lo nggak pantes dapetin gue, Sa.! Gue bukan gadis baik-baik.! GUE GADIS BRENGS*K, GADIS PEMBOHONG" teriaknya frustasi, air matanya mengalir deras membasahi kedua pipi mulusnya.


Mata indah itu kini terlihat menyakitkan. Mata yang sembab dan merah. "Gue berharap Lo dapet gadis yang lebih baik dari gue" lirihnya


Gadis itu kembali meraung menangis sendiri di malam yang gelap gulita ini. "G-gue takut ayah sama bunda tau.! Gimana kalo Areksa aduin semua i-ini.? Hiks.... Hiks..." gadis itu kembali terisak.

__ADS_1


Ia meremas dadanya yang terasa sesak. "Gue cuma mau bilang sama Lo, Sa.! Gue udah cinta dan sayang sama Lo" lirih gadis itu, air matanya masih terus mengalir.


Mengapa ia bicara di saat tidak ada orangnya.? Apa ia bisa di katakan pengecut.?


"Nihh..."


Gadis itu terdiam ketika melihat di depannya ada sapu tangan, dengan ragu ia sedikit mendongak menatap siapa yang memberinya sapu tangan.


Matanya menyipit, karena malam ini gelap ia tak dapat melihat dengan jelas wajah orang tersebut.


"Kenapa diem hmmm.? Ini ambil" ucap lembut orang itu, kemudian ia berjongkok mensejajarkan dengan Zayna sedang duduk merosot. Zayna dapat melihat dengan jelas siapa orang ini. "Sagara.?"


Lelaki itu tersenyum kemudian mengangguk. "Iyaa, ini gue" ucapnya


Sagara kembali menyodorkan sapu tangan kepada Zayna. Kemudian gadis itu mengambilnya dengan ragu. Ia memalingkan wajahnya karena sekarang wajahnya sudah sembab.


"Ada masalah apa hmm.?" Lelaki itu mengulurkan tangannya mengusap lembut kepala gadis itu.


Sedang Zayna masih menghapus air matanya dengan sapu tangan itu. Setelahnya ia menoleh ke arah lelaki di sampingnya. "Gak papa" jawabnya lirih seakan ingin memendam masalah ini sendiri.

__ADS_1


Sagara menghela nafas. "Ya udah kalo nggak mau bicara, gue gak maksa. Tapi kalo ada masalah jangan di pendem sendiri nanti tambah menyakitkan" ujar Sagara seolah tau isi hati Zayna.


Gadis itu bimbang.


__ADS_2