Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 85


__ADS_3

Leo yang memimpin paling depan, sedangkan Zayna sekarang berada di nomor 2 tepat di belakang Leo saat ini.


Di sana ada tanjakan, Zayna mengendarai motornya dengan kecepatan sedang. Karena Leo tidak fokus, ia tidak melihat ada tanjakan di depan sana. Leo langsung menambah kecepatan motornya karena takut di salip oleh gadis di belakangnya.


"Ck, dasar bodoh" Zayna tersenyum miring.


Leo yang baru sadar bila ada tanjakan segera mengerem mendadak motornya tetapi sial, sudah terlanjur. Hingga ia terpental beberapa meter di aspal.


GUBRAAKKK....


Suara moto jatuh pun terdengar begitu nyaring. Leo terjatuh di semak-semak pinggir jalan. Sedangkan motornya tergeletak di jalan.


Para peserta lain masih tetap melanjutkan balapan karena garis finish sebentar lagi akan di raih. Sekarang pemimpinnya adalah Zayna Aghnia.


"Ehh, itu yang jatuh bukannya ketua Black One ya.?" bisik-bisik para penonton.


"Iyaa betul, tumben ia lengah gitu" timpal yang lain.


"Takut kalah mungkin, kan tadi di belakangnya ada peserta yang berusaha mengambil alih posisinya"


"Bener, tuh sekarang dia yang mimpin di depan"


Petugas yang menolong pun datang membantu Leo. Lelaki itu tampak geram tidak terima dengan semua ini.


Kembali lagi dengan perlombaan sirkuit.


Zayna sudah dapat melihat garis kemenangan itu di depan sana. Ia yakin, pasti malam ini ia yang akan mendapat juara pertama lagi.

__ADS_1


Saat sampai di garis finish, Zayna dengan bangga mempercepat laju motornya. Daaann......


"Wuuuoooooo...." Suara riuh pun terdengar ketika seseorang lebih dulu ke garis finish.


Sedang Zayna, termasuk yang kedua. Gadis itu geram, bisa-bisanya setelah Leo malah ada yang mengalahkannya. Padahal sebelumnya ia tidak pernah kalah, ia tetap juara satu tetapi tidak untuk malam ini.


"Wehh.. tumben Zayna jadi juara dua" ucap Airin


"Betul, gue jadi penasaran. Ehh.. tunggu.! Itu kan yang jadi juara satu, anak Dragon.? Iya nggak.?" pekik Lisa membuat mereka spontan menoleh.


"Berarti ada saingan berat nih setelah Leo" gumam Langga


"JUARA PERTAMA DI RAIH OLEH ANAK DRAGON" ucap sang komentator


Sedangkan Zayna, ia merasa kesal karena gagal mendapat juara satu. Tapi mau bagaimana lagi.? Yang penting ia menang kan.? Walau juara kedua.


Kemudian mereka semua menghampiri Areksa. "Sa.! Selamat elo juara pertama" Alvin pun tersenyum bangga.


Zayna yang penasaran dengan cowok yang mengalahkannya itu, ia segera turun dari motornya lalu berjalan menghampiri kelima cowok itu.


Tapi sebelum itu, ia melepas helmnya. Areksa masih berada di atas motor, ia sama sekali tidak bangga atas kemenangannya. Menurutnya tidak ada gunanya.


"Hehh... Siapa Lo sebenarnya.?" Suara gadis yang amat Areksa kenal itu pun terdengar. Areksa lantas menoleh, mendapati gadis cantik dengan rambut sebahu yang terbiasa tergerai begitu indah.


"Ehh... Dia kan gadis di Genk Lady Bugs" bisik Aldi.


"Cantik, tapi sepertinya agak baddas" balas Alvin berbisik

__ADS_1


Zayna masih menatap cowok yang berada di atas motor, masih mengenakan helm. "Apa elo suruhannya Leo buat menangin perlombaan ini.?" tebaknya.


Areksa mengerutkan keningnya, ia sama sekali tidak ada urusannya denga Leo. "Kenapa diem.?"


"Elo anak Lady Bugs kan.?" tanya Alvin sok akrab.


Zayna hanya meliriknya sekilas, mengabaikan pertanyaan dari Alvin.


"Jawab dong.! Elo punya mulut kan.?" gertak gadis itu, Areksa diam bukan karena malas menanggapi. Tetapi ia seperti tidak asing dengan suara gadis ini.


"Jangan nuduh temen kita suruhan Leo, dia sama sekali nggak ada sangkut pautnya sama Leo" celetuk Alex


"Gue nggak ngomong sama elo" desisnya


Alex pun terdiam atas keberanian gadis ini. Perlahan Areksa turun dari motor lalu melepas helm full face nya yang menutupi wajah tampannya.


Degh...


Seakan jantung Zayna berdetak tak karuan. Sangat tidak percaya dengan semua ini, bagaimana bisa.?


'A-Areksa' batinnya gugup dan gelisah


Ekor matanya sudah melirik ke sana kemari dengan gusar. Areksa meletakkan helmnya di motornya, lalu berjalan mendekat ke arah gadis itu.


Zayna berjalan mundur, takut jika identitasnya terbongkar. Bisa kacau dan marah besar Areksa nanti.


"M-mau ngapain Lo.?" tanyanya dengan suara bergetar

__ADS_1


__ADS_2