Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 35


__ADS_3

"Idiiihhh"


"Nggak papa Ayah pulang sendiri, Bunda mu biar di sini jagain kamu" ucap Indra


"Bund, mending Bunda ikut balik sama Ayah aja.! Lagian sebentar lagi Areksa ke sini.! Masa' iya Ayah nanti bawain baju pribadi aku.?" ucap Zayna merengek pada Bundanya


"Nggak.! Lagian Areksa kenapa pergi, udah tau calon istrinya di rumah sakit, ehh malah pergi.!" kesal Anis


"Bund please.!" Zayna memohon dengan wajah yang di imut-imut kan


"Huft.! Baiklah.. Bunda panggil perawat dulu buat jagain kamu, Okey.?"


Zayna hanya mengangguk


Tak berapa lama, seorang perawat datang menghampiri Zayna. Sedangkan kedua orang tuanya baru saja pergi meninggalkan Zayna.


"Nona harus istirahat, jangan banyak gerak.!" ucap perawat itu saat Zayna hendak bangun dari brankar


"Diem deh, gue mau ke toilet" ucap Zayna kesal


"Biar saya bantu Non" perawat itu pun membantu menuntun Zayna untuk berjalan ke toilet.


Selang infus yang ada di tangannya juga masih terpasang. Rasanya untuk menginjak lantai saja seperti melayang. Tetapi Zayna tetap kekeuh untuk ke toilet.


"Udah, Lo tunggu sini aja.!" Zayna bergegas masuk dengan langkah sedikit tertatih.


Skip


Zayna akhirnya selesai dari toilet, kini ia kembali berbaring di atas brankar. Rasanya ia sangat bosan sekali, apalagi tidak ada hiburan seperti ponsel. Karena ponselnya sudah rusak sebab kecelakaan yang ia alami kemarin.


"Anda boleh keluar, gue mau di sini sendiri.!" ucap Zayna pada perawat, terkesan seperti mengusir bukan.?

__ADS_1


"Tapi Non --- tadi orang tua Nona sudah menitipkan Nona ---"


"Gue pengen sendiri, kalo ada apa-apa gue bakal panggil perawat" ucap Zayna cepat memotong ucapan perawat itu.


Dengan ragu, perawat itu pun keluar.


Tok


Tok


Tok


Setelah perawat keluar, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangannya.


Siapa lagi yang datang.? Pikirnya


Ceklek


"Sorry baru jenguk, ini kita bawa buah buat elo.!" ucap Airin dan Lisa meletakkan dua keranjang buah.


Sedangkan Zayna masih diam mematung. Mengapa temannya ini bisa mengerti kalau ia di sini.?


"Gimana keadaan Lo.? Apa elo baik-baik aja.? Aduuhhh.. kepalanya di perban lagi, apa ada yang luka lagi.?" tanya Lisa berturut-turut membuat Zayna bingung.


"Kalo nanya satu-satu elah, Lo kalo mau mewawancarai Zayna jangan sekarang.! Lihat tuh kondisinya, nanti kepalanya makin pusing mikirin pertanyaan Lo.!" kesal Airin


"Na, gimana keadaan elo.? Udah mendingan.?" tanya Airin


Zayna hanya mengangguk, ia masih sedikit bingung karena kedatangan dua temannya ini. Apalagi kalau nanti orang tuanya datang, pasti akan kenal omel mereka berdua.


"K-kalian berdua kok bisa di sini.? Nanti kalo orang tua gue lihat gimana.?" tanya Zayna gelisah

__ADS_1


"Tenang aja.! Kita berdua cuman sebentar aja kok" ucap Lisa


"Emang Lo nggak kangen kita apa.? Udah lama elo nggak dateng ke markas.!" lanjut Lisa


Lalu ia memeluk tubuh Zayna, begitu juga dengan Airin. "G-gue nggak bisa nafas.!"


Mereka berdua lekas melepaskan pelukannya. "Jangan terlalu erat tau meluknya" gerutunya


"Yee sorry, lagian gue kangen banget sama Lo.!" ucap Lisa


"Iiww"


"Ehh kita ke sini mau kasih tau sesuatu sama Lo" ucap Airin menatap lekat Zayna


"Kok Lo bisa sih, kecelakaan gini.?" tanya Lisa membuat Airin mendengus kesal. Padahal ia ingin bicara yang penting dulu, malah Lisa melenceng.


"Gue juga nggak tau" ucap Zayna mengedikkan bahunya.


"Diem dulu nape sih Lis.? Gue mau ngomong sama Zayna dulu" kesal Airin


Lisa hanya melengos. "Jadi, dua minggu lagi ada balapan nih.! Dan Lo tau.? Siapa lawan dari balapan ini.?" tanya Airin


"Mana tau lah, belum Lo kasih tau juga" omel Lisa


"Sssttt diem Lo"


"Dia --- ketua Genk Black One, katanya sih setiap genk wajib ngikutin. Apa Lo ikut setelah sembuh nanti.? Apa biar di ganti yang lain aja.?" tanya Airin.


Zayna diam sejenak, apakah ia harus mengikuti balapan motor lagi. Setelah sekian lama ia sudah tak pernah balapan.? Tidak ada salahnya menerima balapan itu, orang tuanya tak akan tau jika dirinya tidak di ikuti oleh bodyguard orang tuanya.


"Tapi kan Zayna udah di suruh berubah sama orang tuanya, masak elo mau merubah Zayna sesat lagi.?" protes Lisa

__ADS_1


__ADS_2