
Tak lama kemudian, suara sirine polisi terdengar dan mengepung tempat tersebut.
"Kabur kabur woyy" instruksi mereka
Tetapi para polisi itu langsung keluar dari mobil dan menodongkan pistol ke arah preman tersebut. Membuat mereka mengangkat kedua tangannya.
"BERHENTI" teriak polisi yang bernama Bima yaitu salah satu teman Areksa.
Lalu mereka pun langsung menangkap semua preman itu, bahkan ada yang sudah terkapar tidak berdaya dan di larikan ke rumah sakit.
"Thanks bro.! Lo udah cari kumpulan preman itu" ucap Bima
"Hmmm"
"Ehh.. bye the way itu siapa.? Cewek Lo.?" Tanya Bima melirik ke arah Zayna yang sedang melihat para preman di borgol.
"Ngacoo"
"Terus siapa.? Kenapa dia bisa ada di tempat yang berbahaya seperti ini.?" Tanya Bima lagi
"Gue juga nggak tau, Tapi dia pandai berkelahi" ucap Areksa membuat Bima bingung
"Jangan bercanda bro.! Gadis itu pakai cadar loh.! Masak iya kelakuannya bar bar" ucap Bima tidak percaya.
Areksa hanya mengedikkan bahu, ia juga masih tidak percaya. Siapa sebenarnya Zayna itu.? Mengapa gadis bercadar kelakuannya seperti itu.? Pikirnya
"Ya sudah, kalau begitu gue cabut dulu" ucap Bima lalu pergi meninggalkan Areksa dan masuk ke dalam mobil polisinya
Sedangkan Zayna kini berjalan ke arah Areksa "Lo nggak apa-apa" tanya Zayna menelisik Areksa. Sedangkan Areksa hanya diam, ia menatap dalam mata indah Zayna "Kok diem aja sih.?" Kesal Zayna
"Hmmm"
Areksa hendak pergi, tetapi langsung di cegah oleh Zayna
"Lihat tuh, bibir Lo aja berdarah.! Bilangnya cuma hmm.! Lo ini cowok dari nutup es ya.?" Ucap Zayna tanpa sadar
Areksa hanya diam tidak merespon.
"Kok sifatnya dingin, kek kulkas" celetuk Zayna
Zayna pun langsung menarik tangan Areksa, anehnya Areksa tidak memberontak atau menolak sama sekali.
__ADS_1
"Lo tunggu di sini, gue mau ambil P3K di mobil" ucap Zayna
.
.
.
.
Kini mereka berdua sedang duduk di taman. Zayna sedang mengobati luka di sudut bibir Areksa yang berdarah.
Zayna memajukan wajahnya, membuat Areksa beringsut mundur.
"Lo kenapa sih.? Gue mau ngobatin luka di bibir Lo, bukan mau cium Lo" ketus Zayna
Areksa mendelik mendengar ucapan Zayna barusan. Areksa langsung mendekatkan wajahnya pada Zayna, membuat Zayna langsung merasa gugup, Areksa menyeringai.
"Kenapa.?" Tanya Areksa
Zayna hanya menggeleng lalu membuang muka ke arah lain.
"Ck.. gue gak nyium Lo" ketus Areksa membalik ucapan Zayna
Drrtt
Ponsel Areksa berdering. Lalu ia meraihnya dan menatap nama yang tertera di ponselnya.
‘Papa‘
Sebenarnya ia malas jika harus mengangkat telpon dari Abriel, pasti ia akan membahas tentang perjodohan dan pertunangan lagi.
"Kenapa nggak Lo angkat.? Siapa tau penting" ucap Zayna
Areksa hanya berdecih, lalu dengan terpaksa Areksa mengangkat telpon dari sang Papa
[ Hallo, Areksa kamu dimana.? ] Tanya Abriel dari sebrang sana
"Bukan urusan anda" jawab Areksa
[ Dasar anak gak tau diri.! Papa hanya mau ngomong, kalau beneran kamu sudah memiliki kekasih, coba bawa dia ke sini SEKARANG ]
__ADS_1
Areksa terdiam sejenak
"Gak bisa, dia lagi sibuk" ucap Areksa berbohong
[ Alah itu pasti cuma alesan kamu saja kan.? ]
"Nggak"
[ Okey, kalau begitu, pertunangan kamu dan Fanya masih berlanjut ]
"Nggak bisa gitu dong Pa.! Areksa gak mau nikah sama dia.! Areksa nggak cinta sama dia" geram Areksa
[ Keputusan Papa sudah bulat ]
"Besok Areksa akan bawa kekasih Areksa ke sana, Tapi kalau sekarang nggak bisa" ucap Areksa asal
Abriel nampak berpikir sejenak
[ Hmm.. Baiklah. Tapi besok kalau kamu ingkar janji, pertunangan ini akan tetap berlanjut ]
"Hmmm"
Areksa langsung mematikan ponselnya. Malas ia berlama-lama telponan dengan Abriel, membuatnya kesal saja
"Itu Papa Lo ya" tanya Zayna
Seketika Areksa menoleh, ia baru sadar kalau di sampingbya masih ada Zayna.
Apakah ia tadi mendengar percakapannya dengan sangat Papa.?
"Lo masih di sini.?" Tanya balik Areksa
"Lo pikir gue di mana"
Areksa tidak menjawab, ia sedang memikirkan bagaimana besok ia membawa seorang gadis untuk di ajak ke rumahnya.?
Apakah ia akan membayar gadis untuk berpura-pura menjadi kekasihnya.? Tapi itu tidak mungkin, karena Areksa ini anti dengan yang namanya wanita.
Tapi mengapa dekat dengan Zayna ia biasa saja.?
Tidak ada cara lain selain membayar seorang gadis. Tetapi ia juga bingung, bagaimana jika nanti ia di suruh menikahi langsung gadis itu.
__ADS_1
Aaakkkhhh