Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 58


__ADS_3

Zayna kesal, ia bergegas pergi meninggalkan Areksa.


"Ehh, mau kemana by.?" tanya Areksa


Zayna menoleh sekilas. "Toilet" kemudian Zayna kembali melangkah pergi.


Areksa berlari menyusul gadis itu.


Kini Zayna sudah selesai dari toilet, saat ia hendak keluar, ia bertatapan dengan orang yang sangat ia benci.


"Ehh, elo kan tunangannya Areksa ya.?" tanya orang itu basa basi. Siapa lagi kalo bukan Bianca.


Zayna hanya melengos berjalan melewati gadis yang ia sebut ulat bulu. "Tunggu" Bianca menahan tangan Zayna.


"Elo jangan sombong gitu ya.! Mentang-mentang elo jadi tunangan seorang CEO di perusahaan terkenal.! Jadi, jangan angkuh jadi orang.!" ucap Bianca


"Tolong lepaskan tangan anda dari tangan saya.! Najis tau nggak.?" lalu Zayna menepis kasar tangannya yang di cekal oleh Bianca.


"Nama elo Zayna Aghnia.? Iya kan.?"


Zayna tersenyum mendengar ucapan Bianca.


"Mending elo jauh-jauh dari Areksa karena gue lebih dulu kenal dia dari pada elo.! Sedangkan elo hanya pendatang baru.! Dasar hama.!"


Zayna tetap bersabar menghadapi cerocosan yang keluar dari mulut ulat bulu ini. Kalau ia tidak bisa mengontrol emosinya, bisa-bisa habis gadis yang ada di hadapannya ini.


"Sekarang gue tanya, elo siapanya Areksa dan gue siapanya Areksa.?" tanya Zayna berusaha sabar.


"Gue.! Jelas gue temen Areksa waktu SMA.! Dan gue udah lama suka sama Areksa waktu pertama kali gue masuk SMA." ucap Bianca percaya diri

__ADS_1


"Hanya temen kan.? Itu aja Areksa nggak menganggap elo temen"


"Hehh... Jaga omongan elo ya.!" murka Bianca


"Kenapa.? Itu kan kenyataannya, gue tunangannya Areksa. Dan elo hanya wanita yang nggak di anggep sama Areksa.!" ucap Zayna penuh penekanan


"Okey... Kita buktikan, Areksa pilih gue tau elo.!"


Zayna hampir tertawa mendengar penuturan Bianca. Ya pasti Areksa pilih Zayna lah. Anehh.


Keadaan toilet tampak sepi, hanya mereka berdua yang berada di sana.


Mata Bianca seperti mengkode seseorang untuk mendekat, Zayna yang tidak bodoh bisa membaca tatapan mata itu.


GUBRAAKKK


Zayna menendang tong sampah yang berada dekat toilet tersebut ketika dari belakang ada seseorang yang hendak menyerangnya.


Tetapi data yang ia dapat, Zayna tidak bisa bela diri dan dia hanya gadis biasa dan polos. Tetapi apa ini.? Bahkan Zayna dapat membaca situasi sekarang ini.


Para suruhan Bianca sebanyak lima orang berbadan kekar mengelilingi Zayna. "Hajar dia.!" instruksi Bianca


"Cihh.. Lo pikir semudah itu musnahin gue.?" Zayna berdecih sinis


"No.! Gua akan langsung habisin elo di sini, ini hanya sekadar bersenang-senang saja.!" Bianca menatap Zayna remeh.


"Why.? Elo nggak bisa kan tanpa bantuan antek-antek elo ini.! Cihh, dasar wanita lemah" desis Zayna, ia mengambil ancang-ancang untuk bersiap menghajar anak buah Bianca. Apalagi keadaan di sini sepi.


"Gue nggak perduli, CEPAT.! Beri sedikit pelajaran sama gadis sok kuat ini" instruksi Bianca lagi.

__ADS_1


Satu persatu mereka mulai maju, Zayna menepis serangan itu tanpa berniat membalas. Sangat mudah baginya untuk melumpuhkan mereka.


'Kenapa dia jadi pandai bela diri.? Apa informasi tentang dia yang di dapat hari itu salah.?' batin Bianca menatap Zayna yang lihai dalam hal berkelahi.


Bugh


Bugh


Kraaakkk


Dua orang sudah Zayna patahkan tulangnya, membuat Bianca menatap tak percaya padahal tumbuh Zayna kecil. Tetapi kekuatannya luar biasa.


Mata Bianca membulat ketika mendapati seseorang mendekat. "Sudah sudah.! Ayoo cepet cabut, ada orang.!" ucap Bianca pada ketiga anak buahnya.


Sedangkan dua anak buahnya di bawa oleh ketiga anak buahnya itu. "Hehh... Mau kemana Lo.?" Zayna ingin mengejar tetapi suara dari belakang membuatnya mengurungkan niatnya.


"Zayna.!"


Gadis itu menoleh, menatap lelaki di hadapannya. "Kenapa.?"


"Kamu di mana aja.? Dan kenapa sampah ini bisa berserakan seperti ini.?" tanya Areksa penuh selidik.


Zayna hanya mengedikkan bahu acuh. "Nggak tau.! Tadi ada setan. Ya setan, gue takut makanya gue tendang aja tong sampah itu" jawab Zayna kesal.


Areksa memicingkan matanya curiga. Tentu saja ia tidak percaya dengan ucapan gadisnya ini. Areksa hanya mengangguk pura-pura percaya, ia akan mencari tau sendiri nantinya.


"Ya udah, ayoo kesana.! Pesanannya udah dateng" ujar Areksa


Zayna hanya mengangguk patuh, untung saja Areksa tidak memperpanjang kejadian tadi.

__ADS_1


___________


__ADS_2