Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 47


__ADS_3

Mereka hanya menanggapi dengan senyuman juga, setelahnya. Zayna di tuntun Airin dan Lisa ke kursi yang sudah mereka siapkan.


"duduk sini okey.?"


Zayna hanya diam, menatap kue di depannya ini. Kue dengan hiasan begitu indah, rasa coklat dan terdapat cream putih di sana. Lalu ada tulisan *SELAMAT DATANG KEMBALI BOS ZAYNA AGHNIA*


Zayna terkekeh membacanya, lalu mereka semua menyiapkan peralatan untuk memotong kue jumbo itu. Yang akan memotong kue itu nanti Zayna.


.


.


.


Sedangkan kini Areksa tengah berada di depan gerbang rumah Zayna. Ia tadi ingin cepat-cepat bertemu dengan Zayna. Tetapi ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggal begitu saja.


Tidak apalah ia datangnya malam. Kalau di kira tetangga ia melakukan sesuatu pada Zayna, langsung nikah saja kan.? Ia malah tidak sabar untuk menikah dengan Zayna.


"Pak, Zayna nya ada.?" Areksa bertanya pada satpam penjaga gerbang.


"Ohh, sepertinya Nona ada Tuan.! Silahkan masuk" ucap Mang Jono satpam


Mang Jono tidak mengetahui jika Zayna sedang pergi, karena ia tadi ke toilet saat Zayna pergi.


Areksa hanya mengangguk


"Apa mereka sudah tidur.?" gumamnya, tapi masih dapat di dengar oleh Mang Jono


"Sepertinya kalo Tuan sama Nyonya belum tidur Tuan. Tetapi kalo Non Zayna saya tidak tau" celetuk Mang Jono, padahal ia tidak di ajak bicara


Mang Jono menekan bel pintu rumah utama lalu terbukalah sedikit demi sedikit.


"Apa Kon.?" tanya Anis

__ADS_1


"Ohh, ini Nya.! Ada Tuan Areksa datang.!" ucap Mang Jono


"Ohh Areksa.! Masuk aja" ucap Anis


Mang Jono pun pamit pergi, Areksa langsung masuk ke dalam rumah Zayna. Tak lupa ia juga mencium punggung tangan calon mertuanya.


"Areksa, ada apa.?" tanya Indra


"Mau nemuin Zayna, Yah"


Anis dan Indra saling pandang. "Emm maaf nak Areksa.! Tetapi Zayna sudah pergi, katanya mau ketemu sama temennya di cafe" ucap Indra


Areksa mengerutkan keningnya. "Zayna kan baru pulang dari rumah sakit.?" ucapnya.


"Dia tadi ngotot minta ijin, Ya udah Ayah ijinin" ucap Indra


Kini di pikiran Areksa terkumpul pertanyaan. 'Zayna ketemu sama siapa.? Temennya cowok apa cewek.? Ngapain ketemunya malem malem begini.?' batinnya tak tenang


Padahal tadi Jarvis anggota Genk Lady Bugs memeluk Zayna, gimana nantinya jika Areksa mengetahui itu ya 🤔🤔


'Padahal Zayna udah gue suruh untuk istirahat" batinnya lagi


"Kalo boleh tau di cafe mana ya.?" tanya Areksa


"Bunda nggak tau, Zayna nggak ngasih tau letak cafe-nya di mana" jawab Anis


"Ya udah Bund, Yah.! Areksa pamit pulang aja kalo gitu" Areksa lalu berdiri dan berpamitan dengan calon mertuanya.


.


.


.

__ADS_1


Beberapa menit Areksa berkendara, ia tidak bisa tenang memikirkan gadisnya.


"Dimana sih elo, Na.?" gumamnya di tengah gelapnya malam


Tiba-tiba ada yang hampir tertabrak gegara Areksa tidak fokus menyetir. Untung saja orang yang hampir tertabrak bisa menguasai motornya.


Areksa turun, memastikan orang itu nggak kenapa-kenapa. Pikirannya kacau memikirkan Zayna terus. Orang yang geram dengan Areksa, segera turun dari motornya. Lalu membuka kaca helm nya.


Karena ini malam, tidak terlihat sekitaran di sini juga hanya satu dua pengendara lewat.


"Woyy, elo bisa nggak sih bawa mobil.?" gertaknya dengan suara baritonnya.


Degh


Areksa sangat mengenal suara itu. Ya siapa lagi kalau bukan Zayna pemilik suara itu. Areksa segera mendekat ke arah orang yang hampir ia tabrak. Sebenarnya ia bisa melihat orang itu baik-baik saja. Tetapi entah mengapa seperti mendapat dorongan. Ia mendekat ke arah orang tersebut.


"Lo nggak papa.?"


Degh


Kini giliran orang itu yang terkejut, suara itu milik Areksa.?


Orang yang hampir tertabrak oleh Areksa tadi adalah Zayna.


Zayna segera menoleh memastikan ia tidak salah dengar. Benar saja. Itu adalah Areksa.


Dengan cepat Zayna langsung menutup kaca full face nya. Bisa gawat jika Areksa tau tentang jati dirinya yang sesungguhnya. Zayna langsung berbalik arah, tetapi sebuah tangan kekar menariknya.


"Gue seperti mengenal suara Lo.! Seperti --- Zayna.?" tebal Areksa membuat Zayna saat ini sudah berkeringat dingin.


Tubuh Zayna menegang ketika Areksa berhasil menebak dirinya. Harus bagaimana ia sekarang.?


"Lepas" desisnya dengan suara yang di buat buat. Areksa yang sadar langsung melepas cekalan di tangan Zayna. Ia ingin tau, siapa orang yang berada di balik helm ini.

__ADS_1


__ADS_2