Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 44


__ADS_3

"Ondel-ondel belum pupus udah tumbuh ulet keket" ketusnya.


"Kok bisa sih, cowok modelan kek elo di sukai para ciwi-ciwi itu.?"


"Aku-Kamu" peringat Areksa


"No.! Aku masih ngambek"


"Ya udah, mau di jelasin lagi.?"


"Kimi ninyi.?" kesal Zayna hingga menjawab absurd seperti itu.


"Dasar"


"Intinya, aku nggak suka sama Bianca.!" ucap Areksa


"Mau suka, mau nggak, terserah.!"


"Tapi itu udah cukup jelas kan.?" tanya Areksa, karena ia melihat raut wajah Zayna yang masih masam.


"Pasti elo tau kurang jelasnya dimana.?" tunjuk Zayna pada kepalanya.


"Ohh, tentang pelukan itu.?"


Zayna hanya diam, ya memang itu yang Zayna ingin pertanyakan.


"Tiba-tiba dia meluk aku, kamu lihat sendiri kan tadi aku nggak bales pelukannya.?"


"Ngeles.! Pasti pas gue udah pergi elo sama tuh ulet keket ehh ulet bulu aja udah cocok sama karakternya sama-sama gatel.!" ucap Zayna tersenyum smirk


"Pasti elo bales pelukannya kan saat gue pergi.? Iyaa kan.? Jujur aja deh" desak Zayna tak percaya.


"Terserah.! Yang penting aku nggak seperti itu. Karena aku hanya mencintaimu. Kamu akan selalu aku inget di sini.!" tunjuk Areksa pada bagian jantungnya.


Zayna yang melihat Areksa seperti itu rasanya ingin sekali ia berteriak sekarang juga. Salting.? Ya iya lah.


Zayna tak kuasa menahan senyumannya. Areksa melihat senyuman itu. "Udah nggak ngambek.?" tanya Areksa kemudian.

__ADS_1


Mungkin ini sudah cukup Areksa menjelaskan. "Hmmm" jawab Zayna dengan deheman.


"Kok cuma hmm.?"


"Terus apa.?"


"Nggak ada ucapan apa gitu.?"


"Selamat ya, kamu di terima sama Bianca" canda Zayna ingin melihat bagaimana respon lelaki itu.


Sedang Areksa.? Langsung menatap tajam gadisnya ini. Tetapi Zayna malah balik menatapnya tajam, biasanya yang melihat tatapan tajam Areksa ia akan takut. Tetapi tidak berlaku dengan Zayna. Tohh mereka sama-sama makan nasi kan.? Jadi apa yang perlu di takutin.?


"Awas setelah kita nikah, habis kamu sama aku.!" ucap Areksa dengan senyuman devilnya


Membuat Zayna bergidik ngeri. "Apaan.?" tanya Zayna


"Akan ku buat kamu nggak bisa jalan.!"


.


.


.


Kini Zayna sudah sembuh, ia meminta segera untuk pulang ke rumah. Karena tidak betah terus-terusan berada di rumah sakit.


"Akhirnya bisa kembali ke rumah lagi" ucap Zayna turun dari mobilnya bersama dengan kedua orang tuanya.


Tadinya Areksa ingin mengantar Zayna pulang juga. Tetapi Zayna menolak, ia tau kalau lelaki itu sedang sibuk. Ia tak mau membuat pekerjaannya menjadi menumpuk.


Mereka melangkah masuk ke dalam rumah yang cukup besar, bisa di bilang mansion. Zayna segera berlari kecil menuju kamarnya yang berada di lantai paling atas yaitu lantai tiga. Sedangkan orang tua Zayna.? Hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah putri mereka.


Ceklek


Zayna membuka pintu kamarnya, ruangan bercat abu-abu yang Zayna rindukan. Foto-foto dirinya dengan kedua sahabatnya sedang berfoto di motor sport nya masing-masing.


Mereka tampak bahagia, Zayna terus memperhatikan foto itu, tak hanya satu. Tetapi ada beberapa lagi foto mereka. Yaitu saat Zayna dan para anggotanya sedang merayakan kemenangkan perlombaan balap. Zayna tersenyum kecil memandangi foto-foto itu.

__ADS_1


Kalau saja dulu tidak ketahuan, pasti orang tuanya tidak akan menjadikannya seperti ini bukan.?


Zayna menghela nafasnya kasar lalu merebahkan dirinya di atas kasur king size dengan balutan spray berwarna coklat bermotif titik-titik bulat.


Zayna memang tidak seperti gadis yang lainnya. Jika gadis lain pasti warna kamarnya berwarna pink atau semacamnya. Tetapi tidak dengan Zayna, ia lebih suka kamar bermotif seperti laki-laki.


Maklum karena sifat tomboy Zayna masih tertanam dengan dirinya. Walau sekarang keadaan seperti ini. Tetapi ia tidak akan meninggalkan hobinya sebagai seorang pembalap.


Saat Zayna hendak memejamkan matanya. Dering ponselnya berbunyi, dengan malas ia mengangkat telpon dari Airin sahabatnya.


"Hmmm.?"


"....."


"Nggak papa"


"....."


"Iyaa"


"....."


"Kalo bisa"


"....."


"Iyaa iyaa nanti gue kesana"


"....."


"Nggak janji"


"....."


"Hmm malem"


Setelah itu, Zayna mengakhiri panggilan telpon secara sepihak. Nanti malam ia ke markas.? Yang benar saja, ia baru pulang dari rumah sakit.! Dan nanti malam akan ke markas.?

__ADS_1


__ADS_2