Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 66


__ADS_3

"JAWAB"


Tentu saja Zayna tidak terima di tuduh seperti itu, ia saja tidak tau apa-apa. Ia akan mencari tau siapa yang sudah mengirimkan foto najis seperti itu. Zayna akan membuat orang itu menerima balasan darinya yang lebih.


"Lo nggak perlu tau gue dapet dari mana.! Tapi gue masih ragu buat percaya sama elo.!"


Zayna tertawa miris mendengar ucapan Areksa. Sebenarnya Areksa ini bodoh atau tol*l sih.? Mengapa ia gampang banget terpengaruh oleh foto yang jelas-jelas pengirimnya tak di kenal. Pikir Zayna.


"Jadi... Lo lebih percaya sama orang yang ngirim foto itu.? Terserah elo aja deh mau percaya atau enggak. Tapi yang jelas gue nggak seperti yang elo tuduhkan.!" Zayna menatap Areksa nyalang.


"Seharusnya elo lebih cerdik sedikit, Sa.! Elo pikir mateng-mateng apa gue ini beneran seperti yang elo tuduhkan.? Lo kan punya banyak anak buah, kenapa nggak Lo gunain.?" lanjut Zayna membuat Areksa mengepalkan tangannya.


"Dan... Itu adalah hasil rekayasa seseorang yang melibatkan wajah gue.! Jangan seenaknya nuduh gue seperti itu, Sa.! Sedangkan elo belum tau kebenaran aslinya" setelah mengatakan itu Zayna pergi.


Dadanya menahan sesak. Ya, tadi ia berusaha tenang dan tegas di hadapan Areksa, agar tidak di kira gadis lemah. Saat ia keluar dari villa, matanya buram dengan banyak air mata yang menggenang di pelupuk matanya.


Kenapa sesak sekali rasanya di tuduh seperti itu oleh Areksa, tunangannya.? Mata gadis itu kini memerah menahan tangisnya sedari tadi agar tidak jatuh.


Tetapi tidak bisa karena terlalu banyak yang ia bendung hingga satu tetes air mata berhasil lolos dari pelupuk matanya.


Zayna mendongak agar air matanya tidak jatuh kembali, tetapi tetap saja tidak bisa. Ia tetap menangis dalam diam. Sakit.? Tentu sakit, tapi di bagian hatinya.


Matanya perlahan mulai meredup. Ia jadi ingin menyendiri dulu, di tempat yang suci dan sepi.


Tetapi sebuah tangan kekar melingkarkan tangannya di pinggang gadis itu. Membuat Zayna mematung.

__ADS_1


"Maaf.! Maaf karena telah menuduh mu baby girl" bisik Areksa dengan suara seraknya. Bahkan dagunya ia letakkan di bahu gadis itu.


Zayna masih diam


"Aku tadi terbawa emosi, Maaf" Areksa mendekap erat pelukannya.


"Kamu boleh tampar aku, boleh maki aku, boleh apain aku. Tapi... Asal kamu maafin aku.!" Lelaki itu tanpa sadar meneteskan air matanya.


Zayna yang merasa bahunya sedikit basah pun langsung membalikkan tubuhnya menghadap Areksa.


"Lo nangis.?" tanya Zayna membuat lelaki itu sadar dan menghapusnya cepat.


"Nggak.! Kamu juga nangis.?" elak Areksa mengalihkan pembicaraan


Pandangan Zayna meredup, Areksa mengangkat dagu gadis itu lalu di usapnya sisa air mata di pipi gadis itu.


Zayna menurunkan tangan Areksa lalu menatapnya lekat. "Sekarang mau Lo gimana.? Mau akhiri sampai sini atau gimana.?" pertanyaan Zayna membuat Areksa menatap Zayna dalam.


"Maksudnya"


"Tadi elo bilang gue udah ngelakuin hal itu, dan.. elo mikirnya gue udah nggak suci kan.? Sekarang keputusan ada di tangan Lo" ucap Zayna


Areksa menggeleng cepat. "Nggak baby girl.! Aku nggak mau hubungan kita sampai di sini. Aku nggak sebodoh itu, aku akan cari tau siapa pengirim foto itu.?" ucapnya bersungguh-sungguh.


"Kenapa nggak dari awal cari taunya.? Pasti nggak bakal seperti ini kan.?" tanya Zayna

__ADS_1


"Sebenarnya aku hanya mencari kepastian dari mu, ternyata benar foto itu bukan kamu baby girl" ucap Areksa


"Hmmm gue mau balik" ujar Zayna kemudian


"Tapi udah di maafin kan.?"


"Belum tau" Areksa mengejar Zayna


"Aku anterin"


"Nggak perlu"


Karena Areksa terus saja membujuk. Akhirnya mau tak mau Zayna hanya bisa pasrah, ia sedang malas banyak debat.


.


.


.


Seorang gadis sedang berada di sebuah gedung tepatnya pada pembatas gedung untuk mengakhiri hidupnya. Ia tampak putus asa, ia tidak di anggap oleh keluarganya. Entah karena apa.


Tetapi seorang lelaki tampan dengan gaya cool nya datang. Saat gadis itu hendak melompat ke gedung, sebuah tangan menghentikannya.


"Lo udah gila haahhh.? Jangan lakuin hal kek gitu" peringat cowok itu yang tak lain Sagara.

__ADS_1


"Lepasin.. Gue mau akhiri hidup gue, gue udah nggak punya siapa-siapa lagi. Orang yang gue sayang semuanya nggak peduli dengan gue" gadis itu menangis dalam pelukan Sagara


"Ssssstttt.... Udah jangan nangis" Sagara melepas pelukan tersebut, lalu memegang kedua bahu gadis tersebut.


__ADS_2