Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 82


__ADS_3

Luna menatap wajah tampan lelaki di sampingnya. "Luka yang dalam.? Apa gadis itu berkhianat dari mu.?" tebaknya, Luna sudah tersenyum miring. Senang.? Tentu saja, karena ia mencintai Sagara dari awal syuting.


Wajah tampan Sagara yang semulanya merunduk kini menatap gadis di sampingnya dengan tatapan nyalang. Ia tak suka dengan ucapan gadis itu barusan.


"Jaga ucapan Lo.! Dia gadis baik-baik dan tidak pernah berkhianat dari gue.! Dan jangan ikut campur dengan urusan gue dan dia" desisnya tajam, setelah itu ia bangkit dari duduknya meninggalkan Luna yang terdiam.


"Apa sebegitu cintanya dia sama gadis itu.?" gumamnya tak suka, tangannya sudah mengepal erat.


"Gue akan cari tau, siapa gadis yang di cintai Sagara"


_______________


"Yuhuuu.... Es buah udah jadi" Lisa membawa satu teko kaca besar dan meletakkannya di atas meja


"Mana nih cemilannya.?" tanya Airin


"Tunggu, gue ambil di kulkas dulu" Lisa dengan girang langsung berlari ke arah kulkas dua pintu


Zayna.? Ia sedang mandi dan hanya membantu membuat es buah sedikit, setelah itu ia mandi.


Glek..


Lisa membuka pintu kulkas, dan ia ternganga melihat isinya. Ada banyak Snack yang Zayna taruh di kulkas. Serta susu steril yang tertata rapi di samping pintu kulkas.


"Wiiihhh... Banyak banget si Zayna stok cemilan kek gini.! Padahal ia jarang ke sini, apa jangan-jangan yang makan penghuni sini lagi.?" gumamnya bergidik membayangkan yang tidak-tidak.


Lisa mengambil beberapa cemilan dari kulkas tersebut. Lalu membawanya ke depan untuk di makan bersama.


"Banyak bener yang Lo bawa" ucap Airin melihat Lisa membawa beberapa cemilan sampai kedua tangan gadis itu penuh dengan cemilan.


"Mumpung gratis kan.?" Lisa meletakkan semua cemilan itu di atas meja.


Zayna, pemilik rumah turun dari anak tangga satu persatu. Lalu mendapati kedua temannya sedang asik dengan cemilan masing-masing di tangannya.

__ADS_1


"Ehh... Ada tuan rumah.! Hehehe... Sini sini silahkan makan" Lisa dan Airin cengengesan melihat Zayna yang menatap mereka berdua datar.


"Hmmm" Zayna kemudian duduk di single sofa jauh dari mereka. Lalu memainkan ponselnya.


"Nggak makan, Na.?"


Zayna hanya melirik sekilas. "Kenyang"


Mereka berdua mengangguk lalu melanjutkan makannya lagi.


Ting.!


Zayna buru-buru membuka pesan itu, dan ternyata itu dari 'Indra' ayahnya.


[ udah makan sayang.? ]


Zayna mengetikkan sesuatu membalas pesan dari ayahnya.


_______________


"......."


"Gue nggak mau tau.! Kalian semua harus bisa temukan gadis sialan itu" titahnya.


"......."


"Cepet.! Atau kalian semua gue beri hukuman" ancamnya


"......"


"Kalo kalian bisa temukan gadis itu, akan gue bayar dua kali lipat"


Setelah itu, ia mengakhiri panggilan telponnya. "Liat aja Zayna Aghnia.! Gue yang akan dapetin Areksa.! Nggak ada yang boleh jadi miliknya seutuhnya.! Hanya gue yang boleh memilikinya untuk selamanya" ucapnya di iringi tawa

__ADS_1


______________


Sedang kini, seorang lelaki tampan sedang menatap serius yang Tommy sedang lakukan.


"Siapa pengirim foto itu.? Apa kau sudah menemukannya.?" tanya Areksa pada Tommy


"Saya sudah berhasil mengambil sebagian dari datanya Tuan.! Nangi biar saya periksa kembali" jawab Tommy


Areksa hanya mengangguk. "Saya nggak mau tau.! Kau harus menemukan pelaku brengs*k itu.! Gara-gara dia waktu itu gue sempat bertengkar dengan gadis gue" desisnya.


Tommy hanya mengangguk, baru kali ini ia melihat Tuannya sangat perhatian dengan seorang gadis. Padahal sebelumnya ia tidak pernah tersentuh dengan yang namanya wanita.


"Dari data yang saya dapat, orang tersebut bekerjasama dengan kinderz hacker Tuan.! Dan.. di sini tertera nama gadis itu" ucap Tommy


"Siapa.?"


"Putri Veronica Alebianca" ucap Tommy sembari membaca data yang hanya di tampilkan beberapa menit itu.


Areksa tampak berfikir nama itu di sebutkan. Tiba-tiba rahangnya mengeras dengan kedua tangan ia kepal kan kuat.


"ANJ*NG" umpatnya


Bahkan Tommy yang mendengarnya pun terkejut. Takut.? Tentu saja, ia tau jika Tuannya marah akan sangat menyeramkan.


"Awas Lo Bianca.! Lo udah bosen hidup rupanya" desisnya tajam


Bahkan Tommy tak berani angkat bicara.


Areksa keluar begitu saja dari gedung tua itu yang sering ia gunakan untuk menghukum orang-orang yang mengusiknya.


Areksa tidak boleh gegabah, ia akan menyiapkan kejutan untuk gadis itu.! Tunggu saja waktunya.


************

__ADS_1


__ADS_2