
Anis hanya bisa tersenyum kikuk
.
.
.
Areksa kini sedang menunggu kedatangan Zayna. Entah mengapa ia selalu memikirkan Zayna dan Zayna.
"Ck, lama banget sih" gerutunya
Ceklek
Pintu kamar Areksa terbuka sedikit, Areksa menoleh cepat berharap jika itu Zayna yang datang. Ia bahkan tak berkedip melihat ke arah pintu terus.
Lalu pintu terbuka lebar, menampakkan wanita sexy memakai pakaian yang ketat serta riasan wajah yang berlebihan.
Flashback On
Setelah kepergian Rita dari kamar Areksa waktu itu. Rita menghubungi Fanya.
"Ini nggak bisa di biarin, Fanya harus datang ke sini untuk membujuk Areksa. Siapa tau Areksa bisa luluh dan lebih memilih Fanya dari pada Zayna yang miskin itu" ucapnya sembari mondar mandir dan memainkan ponselnya mencari nomor Fanya, setelah menemukan nomornya Rita pun menelpon.
"Halo Tante" terdengar suara Fanya dari sebrang sana
"Halo Fanya.! Areksa sakit kamu datang ke sini sekarang. bujuk Areksa agar dia bisa luluh hatinya dan lebih memilih kamu menjadi tunangannya" ucap Rita
"Apa Tante.. Areksa sakit.? Sakit apa Tan.?" Ucap Fanya pura-pura khawatir
"Demam.. Makanya kamu buruan ke sini, bujuk Areksa, dari semalam dia nggak mau makan" ucap Rita khawatir dengan keadaan putranya.
"Baiklah Tante,, Fanya ke sana sekarang" Ucap Fanya
__ADS_1
Sambungan telepon pun terputus. Rita berharap Fanya bisa membujuk Areksa agar mau makan dan meminum obatnya.
di sisi lain Fanya tersenyum senang karena sebentar lagi akan ketemu dengan Areksa. "Ini kesempatan gue buat bujuk Areksa, supaya dia luluh dan jadiin gue tunangannya" ucap Fanya senang
Flashback Off
Rita masuk menghampiri Areksa di ikuti Fanya
"Areksa.! Fanya datang untuk menjenguk kamu" ucap Rita
"Haii Sa, gimana keadaan Lo.?" Tanya Fanya basa basi
Ekspresi wajah Areksa langsung berubah menjadi datar dan tajam. Ia menghembuskan nafasnya kasar. Ternyata dugaannya salah, ia kira itu Zayna ternyata si ondel-ondel Fanya.
"Lo udah makan.?" Tanya Fanya duduk di tepi ranjang Areksa
Areksa tak menggubris ucapan Fanya. Ia meraih ponsel dan memainkan ponselnya, dari pada harus berbicara dengan wanita di sampingnya.
Fanya tersenyum lalu mengambil sayur sup yang masih hangat itu. Ia yakin, kali ini pasti bisa membujuk Areksa.
"Sa, makan dulu ya.? Aku suapin deh" ucap Fanya sedikit genit
Areksa muak mendengar ucapan Fanya yang memanggil dengan sebutan aku kamu. Apalagi Fanya orang yang hampir membuat Zayna kehilangan kesuciannya. Areksa jadi geram membayangkan perlakuan Fanya pada Zayna. Tetapi ia harus sabar, karena rencananya sebentar lagi akan berjalan, untuk membalas perbuatan Fanya pada Zayna waktu itu.
"Kok diem aja.! Nih aku suapin... Buka mulutnya.. Aaaaa" ucap Fanya ingin menyuapi Areksa
"Gue nggak laper" ucap Areksa tanpa menoleh sedikit pun pada Fanya
"Areksa, jangan gitu dong. Terima suapan dari Fanya" ujar Rita
Areksa menatap Mama nya sinis "Ma, Mama tau nggak kalo Areksa itu udah punya tunangan.? Bagaimana perasaan tunangan Areksa kalo tau Areksa dekat dengan wanita lain.?" Cerca Areksa berusaha untuk tidak menerima suapan dari Fanya
"Tapi kan di sini nggak ada Zayna.?"
__ADS_1
"Wanita yang selalu Mama bela belum tentu dia baik, dan wanita yang Mama tidak suka belum tentu dia buruk" ucap Areksa lalu beralih menatap ponsel lagi
Rita terdiam mendengar tuturan putranya yang terakhir
Ceklek
"Areksa... Lihat Papa bawa siapa.?" Tanya Abriel yang tiba-tiba muncul di Bik pintu kamar Areksa
Areksa langsung menoleh, mendapati Papa nya dengan wanita yang ia tunggu sedari tadi.
"Zayna" gumam Areksa
Zayna melirik ke arah Fanya yang sedang duduk di dekat Areksa sambil memegang mangkuk berisi sup.
Apalagi pakaian yang di kenakan oleh Fanya seperti kurang bahan. Membuat mata Fanya sakit.
Sedangkan Fanya melirik sinis ke arah Zayna 'Lo kali ini bisa lolos dari gue, tapi liat aja nanti' batin Fanya geram
"Gimana keadaan Lo.?" Tanya Zayna duduk di kursi samping Areksa
"Sangat buruk" jawab Areksa
"Kenapa.?"
"Karna nggak ada kamu" gombal Areksa membuat Zayna terkekeh
Areksa sengaja memanas-manasi Fanya agar ia tidak kecentilan dengannya. Ia risih dengan Fanya.
"Lo udah makan ya.?" tanya Zayna melihat Fanya memegang sendok
"Areksa mau gue suapin.! Dia dari tadi belum makan, iyakan Sa.?" tanya Fanya sombong
Ia sebenarnya tidak suka melihat Areksa tadi sempat menggombali Zayna. Sedangkan ia tadi tidak di perlakukan seperti itu oleh Areksa.
__ADS_1