Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 86


__ADS_3

"M-mau ngapain Lo.?" tanyanya dengan suara bergetar


Areksa tak menjawab, ia tetap berjalan ke arah gadis itu. Apakah dugaannya benar gadis ini... Akhh sudah lah.


Ketika Zayna hendak berbalik, tangannya sudah di cekal lebih dulu oleh Areksa. Membuatnya berhenti melangkah. Jantungnya berdetak sangat cepat seperti habis maraton. Zayna berusaha melepas cekalan tersebut, tetapi nihil lelaki itu mencekalnya erat.


"L-lepas"


Kejadian tersebut tak luput dari pandangan orang-orang, termasuk genk nya sendiri.


"Ehh... Ehh... Itu kenapa si Zayna.?" panik Lisa dan Airin


"Apa Zayna ada hubungannya dengan anak Dragon.?"


"Nggak tau"


"Apa kita samperin aja yukk.?" ajak Airin khawatir terjadi sesuatu dengan Zayna


"Tunggu.! Kita lihat aja dulu apa yang mau dia lakukan" tahan Langga


Zayna kini sudah berkeringat dingin, bagaimana ini.? Apa malam ini identitasnya akan terbongkar.? Dan... Areksa akan marah besar.? Apa Areksa mau mendengar penjelasannya.?


Areksa meraih pergelangan tangan gadis itu untuk melihat gelang yang gadis itu pakai. Zayna pun menyadari hal itu, lantas ia menarik tangannya menjauh.


"Jangan sentuh gue" desisnya


Mata lelaki itu tanpa sadar menajam menatap gadis itu. Zayna yang di tatap seperti itu langsung menunduk, entah mengapa melihat tatapannya yang seperti ini ia takut. Seperti ada tersirat kemarahan.

__ADS_1


"Lo" Areksa menunjuk Zayna dang telunjuknya.


Teman-teman Zayna pun datang. "Ada apa ini.?" tanya Langga


Tetapi tidak ada yang bersuara. Airin dan Lisa pun datang, seketika ia berhenti ketika mendapati tunangan Zayna di sini.


Jadi, anak dragon itu adalah Areksa. Pikirnya.


Mereka berdua tadi tidak begitu jelas melihat wajah Areksa. Karena malam hari, gelap dan sedikit tidak terlihat. Setelah di dekati ternyata wajah tampan itu adalah tunangan Zayna.


Lisa + Airin saling pandang. Areksa pun menoleh kearah kedua teman Zayna yang pernah menjenguk Zayna saat di rumah sakit. Kecurigaan Areksa bertambah ketika terdapat dua teman Zayna. "Siapa mereka.?" tanya Areksa datar berusaha meredam amarahnya sebelum jelas.


Langga yang belum tau wajah tunangannya Zayna pun hanya bengong. Lalu kemudian ia angkat bicara.


"Kita.? Kita ini Genk Lady Bugs.! Dan dia adalah ketua kami, Zayna Aghnia" celetuk Langga membuat semuanya melotot kearahnya.


"Jelasin" titahnya pada gadis itu


Zayna perlahan mendongak, menatap manik mata tajam itu. "Ini semua gara-gara elo" gerutu Lisa pada Langga


"M-Maaf.! Gue nggak tau, emang siapa sih laki-laki itu.?" tanya Langga sedikit berbisik


"Dia itu Areksa.! Tunangannya Zayna" bisik Airin.


Mata lelaki itu membulat sempurna, tunangan Zayna.


Areksa tiba-tiba menarik tangan Zayna. "Ehh.. mau di bawa kemana temen kita.?" tanya Lisa

__ADS_1


"Ehh.. Sa.! Mau Lo bawa ke mana gadis itu.?" tanya Aldi juga


Areksa menoleh ke arah mereka. "Jangan ikut campur" peringatnya lalu membawa gadis itu pergi.


Areksa membawa Zayna menjauh dari sana. "Lo sebenarnya siapa.?" tanya Areksa dingin. Zayna hanya menunduk tak berani menjawab, karena takut dengan tatapan Areksa yang tersirat amarah.


Areksa yang geram dengan diamnya Zayna pun kemudian sedikit membentak. "JAWAB"


Zayna memejamkan matanya mendengar bentakan dari sang tunangan yang sepertinya sangat marah.


"M-Maaf" lirih gadis itu masih menunduk. Areksa tersenyum kecut. "Maaf.? Udah telat.!" rahang lelaki itu mengeras.


"Sekarang jawab jujur.! Siapa elo.?"


Zayna meremas jaket hoodie nya. "G-gue Zayna Aghnia" jawabnya dengan suara lirih.


Areksa mengangkat dagu gadis itu agar mendongak menatapnya. Gadis itu dengan takut-takut menatap wajah tampan di malam hari ini.


"Kenapa elo nggak jujur dari awal.?" tanya Areksa menatap lekat netra gadis itu. Areksa akui jika tunangannya sangat cantik saat tidak menggunakan hijab.


"M-Maaf g-gue sal...."


"GUE TANYA, KENAPA ELO NGGAK JUJUR DARI AWAL.?" sentak lelaki itu penuh kekecewaan dan marah.


Gadis itu tak sanggup lagi menahan air matanya. Ini memang salahnya, mengapa ia tidak jujur saja dari awal.? Ia berhak dan pantas untuk mendapat semua ini.


Gadis itu menitikkan air mata. Areksa yang melihat itu mengusap wajahnya kasar.

__ADS_1


__ADS_2