
Tubuhnya kini merosot ke bawah. Entah mengapa ia percaya saja dengan foto yang di kirimkan seseorang yang tak di kenal. Mungkin karena terbawa emosi.
"Zayna... Semoga itu bukan Lo" lirihnya lagi
Jika itu benar-benar Zayna, ia akan kehilangan bidadari yang sangat ia cintai. Dunianya akan runtuh seketika.
Areksa berdiri.
PYAAAARRRR
BUGH
Areksa melempar dan membuang semua barang-barang yang ada di sekitarnya. Ruangannya sekarang sudah berubah menjadi kapal pecah.
Dengan langkah gontai, ia berjalan ke arah lift untuk mencari gadisnya. Ia akan memberi hukuman pada gadisnya itu.
"Dimana sih Lo.? Aaakkkhhh...." Areksa memukul stir mobilnya.
.
.
.
Zayna kini sedang mengendarai motornya membelah jalanan. Ia tidak fokus menyetir karena sedari tadi ia kepikiran terus dengan Areksa.
'Ada apa sebenarnya dengan Areksa.?' batinnya.
Areksa kini juga tidak fokus menyetir mobilnya. Ia memijat pelipisnya yang terasa pening. Hingga ia tidak sadar menabrak beton pembatas jalanan.
Pengendara lain tentunya sangat terkejut. Mereka semua berbondong-bondong untuk menolongnya.
Zayna yang melihat ada keramaian di sana hanya melengos tak perduli. Tetapi ketika ia melihat itu mobil siapa, ia segera memberhentikan motornya di tepi jalan.
__ADS_1
Zayna berlari menghampiri kerumunan itu, ia menerobos masuk ke dalam kerumunan tersebut.
"Kasihan ya.?"
"Gimana nih.?"
"Telpon polisi.?"
"Mobilnya mau terbakar.?" bisik-bisik itu terdengar, membuat jantung gadis itu berdetak tak karuan.
Zayna membulatkan matanya sempurna ketika mobil yang sangat ia kenali itu bagian kap mobilnya mengeluarkan asap. Zayna tak peduli, ia segera mendekat ke mobil tersebut. "Ehh... Ehh... Siapa gadis itu.? Jangan mendekat" teriak mereka ketika Zayna malah mendekat dan mengetuk kaca mobil.
"Bukaa" ucapnya panik, ia bisa melihat wajah siapa yang ada di dalam sana.
"Heii... Kalian semua... Tolongin cepetan" ucap Zayna pada segerombolan orang-orang.
"Kami nggak berani Neng.! Biar polisi aja. Cepetan Neng, nanti mobilnya terbakar" teriak para bapak-bapak
"Areksa gue mohon sadar.!" lirihnya sendu menatap cowok itu.
Kini Areksa sedikit sadar, ia mengerjapkan matanya, ia menatap ke depan ternyata ia menabrak pembatas jalanan.
"Areksa"
Lelaki itu menoleh ke samping ketika namanya di panggil seseorang. Matanya memcing ketika seorang gadis cantik dengan masker yang menutupi sebagian wajahnya.
Zayna tau, ia sekarang sedang tidak memakai hijab. Makanya ia sekarang menggunakan masker saja agar Areksa tidak mengenal dirinya. Resiko di tanggung belakangan, pikirnya.
"Bukaa" gadis cantik itu terus saja mengetuk kaca mobil Areksa.
Cowok itu melihat asap di bagian kap mobilnya. Dengan cepat, ia membuka pintu mobil dengan sedikit susah payah karena keningnya terbentur hingga berdarah.
Ceklek
__ADS_1
Zayna bernafas lega ketika Areksa sudah keluar. Polisi datang untuk mengamankan mobil Areksa. Sedang Zayna, ia menghampiri lelaki yang sedang menyentuh keningnya yang berdarah.
"Lo nggak papa.?" tanya Zayna hendak menyentuh kening Areksa tetapi cowok itu menepisnya dengan kasar.
"Gue cuma mau lihat kening lo aja" Areksa diam sejenak, suara gadis ini sangat begitu tidak asing di telinganya.
Areksa masih bisa mengingat saat gadis ini tadi memanggilnya dengan namanya. Bagaimana gadis ini bisa tau.?
"Siapa Lo sebenarnya.?" tanya Areksa menatap lekat gadis itu.
Zayna memalingkan wajahnya. Bagaimana ini.? Apa ia harus menunjukkan auratnya pada lelaki yang belum sah menjadi suaminya.?
Hanya Areksa yang belum tau wajah asli Zayna di balik cadar atau hijabnya.
"G-Gue...."
"Jawab" potong Areksa cepat
Zayna kali ini gelagapan untuk menjawab. Ekor matanya melirik kesana kemari seolah mencari jawaban yang pas.
"Tatap mata gue" ujar Areksa tegas
Dengan ragu, Zayna mendongak perlahan. Menatap cowok tampan di depannya ini. Semoga saja tidak ketahuan.
Degh
Jantung Areksa berdetak dua kali lebih cepat. Ia tau pemilik mata indah berwarna abu-abu itu. Siapa lagi kalo bukan gadisnya.
'A-apa gadis ini.....?' Areksa membatin tak percaya. Hingga keningnya terasa pusing kembali. Zayna dengan cepat memapah tubuh Areksa, dengan tangan kiri Areksa ia letakkan di bahunya.
"Kita ke rumah sakit" ucap Zayna membuat Areksa diam saja tak berkutik.
_____________
__ADS_1