
Gadis itu bimbang, ingin sekali ia mencurahkan semua ini kepada lelaki itu. Tetapi ini adalah aibnya sendiri bukan.? Orang lain tak perlu tau.
Mata gadis itu malah kembali berkaca-kaca mengingat Areksa membentaknya. Walau dulu Areksa juga pernah membentaknya, tetapi bentakan yang ini tadi seperti membentak dengan nada kecewa dan amarah.
"Kok nangis lagi.?" Lelaki itu memegang kedua bahu gadis itu agar menatapnya.
"Boleh kok cerita ke gue apa masalah Lo" ucap Sagara lembut.
Ia begitu tidak suka melihat gadis yang ia cintai menangis seperti ini. Jujur, Sagara belum bisa move on. Baginya Zayna adalah gadis yang paling istimewa di antara gadis gadis lain.
Dan Zayna adalah cinta pertamanya. Dulu mereka waktu SMP satu sekolah dan mereka sangat dekat. Hingga waktu Sagara SMA harus pergi ke Korea melanjutkan pendidikannya di sana hingga sekarang ini.
"A-Areksa" kata gadis itu terbata membuat hati Sagara seperti tercubit karena gadis itu menyebut lelaki lain.
Tapi ia tak mau egois. Ia harus bisa menerima ini semua, jika gadis yang ia cintai sudah menjadi milik orang lain.
"Ada apa dengannya.? Apa Lo lagi berantem.?" tanya Sagara, lelaki itu memeluk gadis itu agar lebih tenang.
Zayna kembali terisak dalam pelukan lelaki itu. Mencurahkan segala kesedihannya yang ia pendam sendiri. Mengapa sesakit ini.?
__ADS_1
"Ssssstttt.... Udah jangan nangis lagi" Sagara membelai rambut gadis itu.
"G-gue gadis p-pendosa ya, Gar.? Gue nggak pantes buat Areksa.! Hiks...." Gadis itu kembali meraung dalam dekapan lelaki itu.
Sagara terdiam sejenak. Apa.? Gadis pendosa.? Apa maksudnya.?
"Gar.! G-gue udah bohongin Areksa.!" adu gadis itu.
"Bohongin apa, kok sampe' begini.?" tanya Sagara.
Zayna mendongak, menatap lelaki tampan yang sedang memeluknya. Gadis itu menghembuskan nafasnya berat. Lalu perlahan ia menceritakan apa yang membuat tunangannya marah besar.
"I-Ini salah g-gue, Gar.! Gue akui kalo gue gadis brengs*k.! Gue......" Lelaki itu memeluknya kembali.
"Ssssstttt.... Nggak.! Lo bukan gadis brengs*k.! Jangan katakan itu lagi.! Gue nggak suka" ucap Sagara dengan nada tak suka.
Zayna terisak pelan di dada bidang lelaki itu. "Gue emang.... Gadis gak tau diri, Gar.! Dia nggak pantes dapetin gue" isaknya pelan.
Sagara tau perasaan gadis itu saat ini. Dia tidak bisa melihat gadis yang dari dulu selalu memenuhi pikirannya. Sebenarnya Sagara ada kesempatan untuk mendekati Zayna saat hubungannya renggang dengan Areksa seperti ini.
__ADS_1
Tetapi ia tak mau jadi penghancur antara keduanya dengan menjadi orang ketiga. Sagara menghela nafas. "Lo harus jelasin ini semua ke dia, jangan ada kebohongan di antara kalian.! Apalagi sampai menjadi gadis yang menutup aurat tapi aslinya tidak" ujar Sagara lembut berharap Zayna paham.
Gadis itu berhenti terisak, lalu melepaskan pelukannya dengan Sagara. Menatap lelaki di depannya dengan mata sayu. "J-jelasin.? Apa dia mau dengerin penjelasan gue.?" tanyanya dengan suara lirih.
Sagara tersenyum getir kemudian mengangguk. "Iyaa... Pasti dia mau kok dengerin Lo, pasti sekarang dia kecewa banget sama Lo" ucapnya
Zayna kembali menunduk. "Gimana kalo Areksa putusin gue nanti.? Dan.... Tunangannya di batalin.?" gumamnya sendu.
Sagara menahan rasa sesak di dadanya, melihat gadis yang ia cintai memikirkan laki-laki lain. Apa.? Lelaki lain kan.? Tidak, itu tunangannya dan di sini Sagara lah yang hanya sebatas teman semasa kecil.
"Emang dia tadi bilang kalo mau batalin tunangan ini.?" tanya Sagara berusaha menahan rasa sesak di rongga dadanya.
Zayna menggeleng. "Nggak akan.? Percaya sama gue, dia pasti nggak bakal ninggalin lo hanya karena identitas asli Lo terbongkar di hadapan" ujarnya berusaha tegar.
Zayna tampak gusar, entah mengapa ia takut saja jika hubungannya dengan Areksa akan berakhir sampai sini. Padahal ia sendiri tidak menyuruh lelaki itu mengambil keputusan di tangannya.
"Lo cinta sama dia.?" tanya Sagara dengan suara seraknya. Karena ia tadi sempat tidak sengaja mendengar Zayna sudah mencintai Areksa.
Zayna menatap lelaki yang ada di sampingnya. Ia tau perasaan satu sama lain ini pasti melihatnya mencintai laki-laki lain. Tetapi Sagara hanya bisa apa.? Ia tidak mau membuat gadis itu kecewa dengannya atau menjauhinya.
__ADS_1