Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 54


__ADS_3

Bahkan ia tidak sadar menjatuhkan paper bag yang ia bawa untuk Areksa.


Areksa yang mendengar sesuatu terjatuh segera menoleh. Ia kemudian sadar dengan posisi yang tak seharusnya terjadi. Dengan kasar Areksa mendorong Bianca, hampir saja Bianca terhuyung jika ia tak mengimbangi dirinya.


"Aduuuhhh" Bianca mengaduh ketika ia hampir terhuyung ke belakang.


Areksa tak memperdulikan gadis itu. Ia segera berjalan cepat untuk melihat siapa yang sudah berada di depan pintu ruangannya.


Areksa tak mendapati siapa pun di sana. Tetapi ia bisa melihat ada sebuah paper bag, ia segera mengambilnya dan membuka isi paper bag tersebut. Areksa terdiam sejenak ketika melihat isi paper bag tersebut. Di dalam paper bag ada makanan dan terdapat cake juga di sana.


Areksa tau pemilik paper bag ini siapa. Ia menggenggam paper bag itu erat, matanya kesana kemari mencari seseorang.


"Areksa, siapa sih yang Lo cari.?" suara Bianca membuat Areksa menoleh sekilas.


"Pergi.. jangan pernah datang lagi kesini" tegas Areksa pada Bianca


Ini semua gara-gara Bianca, coba saja tadi dia tidak jatuh. Pasti tidak akan jadi seperti ini.


'Zayna pasti salah paham lagi' batin Areksa


Areksa kemudian menelpon Fatir untuk menyeret wanita sialan ini pergi dari ruangannya.


"Ada apa Tuan.?" Fatir datang dengan tergesa-gesa karena ia tadi sedang berada di lantai bawah.


"Seret dia.!" tunjuk Areksa tanpa menoleh ke arah Bianca


"B-baik Tuan" Fatir segera menarik tangan Bianca


"Ayoo nona, anda harus pergi.!"

__ADS_1


'Mungkin gue harus ngalah dulu, gue tau Areksa nggak suka wanita yang memberontak' batin Bianca


"Okey.. Areksa kalo gitu gue pamit pergi dulu" setelah Bianca berucap seperti itu, ia segera pergi


Areksa masuk ke dalam lift khusus untuknya. Ia akan buat perhitungan dengan Bianca jika Zayna sampai marah untuk kedua kalinya. Yang ada dalam pikirannya saat ini hanya satu nama. Yaitu Zayna


Sedangkan kini Zayna tengah berada di dalam mobilnya. Entah mengapa ia tidak suka pemandangan tadi.


Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya lolos membasahi pipinya yang tertutup cadar. Iisshhh, mengapa sih ia sekarang jadi cengeng hanya karena Areksa.?


"Padahal Areksa bilang dia nggak cinta sama wanita itu, tapi buktinya apa.? Dia... Berada di pangkuan Areksa dengan begitu mesra" gumam Zayna.


Dddrrrttt


Ponsel Zayna berdering, ia melirik sekilas siapa yang menelponnya. Ketika tertera nama seseorang yang membuatnya seperti ini. Zayna hanya mengabaikan panggilan tersebut.


Hingga kedua kalinya ponsel Zayna terus berbunyi, tetap saja tidak di gubris oleh Zayna. Kali ini ia hanya ingin menenangkan diri. Lagi, dering ponsel Zayna berbunyi beberapa kali, membuat Zayna jengah lalu meraih ponsel tersebut.


.


.


.


Seorang lelaki tampan saat ini sedang mengendarai mobilnya. Ia menoleh kesana kemari mencari seseorang yang ia cari. Ia uring-uringan ketika tidak bisa menghubungi seseorang itu.


"Dimana sih kamu baby girl.?" Areksa kali ini tengah khawatir dengan Zayna.


Hingga matanya menangkap mobil Zayna yang terparkir di dekat taman kota. Areksa tersenyum lalu memarkirkan mobilnya dan turun.

__ADS_1


Ia sudah bica menebak jika Zayna pasti sedang berada di taman.


Dan benar saja, saat ia melangkah. Ia dapat melihat Zayna yang memandang lurus ke depan. Kemudian Areksa berjalan mendekat ke arah Zayna yang sedang duduk di bangku taman. Areksa kemudian duduk di samping Zayna.


"Kenapa hmmm... Baby girl.?"


Zayna menoleh ketika mendengar suara yang sangat ia kenali. Zayna tidak menjawab, malas sekali ia menatap lelaki ini. Ia jadi teringat kejadian tadi saat di kantor.


Tiba-tiba Areksa memeluk Zayna. "Kamu cuma salah paham baby, aku sama sekali nggak....."


"Stop Areksa.! Elo sama sekali nggak mikirin perasaan gue" Zayna memotong ucapan Areksa, bahkan ia sudah menggunakan bahasa elo-gue


Areksa melepas pelukannya lalu menatap Zayna lekat. Ia menggenggam tangan Zayna.


"Aku beneran nggak ada hubungan apapun sama dia, kalo nggak percaya nanti biar aku buktikan ke kamu, agar kamu percaya sama aku. Baby girl" ucap Areksa


Zayna menatap mata Areksa, mencari kebohongan di mata Areksa. Tetapi sialnya tatapan itu tulus padanya, Zayna memalingkan wajahnya.


"Terseraaahhh"


"Lohh kok gitu.? Mau aku buktikan.?"


Zayna tak menjawab, membuat lelaki itu kelimpungan sendiri. Ia takut gadis yang ia cintai menjauh darinya. Ia tidak akan membiarkan Bianca tenang karena telah membuat ia dan Zayna bertengkar. Karenanya Zayna sekarang jadi cuek padanya. "Baby girl... Tunggu..." Areksa masih berusaha mengejar langkah Zayna.


Zayna saat ini, ingin segera masuk ke dalam mobilnya. Tetapi netranya menangkap sosok yang sangat familiar di matanya sedang menyender di bagian pintu mobil. Walau memakai pakaian misterius tetapi Zayna masih dapat mengenalinya. Sembari mengotak-atik ponselnya sedangkan Zayna memicingkan matanya.


"S-sagara.?" gumam Zayna lirih


"Siapa Sagara.?"

__ADS_1


Zayna terpaku ketika suara berat itu berada tepat di belakangnya.


__ADS_2