
'Kok jadi canggung gini sih' batinnya
Sedangkan Areksa dalam hatinya ingin berteriak meminta gadis itu untuk menjelaskan. Areksa menggenggam erat ponsel yang berisi foto Zayna tadi. Ingin sekali ia menunjukkan kepada Zayna sekarang. Tetapi ia tahan.
'Sok suci' batin Areksa yang sudah di penuhi emosi tetapi ia berusaha meredamnya.
Beberapa menit berkendara, akhirnya mereka sampai di sebuah vila. Mereka berdua di bukakan pintu mobilnya oleh bodyguard.
"Kalian bisa pergi" instruksi Areksa pada kedua bodyguard nya.
Zayna jadi bingung, sebenarnya mengapa ia di ajak ke sebuah vila. Apa Areksa mengajaknya untuk menginap. Pikirnya.
"Sa, kita mau ngapain ke sini.?" tanya Zayna
Langkah Areksa terhenti, lalu menoleh pada Zayna yang masih di belakangnya. Zayna harap Areksa menjawabnya. Tetapi nihil, ternyata Areksa tidak menjawab pertanyaannya tadi.
Lelaki itu malah melanjutkan jalannya, membuat Zayna mengerutkan keningnya. Ada apa dengan Areksa.? Tidak seperti biasanya ia seperti ini.
Zayna mengejar langkah lelaki itu yang mendahuluinya. "Areksa.! Kenapa aku kamu ajak ke sini.?" Kini Zayna sudah mensejajarkan dengan langkah lelaki itu.
Ekspresi Areksa tetap sama datar. "Sa.! Kenapa diem aja sih.? Jawab dong.!" decak Zayna kesal menatap Areksa.
"Nggak biasanya elo cuek gini.! Emang gue ada salah apa.?"
"Diem bisa nggak sih Lo.?" sentak Areksa dengan suara tegasnya membuat Zayna berhenti melangkah.
'Ck, sekarang dia pake bahasa Lo-Gue, emang gue salah apa.?' batin Zayna tersenyum kecut.
__ADS_1
"Jangan banyak bicara.!" peringat Areksa kemudian pergi meninggalkan Zayna.
"Areksa tumben ngomongnya ngegas gitu, biasanya nggak pernah" gumam Zayna kemudian menyusul langkah lelaki itu yang sudah jauh.
Sesampainya di dalam, ia tidak mendapati siapa-siapa. Dimana Areksa.?
Ting
Airin mengirim pesan kepada Zayna.
[ Nanti malem woyy, jangan lupa ]
[ Hmmm ] hanya itu balasan dari Zayna
[ Soalnya dua hari lagi kan perlombaan ]
"Dari hotel mana elo tadi sama cowok lain.?" pertanyaan itu membuat gadis yang sedang mengirim pesan itu mendongak seketika.
Tentu saja Zayna tidak paham apa yang di maksud Areksa. "Maksud elo.?"
"Ck, jangan pura-pura nggak tau, apa elo tadi pergi ke hotel, pelukan bahkan bercumbu.?" tebak Areksa, kini rahangnya sudah mengeras menahan amarah.
Zayna menyimpan ponselnya, lalu berdiri menatap Areksa. "Jadi... Maksud elo gue selingkuh gitu.?" Zayna menatap Areksa tak percaya.
"Menurut Lo.?"
"Mana buktinya kalo gue jalan sama cowok lain.?"
__ADS_1
tapi memang ia tadi bersama cowok lain, yaitu Sagara. Tetapi ia tidak mengajak lelaki itu ke hotel.?
"Bukti.? Mau bukti.?" Areksa menyodorkan ponselnya yang baru, karena ponselnya yang satu sudah pecah akibat ia lempar tadi.
Zayna mengambil alih ponsel itu agar memperjelas foto. Satu detik... Dua detik... Dan.. tiga detik... Zayna mematung tak percaya. Apakah ini dirinya.? iiwww no, no.! Sangat menjijikkan.
"Gimana.? Belum cukup buktinya.?" Areksa tersenyum kecut, membayangkannya saja ia sudah risih.
"Anj*ng" umpat Zayna pelan tetapi masih dapat di dengar Areksa.
"Apa.? Coba ulangi lagi.! ternyata gadis yang selama ini gue cintai ternyata kelakuannya....."
"STOP" Zayna berteriak membuat Areksa tak melanjutkan ucapannya.
"Gue tanya.? SIAPA YANG FOTO BAJING*N INI.? NAJIS TAU NGGAK.?" Zayna berteriak tidak terima, ini pasti ada yang memfitnahnya.
Areksa menatap Zayna tak percaya. Gadis bercadar, dan berhijab ucapannya sangat kotor.?
"Ucapannya nggak pantes keluar dari mulut elo" desis Areksa tajam
"Kenapa.? Elo baru baru tau sikap gue kek gini.? Cihh.. asal Lo tau, gue bukan seperti wanita bercadar yang lainnya. Mereka semua berhati baik saat bercadar. Tapi beda sama gue.! Gue bukan wanita sebaik itu, Sa.! Gue...." Zayna tak mungkin mengatakan bahwa dirinya seorang wanita bar bar dan seorang pembalap.
"Dan asal Lo tau.! Walau gue seburuk-buruknya sifat gue.! Tapi gue nggak pernah lakuin hal yang menjijikan seperti di dalam foto ini. Jawab gue, Sa.! Siapa yang NGIRIM FOTO INI.?" tanya Zayna dengan suara lantang di akhir kalimat.
Areksa masih diam, mencerna apa yang di katakan Zayna. 'Gue bukan wanita sebaik itu'
"JAWAB"
__ADS_1