Gadis Bercadar Milik CEO Tampan

Gadis Bercadar Milik CEO Tampan
Bab 67


__ADS_3

"Ssssstttt.... Udah jangan nangis" Sagara melepas pelukan tersebut, lalu memegang kedua bahu gadis tersebut.


"Sekarang elo punya gue, elo nggak sendirian lagi.! Tatap mata gue" ujar Areksa menenangkan gadis itu.


Gadis itu mendongak, menatap wajah tampan di depannya ini. "B-Beneran.?" Mata gadis itu tampak lebih bersinar di banding sebelumnya.


Sagara hanya mengangguk, lalu netranya jatuh pada bibir gadis itu. Hingga ia sedikit memiringkan wajahnya, dan....


CUP


Sagara mencium bibir gadis itu, bahkan ia sekarang ********** dengan lembut. Sagara menarik tengkuk leher gadis itu agar bisa memperdalam ciumannya.


Gadis itu tampak shock dan terkejut dengan adegan tiba-tiba. Mereka akhirnya melepaskan ciumannya karena nafas keduanya sudah memburu.


"Sorry" lirih Sagara sembari mengusap sisa saliva milik gadis itu.


*'TAKE'* ujar pembuat film


"Amazing.. sangat luar biasa, kalian berdua sudah pas di adegan kiss nya" ucap staf 1


Mereka tadi sedang melakukan syuting, hingga syuting yang membuat Sagara menolak, yaitu saat adegan kiss.


Mau menolak tetapi tidak bisa, terpaksa ia menerima adegan itu. Firk kiss pertamanya ia berikan kepada gadis yang bahkan ia tidak kenal.


"Sagara and Luna syuting adegan kiss nya tidak perlu di ulang lagi, Sudah bagus" ucap staf 2


"Kalian boleh istirahat"


Dengan cepat Sagara pergi meninggalkan tempat itu, sedangkan gadis itu bernama Luna tengah senyum-senyum dalam hati.


'beruntung banget sih bisa di cium sama cowok seganteng dia' batinnya.


.

__ADS_1


.


.


Kini Luna dan kedua sahabatnya sedang berjalan ingin ke toilet. "Ehh bye the way,, elo tadi katanya ada kiss nya ya.?" tanya Lala


Luna mengangguk malu


"Iidiiihhh... Malu-malu kucing nih" goda Tea


"Iisshhh... Apaan sih kalian" Luna menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Salting brutal.


"Ciieee... Ciieee... Ada yang salting nih bos.! Senggol dong.!"


"Cuaks.!" imbuh Lala


"Kalian jangan godain aku gitu ahh"


"Dia itu Sagara, beruntung banget deh gue, di cium sama cogan ( cowok ganteng ) kek dia" ujar Luna super PD


"Tadi malu-malu... Sekarang....?"


"Diem deh Lo"


"Emang gimana rasanya di cium sama cowok kek dia.?" tanya Tea


"Rasanya tuhh.. pengen gue ulangi lagi gitu loh.! Nggak pengen kalo di lewati, gue yakin pasti dia ada perasaan sama gue saat pandangan pertama" ucap Luna PD dengan rambut ia kibaskan ke belakang.


"Yakin... Kalo cowok itu suka sama elo.?"


"Yakin lah, orang dia aja cium gue dengan lembut, udah pasti dia cinta sama gue" jawab Luna


"Ahh masa sih.? Kek nya cowok itu hanya ngikutin adegan dalam film aja.! Nggak mungkin cowok seganteng dia jatuh cinta sama remahan rengginang kek elo" ledek Lala

__ADS_1


"Hehh... Gue udah cantik-cantik kek gini di bilang remahan rengginang.? Yang ada kalian tuhh.. remahan peyek.!" ujar Luna tak mau mengalah


"Sama-sama remahan" celetuk Tea


"Udahlah.. ayoo cepetan" ujar Luna ingin segera keluar dari toilet


Mereka bertiga pun sampai di toilet. Samping kiri toilet pria dan samping kanan toilet wanita. Netra Lala sosok cowok sedang menggosok giginya di wastafel.


"Ehh... Ehh... Liat tuhh, itu bukannya yang di maksud Luna nggak sih.? Siapa tuh namanya.?" tanya Lala


Tea tampak berpikir. "Emm.... Ahh iya.! Dia itu Sagara gak sih.?" tebak Tea tepat sasaran.


"Ohh iya, ngapain dia gosok gigi segala.?" gumam Lala


Tea pun membulatkan matanya ketika paham mengapa Sagara menggosok gigi. Segera ia memanggil Luna.


"Ehh Lun,! Liat deh, itu bukannya Sagara gak sih.?" tunjuk Tea


Luna yang baru keluar dari toilet langsung menoleh, dan benar saja, Sagara sedang menggosok gigi. Jantung Luna berdetak kembali mengingat adegan kiss tadi.


"Elo tau nggak, kenapa Sagara gosok gigi.?" tanya Tea pada kedua temannya.


Mereka berdua menggeleng. "Karena dia jijik sama mulut Luna" Tea hampir tertawa tetapi ia tahan.


Sedangkan Lala sudah tergelak mendengar penuturan Tea yang menurutnya masuk akal. Sedang Luna, menatap tajam kedua temannya itu. "Nggak.! Nggak mungkin dia gigi karena mulut gue" elaknya


"Siapa tau mulut elo bau jengkol atau Pete" celetuk Tea tanpa dosa


Luna mendelik kecil. "Sembarangan aja Lo.! Gue nggak suka keduanya itu. Nanti bisa-bisa mulut gue nggak seger lagi deh wanginya" ucap Luna


"Buktinya emang nggak seger kan.? Liat nohh.. cowok itu masih gosok gigi.! Udah ke berapa kali coba.?" ucap Lala


Luna pun menghampiri Sagara dan mengabaikan kedua temannya.

__ADS_1


__ADS_2